BERITA TERBARU

Seru dan Edukatif, Anak-Anak PAUD & TK Belajar Keselamatan di Disdamkarmatan Kukar

Tenggarong – Kunjungan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi pengalaman seru sekaligus edukatif bagi anak-anak PAUD dan TK.

Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang keselamatan, keberanian, dan peran petugas pemadam kebakaran dalam melindungi masyarakat.

Semua kegiatan ini disediakan secara gratis, menjadikan Disdamkarmatan Kukar sebagai pilihan utama bagi sekolah-sekolah yang ingin memberikan pengalaman belajar di luar kelas.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengungkapkan bahwa program edukasi ini mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya saat ditemui adakaltim.com, Rabu (12/2/25).

Lebih dari sekadar hiburan, kunjungan ke Disdamkarmatan Kukar memiliki manfaat besar bagi anak-anak.

Anak-anak diajarkan dasar-dasar keselamatan, seperti cara menghadapi kebakaran, pentingnya tidak bermain api, serta bagaimana meminta bantuan dalam keadaan darurat.

Edukasi ini penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang keselamatan diri dan lingkungan.

Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan profesi pemadam kebakaran, dengan melihat langsung bagaimana petugas bekerja, mereka tidak hanya belajar tentang keberanian, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan gotong royong.

Selama kunjungan, anak-anak berkesempatan mencoba berbagai aktivitas yang dirancang untuk melatih mental mereka, salah satu yang paling digemari adalah flying fox.

“Flying fox menjadi salah satu favorit anak-anak. Ini bukan sekadar permainan, tapi juga sarana melatih keberanian mereka. Kami pastikan semua kegiatan dilakukan dengan aman,” jelas Fida.

Bagi tim Disdamkarmatan Kukar sendiri, melihat antusiasme anak-anak saat belajar dan mencoba berbagai kegiatan menjadi kepuasan tersendiri.

“Melihat anak-anak tumbuh keberaniannya dan antusias belajar, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambahnya.

Dengan layanan yang ramah anak serta fasilitas yang mendukung, Disdamkarmatan Kukar semakin diminati sebagai destinasi edukasi bagi PAUD dan TK.

Masyarakat yang ingin mengajak anak-anak berkunjung dapat menghubungi Disdamkarmatan Kukar untuk mengatur jadwal.

“Kami selalu siap menerima kunjungan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya keselamatan dan keberanian,” pungkasnya. (Ak/ko)

Riva Dilyanti Resmi Jabat Kepala LPP Kelas IIA Tenggarong, Siap Lanjutkan Pembinaan dan Dukung Program Asta Cita

Tenggarong – Riva Dilyanti, resmi menjabat sebagai Kepala Lapas Perempuan (LPP) Kelas IIA Tenggarong menggantikan Triana Agustin.

Dalam kepemimpinannya, Riva berkomitmen untuk melanjutkan program pembinaan warga binaan yang telah berjalan, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, serta mendukung program nasional Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pergantian ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menandai kesinambungan program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, acara pisah sambut tersebut digelar pada Selasa (11/02/25).

Dalam kesempatan tersebut, Triana Agustin menekankan pentingnya melanjutkan program yang telah dirintis, terutama dalam memberdayakan warga binaan melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia mengungkapkan bahwa selama kepemimpinannya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta mitra lainnya untuk membuka peluang ekonomi bagi warga binaan.

“Kami telah berupaya membangun sinergi dengan Forkopimda serta berbagai mitra untuk membuka peluang usaha bagi warga binaan. Saya berharap kepemimpinan baru bisa terus memperkuat program ini,” ujar Triana.

Sementara itu, sebagai Kepala LPP kelas IIA Tenggarong baru, Riva Dilyanti menegaskan komitmennya untuk meneruskan program yang telah berjalan, termasuk mendukung Asta Cita, program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sektor hukum dan pemasyarakatan.

Ia menegaskan sinergi dengan aparat penegak hukum serta mitra eksternal akan terus diperkuat guna mencapai target yang telah ditetapkan.

