BERITA TERBARU

Dishub Kukar Berencana Akan Pasang LPJU Disepanjang Jalur Jongkang-Samarinda

Tenggarong – Jalur alternatif dari Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu menuju Kota Samarinda sebentar lagi akan lebih terang.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang ruas tersebut hingga perbatasan antara Kukar dan Samarinda.

Jalur ini menjadi salah satu akses pilihan masyarakat, selain jalan poros utama Tenggarong Seberang-Samarinda.

Kondisi jalan yang sebagian besar sudah diaspal memudahkan pengendara menembus hingga kawasan Karang Paci, Samarinda.

Menindaklanjuti pentingnya akses ini, Dishub Kukar telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pengadaan LPJU pada tahun 2025.

Saat ini, tahapan masih berada pada proses lelang pengawasan, setelah sebelumnya tahap perencanaan selesai dilakukan.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi mengatakan, proyek pemasangan LPJU ini ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2025.

“InsyaAllah di akhir Mei sudah kita mulai (pekerjaan fisik),” kata Junaidi, Jumaat (24/4/25).

LPJU yang dipilih adalah jenis konvensional bertenaga listrik dari PLN karena dinilai lebih hemat dibandingkan penggunaan tenaga surya.

“Perbedaan harganya terlampau jauh. Untuk LPJU tenaga surya, satu unit harganya di kisaran Rp 40–50 juta, sedangkan konvensional hanya Rp 8–9 juta,” jelasnya.

Anggaran yang disiapkan nilainya mencapai miliaran rupiah, dengan harapan bisa memberi kemudahan, rasa aman, dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut, terutama di malam hari.

“Nilai anggarannya sekitar Rp 2 miliar, khusus Jongkang,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Kartanegara Coffee Event 2025 Jadi Titik Awal Bangkitnya Ekosistem Kopi Kukar

Tenggarong – Kartanegara Coffee Event 2025 resmi digelar sebagai langkah awal membangun ekosistem kopi di Kukar.

Ajang perdana ini mengintegrasikan seluruh sektor dalam industri kopi dari petani di hulu, pelaku usaha di tengah, hingga industri hilir seperti coffee shop dan roastery.

Digelar selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2025 di aula Pendopo Bupati Kukar, acara ini langsung mendapat sambutan hangat dari komunitas kopi se-Kalimantan Timur.

Ketua Asosiasi Northside, Yudha, mengatakan Kartanegara Coffee Event bukan hanya sekadar festival, melainkan ruang temu yang mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi dalam satu ekosistem yang utuh.

“Event ini menjadi penghubung dari sektor hulu, tengah hingga hilir. Kami hadirkan petani kopi, pelaku usaha seperti roastery, serta pelaku industri kopi lainnya termasuk coffee shop. Ini adalah ekosistem yang ingin kita bangun bersama,” ujar Yudha saat pembukaan acara Kartanegara Coffe event 2025, Kamis (24/4/25).

Menurutnya, kegiatan ini juga selaras dengan visi Bupati Kukar untuk mengembangkan potensi kopi lokal secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kukar dinilai memiliki potensi besar di sektor ini, baik dari segi sumber daya alam maupun pelaku industri muda yang terus bertumbuh.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, berbagai kompetisi turut digelar untuk menggali potensi dan bakat generasi muda.

Lomba-lomba yang diselenggarakan mencakup kategori cafester, brewers, throwdown, latte art, hingga manual brew.

Para pemenang akan mendapat pendampingan dan dukungan untuk melangkah ke tingkat nasional.

“Harapannya, dari ajang ini akan lahir talenta-talenta muda yang bisa mengharumkan nama Kukar di kancah nasional. Untuk juara satu, akan kami support dan bina secara langsung,” tambah Yudha.

Antusiasme peserta dan pengunjung sangat tinggi dari Komunitas kopi dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, Sangatta, dan Tenggarong datang memeriahkan acara.

Tidak hanya itu, para petani kopi lokal Kukar juga turut ambil bagian, memperlihatkan potensi kopi daerah yang selama ini belum banyak terekspos.

