BERITA TERBARU

Tim Pemenangan Aulia-Rendi Optimis Menangkan PSU Pilkada Kukar 2025

Tenggarong – Tim pemenangan pasangan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin menegaskan kesiapan mereka menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) yang akan digelar pada 19 April 2025 mendatang.

Sekretaris tim pemenangan, M. Suria Irfani, menyatakan pihaknya akan bekerja dengan maksimal untuk mengamankan kemenangan pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut.

“Kami siap bekerja keras dan memastikan kemenangan Aulia-Rendi di PSU nanti,” ujar Suria dalam konferensi pers di Kantor DPC PDIP Kukar, Senin (10/3/25).

Ia bersama dengan tim meyakini hasil PSU mendatang tidak akan berbeda jauh dari Pilkada 27 November 2024 lalu.

Menurutnya, dukungan dari masyarakat masih akan tetap solid dan akan terus diperkuat melalui konsolidasi yang dilakukan.

“Tidak banyak yang akan bergeser. Kami pastikan jejaring tetap solid dan bekerja maksimal,” tegasnya.

Suria juga menegaskan timnya tidak akan terpengaruh oleh strategi pihak lawan dan fokus akan tetap pada penguatan basis dukungan.

“Kami tidak akan terganggu dengan manuver kompetitor. Fokus kami jelas, yaitu memenangkan Aulia-Rendi,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, tim pemenangan akan menggerakkan seluruh elemen pendukung di berbagai wilayah Kukar agar kemenangan dapat kembali diraih.

“Mulai hari ini, kami turun ke lapangan dengan semangat penuh,” tutupnya. (ak/ko)

Inovatif! Petani di Desa Buana Jaya Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian

Tenggarong – Petani di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, tak menyerah menghadapi tantangan mengubah lahan bekas pertambangan batu bara agar dapat kembali menjadi lahan pertanian yang produktif.

Desa Buana Jaya merupakan sebuah desa penghasil padi terbesar kedua di Kecamatan Tenggarong Seberang setelah Desa Bukit Pariaman.

Menyusutnya luas sawah akibat perubahan fungsi lahan membuat para petani dan pemerintah desa harus mencari cara agar produksi pangan tidak semakin menurun.

Hal tersebut merupakan sebuah Tantangan besar, karena tanah bekas tambang telah mengalami perubahan struktur akibat aktivitas penambangan.

Plt Sekretaris Desa Buana Jaya, Heriansyah, mengatakan lahan bekas tambang memang sulit diolah, tetapi masih bisa dimanfaatkan dengan teknik dan cara yang tepat.

“Kami kemarin sempat datangkan profesor dari jawa dan bertanya, apakah lahan bekas tambang ini bisa digunakan kembali untuk pertanian. Jawabannya bisa, tapi hanya sekitar 80 persen,” ujarnya kepada adakaltim.com, Selasa (11/3/25).

Menurutnya, tanah di area bekas tambang membutuhkan usaha lebih, agar tanah tersebut dapat kembali produktif.

Meski demikian, sudah ada beberapa wilayah yang mencoba mengelola lahan bekas tambang menjadi pertanian dan mulai menunjukkan hasil.

“Buktinya di beberapa daerah yang dikelola oleh PT Jembayan Muarabara, sudah ada yang mulai mengelola bekas tambang untuk pertanian,” jelas Hermansyah.

Saat ini, terdapat sekitar 12 hektare lahan di sisi utara Desa Buana Jaya yang telah dikelola kembali setelah sebelumnya menjadi area tambang.

Meskipun hasil panennya masih belum dapat maksimal, petani tetap optimis dengan teknik yang tepat, lahan tersebut bisa kembali produktif.

“Tidak bisa disamakan dengan sawah biasa. Hasilnya memang belum optimal, tapi masih bisa diusahakan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Luas Sawah Menyusut Akibat Tambang Batu Bara, Petani Desa Buana Jaya Dipaksa Beradaptasi

Tenggarong – Alih fungsi lahan akibat pertambangan batu bara membuat luas sawah di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang terus menyusut, jika dulu lahan sawah mencapai lebih dari 700 hektare, kini jumlahnya jauh berkurang.

Lahan-lahan yang sebelumnya subur dan produktif kini berubah menjadi wilayah tambang, memaksa petani harus dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Plt Sekretaris Desa Buana Jaya, Heriansyah, mengatakan keberadaan perusahaan tambang memang membawa dampak besar bagi pertanian di daerah tersebut.

Lahan yang dulu digunakan untuk bercocok tanam, kini banyak yang dialih fungsikan untuk kepentingan industri.

“Dengan adanya perusahaan tambang, sawah-sawah ada yang dialih fungsikan. Jadi otomatis lahan pertanian pun berkurang,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Selasa (11/3/25).

Meski menghadapi sebuah tantangan besar, petani di Desa Buana Jaya tidak tinggal diam. Mereka mulai mencari cara untuk tetap bertani dengan memanfaatkan lahan yang masih tersisa.