“Kita lanjutkan dan bersinergi dengan aparatur penegak hukum dan mitra-mitra untuk melanjutkan program tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, Riva bukan sosok baru di dunia pemasyarakatan, sebelum ditugaskan di Tenggarong, ia menjabat sebagai Kalapas Perempuan Mataram dengan durasi yang sama, yaitu satu tahun tiga bulan.

Riva menyampaikan dirinya siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan keluarga besar LPP Kelas IIA Tenggarong, agar dapat bekerja lebih optimal.

“Mohon dukungan Bupati dan jajaran, kepala satuan kerja di Kaltim, serta keluarga besar Lapas Kelas IIA Tenggarong. Mohon kami diterima dengan baik,” pungkasnya. (Ak/ko)

Posyandu Bougenvil I Perdana Gabungkan Pelayanan Balita dan Lansia

Tenggarong – Posyandu Bougenvil I di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong untuk pertama kalinya menggabungkan pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia dalam satu kegiatan, kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (11/2/25).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu serta memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan rutin setiap bulannya.

Sebelumnya, pelayanan Posyandu untuk lansia dan balita dilakukan secara terpisah. Namun, dengan penggabungan ini, tenaga kesehatan dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan.

Tim Penggerak PKK, Kelurahan Bukit Biru, Mega Tri Wulandari menyebutkan penggabungan ini diharapkan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Penggabungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar, terutama dalam efisiensi waktu dan keberlanjutan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan seperti cek kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan asam urat.

Sementara itu, balita menjalani pemantauan tumbuh kembang, termasuk penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, pemberian vitamin, serta vaksinasi.

“Dengan pemeriksaan yang teratur, diharapkan balita dan lansia dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” tambah Mega.

Meskipun penggabungan ini dinilai efisien, Posyandu Bougenvil I masih menghadapi kendala utama, yaitu keterbatasan ruangan pemeriksaan.

Saat ini, kegiatan masih dilakukan di teras rumah warga karena belum memiliki gedung sendiri.

Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, kondisi ini membuat pelayanan tidak bisa berjalan seoptimal yang diharapkan.

“Ruang yang terbatas menyebabkan antrean lebih panjang dan kenyamanan peserta berkurang,” jelas Mega.

Masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera membangun gedung Posyandu yang lebih layak, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih baik dan nyaman bagi semua pihak.

“Harapannya sih agar Posyandu Bougenvil I memiliki gedung sendiri untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (Ak/ko)

Anggota DPRD Kukar Hendra Bakal Optimalkan Sektor Pertanian dan Lahan Bekas Tambang di Dapil II

Tenggarong – Anggota DPRD Kukar, Hendra, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan sektor pertanian dan lahan bekas tambang di Daerah Pemilihan (Dapil) II.

Ia menilai kedua sektor ini harus dikembangkan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita melihat masih banyak bekas tambang di Kukar, sementara pertanian juga menjadi sektor penting,” ujar Hendra kepada awak media, Senin (10/2/25).

Meskipun mayoritas masyarakat di Dapil II berprofesi sebagai petani, banyak lahan pertanian yang bersinggungan dengan bekas galian tambang.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor pertanian dan pemanfaatan lahan bekas tambang.

Sebelum terjun ke dunia politik, Hendra memiliki latar belakang sebagai wiraswasta, pengalamannya tersebut membuatnya peka terhadap permasalahan ekonomi masyarakat. Khususnya, petani yang menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, akses pasar dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ia akan mengupayakan sinergi dengan program pemerintah daerah untuk mendorong kebijakan yang mendukung pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Sebagai langkah strategis, ia akan menyelaraskan program pertanian dengan kebijakan pemerintah daerah agar optimalisasi lahan dapat berjalan efektif.

Dengan pendekatan ini, ia berharap sektor pertanian tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan potensi ekonomi dari sektor pertambangan yang ada.

“Kita lihat program daerah dan sinergikan untuk mengoptimalkan capaian pembangunan daerah di Kukar, khususnya pertanian,” pungkasnya. (ak/ko)

Hendra Resmi Gantikan Alif Turiadi di DPRD Kukar, Siap Maksimalkan Aspirasi Masyarakat

Tenggarong – Hendra kini resmi menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2024-2029, menggantikan Alif Turiadi melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Ia berkomitmen untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melanjutkan program yang telah berjalan di Daerah Pemilihan (Dapil) II.