“Ini adalah event kopi perdana di Kukar. Kami berharap ini menjadi awal dari pengembangan industri kopi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pelaku usaha lokal,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Siapkan Tiga Lokasi Pilihan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan tiga lokasi pilihan sebagai titik awal untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan dua lokasi dari tiga yang dipilih berada di wilayah Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, sedangkan satu lokasi lainnya terletak di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.

Pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas yang sudah memadai.

“Kenapa dua di Jonggon? Karena kami berharap program Sekolah Rakyat ini benar-benar bisa dijalankan dengan maksimal di wilayah Kukar. Aksesibilitas di sana sudah sangat baik, baik dari segi listrik maupun jalan, dan infrastruktur pendukungnya juga telah terpenuhi,” jelas Sunggono dalam wawancara dengan awak media, Kamis (24/4/25).

Sunggono juga menyampaikan bahwa lokasi di Tanjung Limau, meskipun merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, juga sangat layak dimanfaatkan untuk program tersebut.

Dengan fasilitas yang sudah ada, seperti ruang kelas, asrama, dan aula, Tanjung Limau menjadi titik potensial untuk segera memulai program.

“Wilayah Tanjung Limau selama ini bisa dikatakan termarginalkan. Aset yang ada di sana sangat layak dimanfaatkan. Kami berharap, jika pihak provinsi menyetujui, sekolah rakyat bisa langsung dimulai tahun ini,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sejalan dengan upaya Pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah.

Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Jadi total ada tiga lokasi, dua milik kabupaten di Jonggon, dan satu lagi milik provinsi di Tanjung Limau. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan program ini bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

KPU Kukar Gelar Pleno Rekapitulasi Suara PSU Tingkat Kabupaten

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat pleno terbuka untuk rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kukar 2024 tingkat kabupaten yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pada Kamis (24/4/25).

Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, mengatakan rekapitulasi suara ini adalah tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 195 Tahun 2024.

Sebelumnya, PSU telah dilaksanakan pada 19 April 2025 di seluruh wilayah Kukar yang kemudian dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat kecamatan dari tanggal 20 hingga 23 April 2025.

“Hari ini, kami melaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari KPPS hingga PPK, atas dedikasi dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada aparat keamanan serta pemerintah daerah yang turut memastikan kelancaran pelaksanaan PSU.

“Alhamdulillah, kami dapat mengatasi berbagai hambatan berkat semangat kerja sama yang kuat dari semua pihak,” tambahnya.

Proses rekapitulasi pada rapat pleno ini berlangsung lancar, di mana dalam dua setengah jam pertama, enam kecamatan telah berhasil direkap.

Meskipun begitu, KPU Kukar belum bisa memastikan kapan rapat pleno akan selesai.

“Jika proses berjalan lancar tanpa banyak perdebatan, insya Allah bisa selesai sore ini atau malam setelah Isya. Setelah pleno kabupaten selesai, akan ada masa tunggu selama tiga hari kerja untuk melihat apakah ada gugatan. Jika ada, kami akan mengikuti proses sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ak/ko)

524 Jamaah Haji di Kukar Ikuti Manasik Massal di Masjid Agung

Tenggarong – Sebanyak 524 calon jamaah haji asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti manasik haji massal tingkat kabupaten yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Rabu (23/4/25) .

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembekalan ibadah haji yang bertujuan membekali jamaah dengan pemahaman menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tahun ini, manasik mengusung tema “Jamaah Haji Ramah Lansia” sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan jamaah lanjut usia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, Nasrul, mengatakan bahwa tema tersebut selaras dengan prinsip dasar ibadah dalam Islam yang mengedepankan kemudahan.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji harus menyesuaikan kondisi jamaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

“Prinsip dasar ibadah dalam Islam adalah kemudahan, bukan kesulitan. Maka seluruh teknis pelaksanaan harus disesuaikan agar jamaah, khususnya yang lansia, bisa menjalankan rukun-rukunnya dengan aman dan nyaman,” ujar Nasrul saat ditemui di lokasi kegiatan.

Sejumlah kebijakan khusus telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan jamaah lansia, di antaranya penerapan ketentuan murur, yaitu membolehkan jamaah singgah sejenak di Muzdalifah tanpa turun dari bus sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Langkah ini diambil guna mengurangi risiko kelelahan dan gangguan kesehatan.