Beberapa petani bahkan mencoba mengelola area rawa-rawa yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan agar tetap bisa menghasilkan panen.

“Rawa-rawa yang dulu nggak bisa dirawat, sekarang mulai bisa dikelola lagi menjadi lahan pertanian,” tuturnya.

Selain itu, petani juga mulai menggunakan teknologi modern dalam pertanian untuk meningkatkan hasil panen.

Jika dulu satu hektare sawah membutuhkan waktu panen hingga tiga hari, kini dengan bantuan mesin, panen bisa selesai dalam satu hari. Bahkan, panen juga bisa dilakukan di malam hari dengan bantuan mesin panen modern.

“Kalau dulu panen cuma bisa sore karena mengandalkan tenaga manusia, sekarang pakai mesin, jadi lebih cepat,” jelasnya.

Namun, setelah panen, petani masih menghadapi kendala dalam proses pengeringan gabah. Saat ini, banyak petani yang masih mengandalkan lantai jemur tradisional, bahkan ada yang hanya menjemur hasil panen di halaman rumah.

Mereka berharap ada bantuan alat pengering untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. “Kami pernah usulkan pengadaan mesin pengering, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Sekda Sebut LPTQ Punya Peran Penting dalam Semarakan Ramadhan 1446H di Kukar

Tenggarong – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) memegang peran penting dalam menyemarakkan Ramadhan 1446H di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, dalam acara Semarak Ramadhan 1446 H di Masjid At-Takwa, Komplek Kantor Bupati Kukar, Senin (10/3/25).

Menurutnya, LPTQ bukan hanya sekadar penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tetapi juga memiliki sebuah tanggung jawab besar dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak.

“LPTQ bukan hanya soal lomba, tapi juga bagaimana kita menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi bagi guru mengaji dan Majelis Taklim agar pengajaran Al-Quran di Kukar semakin berkualitas.

Pemkab Kukar, kata dia, siap mendukung berbagai upaya untuk memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan tahun ini Kukar menargetkan juara umum dalam MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar di Kabupaten Kutai Timur (Sangatta).

“Persiapan harus benar-benar matang, mulai dari seleksi tahap II sampai pemusatan pelatihan. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Ia berharap momentum Ramadan ini semakin mempererat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebuah pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat Ramadhan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Efisiensi Anggaran Pemerintah Pusat Disorot, DPRD Samarinda Khawatir Pembangunan Terhambat

Samarinda – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menilai langkah tersebut berpotensi menghambat pembangunan daerah dan mengancam sektor pendidikan.

“Adanya efisiensi anggaran justru otomatis ada pengurangan dan akhirnya kita menjadi kesulitan dalam merencanakan pembangunan,” tegasnya.

Samri menegaskan bahwa dengan anggaran yang tersedia saat ini saja, Kota Samarinda masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pembangunan. Jika anggaran mengalami pemotongan, tantangan yang dihadapi akan semakin besar.

Selain pembangunan, Samri juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai kontroversi.

Menurutnya, program tersebut lebih baik dialihkan ke sektor pendidikan yang lebih dibutuhkan masyarakat.

“Mereka butuhnya pendidikan gratis, bukan makan gratis. Saya sepakat kalau itu (makan gratis) dialihkan ke pendidikan gratis. Kalau makan gratis ini masih kontroversi. Apalagi dengan nilai Rp10 ribu-Rp15 ribu per porsi, kira-kira terpenuhi tidak gizinya?” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyinggung aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.

Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan gratis menjadi prioritas utama bagi masyarakat dan mahasiswa di Samarinda.

Samri berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan efisiensi anggaran agar tidak mengorbankan sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Samarinda.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengalokasian anggaran agar pembangunan dan pendidikan tetap berjalan dengan baik. (adv/hd/ko)

KPU Kukar Jadwalkan PSU Bakal Digelar pada 19 April 2025

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menjadwalkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2025 yang akan dilaksanakan pada 19 April 2025 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, usai pendaftaran calon Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pada Senin (10/3/25).

Rudi mengatakan, tahapan pelaksanaan PSU kali ini akan mengikuti pola yang serupa dengan Pilkada 2024. Pihaknya telah menyusun jadwal lengkap yang harus diselesaikan dalam waktu 60 hari, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Penetapan pasangan calon akan dilakukan pada 23 Maret, dilanjutkan dengan kampanye yang berlangsung dari 26 Maret hingga 15 April, dan puncaknya pada 19 April 2025, kita akan melaksanakan pemungutan suara ulang di 1.447 TPS di Kukar,” jelasnya.

Ia menyebut, terkait dengan nomor urut pasangan calon pada PSU nanti, akan tetap menggunakan nomor urut yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami yakin PSU ini akan berjalan lancar dan aman, semoga KPU Kukar dapat melaksanakannya dengan baik,” pungkasnya. (ak/ko)