Jabatan itu diembannya setelah pelantikan yang dipimpin Plt Ketua DPRD Kukar, Junadi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kukar pada Senin (10/2/25).

Junadi berharap agar Hendra dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas barunya di DPRD Kukar.

Menurutnya, tantangan di Dapil II cukup kompleks, sehingga diperlukan kerja nyata agar pembangunan di wilayah itu tetap berjalan sesuai rencana.

Ia juga menegaskan kesinambungan program yang telah dirintis Alif Turiadi harus menjadi perhatian utama.

“Kami ingin pembangunan di Dapil II tetap berjalan seperti saat Pak Alif masih menjabat. Sebelumnya sudah kita sepakati bahwa Pak Alif berada di Komisi II, jadi posisi itu akan diisi oleh Pak Hendra,” jelasnya.

PAW ini dilakukan setelah Alif Turiadi mengundurkan diri untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024 sebagai calon Wakil Bupati Kukar.

Sementara itu sebagai seorang legislator baru, Hendra menegaskan ia akan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Pria kelahiran 1984 itu menyadari amanah yang kini diembannya bukan sekadar jabatan, tetapi juga kepercayaan yang diberikan masyarakat.

Ia memastikan akan bekerja keras untuk memperjuangkan kepentingan konstituennya.

Hendra mengatakan dirinya siap bekerja sebagai wakil rakyat untuk mengabdi bagi masyarakat.

“Saya siap bekerja sesuai dengan sumpah janji yang saya ucapkan tadi,” tegasnya.

Salah satu fokus utamanya adalah mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi warga di Dapil II.

Ia ingin memastikan aspirasi yang disampaikan benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang bermanfaat.

Terutama dalam sektor pertanian, ia melihat ada banyak hal yang bisa diperjuangkan, mulai dari akses bantuan hingga peningkatan infrastruktur pendukung.

“Fokus saya adalah menyerap aspirasi dari Dapil II dan melanjutkan program-program aspirasi yang sudah berjalan, terutama di sektor pertanian,” pungkasnya. (ak/ko)

Peringati HPN ke-79, PWI Kukar Gelar Turnamen Bulutangkis

Tenggarong – Turnamen bulutangkis yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antarwartawan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-79.

Selain bulutangkis, PWI Kukar juga mengadakan pertandingan sepak bola pada Kamis (6/2/25) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Sementara turnamen bulutangkis berlangsung pada Sabtu (8/2/25) di Gedung Bulutangkis DPRD Kukar.

Ketua PWI Kukar, Bambang Irawan, menjelaskan sepak bola telah lebih dulu digelar dengan melibatkan jajaran Polres, DPRD, Kodim 0906/KKR, dan Pemkab Kukar.

Namun, bulutangkis diadakan sebagai alternatif bagi wartawan yang tidak bermain sepak bola, khususnya wartawan perempuan.

“Ajang bulutangkis untuk memfasilitasi teman-teman yang tidak bisa main sepak bola, khususnya perempuan,” kata Bambang.

Selain sebagai bagian dari perayaan HPN ke-79, turnamen ini menjadi momen bagi para wartawan untuk bersilaturahmi di tengah kesibukan mereka.

“Kita sama-sama olahraga memperingati HPN dan semoga ajang ini bisa memberi kebahagiaan,” lanjutnya.

Bambang menegaskan kegiatan ini lebih menitikberatkan pada kebersamaan daripada sekadar kemenangan.

“Sama-sama olahraga dan mencari keringat. Musuh bermain bulutangkis adalah teman olahraga,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk tidak memaksakan diri saat bertanding. Jika merasa kelelahan, sebaiknya berhenti untuk menghindari risiko cedera.

“Walaupun harus menjadi juara, tapi itu bukan tujuan utama. Lebih baik berhenti kalau nafas sudah ngos-ngosan,” tutupnya. (Ak)