Selain itu, jamaah lansia dan jamaah yang sedang sakit dianjurkan menggunakan kursi roda saat menjalankan thawaf dan sa’i.

Sementara untuk pelaksanaan lontar jumrah, jamaah diberikan opsi melakukan badal jumrah atau mewakilkannya kepada jamaah lain guna menghindari perjalanan kaki yang cukup jauh.

Tahun ini, jamaah haji Kukar terbagi dalam tiga kloter. Kloter pertama, yaitu kloter 3, akan diberangkatkan pada 8 Mei dengan jumlah 357 jamaah.

Kloter kedua, kloter 12, dijadwalkan berangkat pada 23 Mei dengan 149 jamaah, dan kloter 15 sebagai kloter ketiga akan berangkat pada 27 Mei dengan 18 jamaah.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Kemenag Kukar memutuskan untuk meniadakan acara seremonial pelepasan jamaah di tingkat kabupaten.

Hal ini dilakukan berdasarkan arahan dari Ditjen Penyelenggaraan Haji demi menjaga kebugaran jamaah.

“Biasanya, jamaah sudah kelelahan duluan karena seremonial, padahal sesampainya di embarkasi harus menjalani pemeriksaan panjang hingga delapan jam. Maka tahun ini ditiadakan, demi menjaga stamina dan keselamatan mereka,” tegas Nasrul.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti manasik dengan serius agar jamaah benar-benar siap menjalankan ibadah.

Kegiatan manasik di Kukar sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu manasik mandiri di tingkat kecamatan sebanyak 10 kali, manasik tingkat KUA sebanyak 8 kali, dan manasik massal selama dua hari di Masjid Agung Sultan Sulaiman.

“Kami ingin semua jamaah siap lahir dan batin. Jangan hanya mengandalkan semangat, tapi juga ilmu dan kesiapan. Insya Allah, jika niatnya ikhlas dan ikhtiarnya maksimal, ibadah haji tahun ini akan berjalan lancar dan penuh berkah,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Gelar Grand Opening UNIKARTA Mart untuk Dukung Penanggulangan Inflasi dan Praktik Mahasiswa

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggelar Grand Opening UNIKARTA Mart di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Rabu (23/4/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah serta memberikan ruang praktik kewirausahaan bagi mahasiswa.

UNIKARTA Mart hadir untuk melengkapi program pengendalian inflasi yang sebelumnya diawali dengan peluncuran kios inflasi di Masjid Agung Tenggarong.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Jadi rangkaian dua kegiatan ini sebenarnya sudah lama kita coba, untuk salah satunya nanti mengatasi inflasi,” ujarnya.

UNIKARTA Mart sendiri menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, dan minyak goreng. Komoditas lain akan ditambahkan secara bertahap, sesuai evaluasi dan kebutuhan.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa berjalan, karena ini masih percobaan,” katanya.

Selain fungsi utamanya sebagai penyangga inflasi, UNIKARTA Mart juga berfungsi sebagai ruang praktik kewirausahaan bagi mahasiswa Unikarta.

Mahasiswa nantinya dapat belajar langsung mengenai pengelolaan usaha, distribusi barang, hingga pelayanan konsumen.

“Anak-anak mahasiswa, mahasiswa ekonomi nanti, jadi banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan di Unikarta, baik dari mahasiswa maupun dosen lainnya,” jelasnya.

Program ini juga didukung oleh berbagai pihak melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti PT Multi Harapan Utama (MHU) yang terlibat lewat dana CSR.

Hingga saat ini, sekitar 20 perusahaan sudah bergabung dalam upaya mendukung pengendalian inflasi di Kukar, termasuk dari sektor perbankan dan pengelola aset daerah.

Di sisi lain, UNIKARTA Mart juga membuka ruang bagi promosi produk UMKM lokal.

Sejumlah produk seperti keripik, amplang, dan coklat lung anai hasil produksi UMKM binaan PT MHU dari Tenggarong Seberang turut dijual di lokasi ini dengan kemasan yang menarik dan kualitas yang terus ditingkatkan.

“Saya juga minta tadi mereka lebih mempertahankan kualitasnya. Kualitas, selain itu juga kalau bisa nanti disertifikasi supaya juga produk halalnya itu juga terjamin,” pungkasnya. (adv/ak/ko)