BERITA TERBARU

Potensi Batu Gunung Bukit Pariaman Belum Tergarap karena Terkendala Perizinan dan Amdal

Tenggarong – Potensi sumber daya alam berupa batu gunung berkualitas tinggi di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga kini belum tergarap.

Hambatan utama yang dihadapi adalah persoalan perizinan dan belum rampungnya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sehingga pengelolaan kekayaan alam tersebut belum bisa dilakukan secara legal dan maksimal.

Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, mengungkapkan wilayah desanya yang memiliki luas sekitar 161,74 kilometer persegi menyimpan cadangan batu gunung dalam jumlah besar.

Ia menyebut, batu gunung tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena kualitasnya yang baik dan kegunaannya yang luas.

“Potensi batu gunung kami sangat besar dan kualitasnya bagus. Tapi sampai sekarang belum bisa dikelola karena masih terkendala perizinan dan Amdal,” ucapnya saat diwawancara oleh adakaltim.com, Jumat (2/5/25).

Ia menjelaskan, batu gunung memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan konstruksi seperti pondasi, dinding bangunan, hingga pembangunan jalan karena kekuatannya yang tinggi dan daya tahannya terhadap cuaca ekstrem.

Selain itu, batu gunung juga kerap digunakan dalam elemen dekoratif taman, interior rumah, dan proyek konservasi lingkungan karena kemampuannya menahan erosi dan longsor.

Lebih lanjut, Sungeng mengaku pihak desa sejauh ini terus berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mencari jalan keluar dari persoalan yang menghambat pemanfaatan potensi tersebut.

“Kami sudah mulai bangun komunikasi, mudah-mudahan ke depan ada jalan keluar. Kalau potensi ini bisa dimanfaatkan, dampaknya besar sekali, terutama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan mendorong perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Ia pun menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya agar kekayaan alam yang dimiliki Desa Bukit Pariaman bisa dikelola secara sah, aman, dan berkelanjutan.

“Sekarang kami hanya bisa menunggu dan terus berupaya. Harapannya ada pihak yang membantu agar potensi ini bisa benar-benar dimanfaatkan,” tutupnya. (adv/ak)

Festival Cenil Desa Kota Bangun III Jadi Ajang Pererat Persatuan dan Lestarikan Kuliner Tradisional

Tenggarong – Festival Cenil yang digelar di Desa Kota Bangun III kembali menjadi ajang yang mempererat persatuan warga sekaligus melestarikan kuliner tradisional.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, festival ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan merayakan warisan rasa yang telah turun-temurun dinikmati oleh masyarakat desa.

Cenil, jajanan tradisional kenyal berbahan tepung ketan yang disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair, menjadi ikon dalam acara ini.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun pada Rabu (30/4/2025).

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengatakan semangat masyarakat menjadi latar belakang utama terselenggaranya festival ini.

“Festival Cenil adalah wujud dari kekompakan masyarakat Desa Kota Bangun III dalam melestarikan budaya yang pernah ada dan ingin kita hidupkan kembali,” ujarnya saat di tanya oleh awak media.

Tahun ini, Festival Cenil juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Desa Kota Bangun III yang ke-42.

“Kegiatan ini adalah bentuk kerjasama berbagai elemen masyarakat untuk menyambut ulang tahun desa kita,” lanjutnya.

Festival ini melibatkan sedikitnya 21 RT serta berbagai pihak lainnya, seperti sekolah-sekolah, tenaga kesehatan, penggiat kesenian, dan pelaku UMKM.

“Semua elemen masyarakat terlibat. Alhamdulillah, tahun ini kami berhasil menghadirkan 70 loyang cenil yang disajikan kepada warga,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Festival Cenil dimulai sejak pagi hari dengan pentas seni dan lomba mewarnai anak.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke bazar cenil dan UMKM. Menjelang sore dan malam hari, pentas seni kembali digelar dan ditutup dengan pertunjukan Campur Sari.

Lilik menegaskan bahwa festival ini juga menjadi sarana penting untuk menampung aspirasi pelaku kesenian.

“Kami dari pemerintah desa berharap bisa mendapatkan masukan dari pelaku seni agar ke depan dapat menyediakan wadah berekspresi yang lebih baik. Jika memang dibutuhkan event atau ruang kreasi, kami siap memfasilitasi,” pungkasnya. (adv/ak)

UMKM dan Pelaku Kreatif di Sebulu Didorong Tumbuh Lewat Izin Usaha dan Kegiatan Budaya

Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendukung pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berkembang dengan membantu pengurusan izin usaha dan mendorong keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan budaya.

Dengan dukungan ini, diharapkan dapat memperluas peluang usaha dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat lebih luas.

Camat Sebulu, Edy Fachruddin, mengungkapkan bahwa pengembangan UMKM di wilayahnya saat ini difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemasaran produk melalui platform marketplace.

Dengan adanya NIB, para pelaku UMKM memiliki legalitas yang sah dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

“UMKM di Sebulu sudah mulai dibantu pengurusan NIB dan pemasangan produk di marketplace. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan daya saing dan memperbesar pasar mereka,” ujar Edy pada Selasa (29/4/25).

Selain itu, Edy juga menyebut pelaku ekonomi kreatif di Sebulu didorong untuk ikut serta dalam berbagai event budaya yang diadakan di tingkat kabupaten.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk promosi produk, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenalkan seni dan budaya lokal.

“Kami juga mendukung teman-teman ekonomi kreatif dengan melibatkan mereka dalam event-event kabupaten. Beberapa penari dari Sebulu bahkan sempat tampil di Simpang Odah Etam kemarin,” ucapnya.

Edy menegaskan pentingnya kerja sama antara berbagai instansi dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif.

Dengan sinergi yang baik, program-program di kecamatan bisa lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan kolaborasi antar semua pihak terus berjalan, sehingga dapat mempermudah proses bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Sebulu,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Camat Loa Janan Desak Perbaikan Longsor KM 28 Segera Dilakukan

Tenggarong – Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mendesak agar perbaikan di lokasi longsor KM 28 Desa Batuah RT 25 segera dilakukan.

Longsor yang terjadi di dekat jalan poros Balikpapan-Samarinda itu dinilai membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan.

Desakan ini disampaikan Hery saat diwawancarai pada Senin (28/4/25), menyusul perhatian luas setelah video longsor viral di media sosial.

Hery menjelaskan bahwa meskipun jalan tersebut berstatus jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Balai Jalan Nasional, pihaknya telah melakukan upaya penanganan sementara dengan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kami segera melakukan langkah darurat untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Namun, perbaikan permanen harus dilakukan secepatnya,” terangnya.

Hery juga menyampaikan, beberapa waktu lalu anggota DPRD Kukar telah meninjau lokasi longsor dan berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas masalah ini lebih lanjut

“Kami berharap keputusan yang tepat dapat segera diambil, agar tidak ada korban jiwa atau kerusakan lebih lanjut,” lanjutnya.

Terkait penyebab longsor, Hery menyampaikan keluhan warga setempat yang menduga bahwa longsor terjadi akibat dari aktivitas pertambangan di sekitar lokasi turut memperburuk kondisi tanah.

“Kami mengusulkan agar Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan kajian akademis untuk memastikan penyebab longsor ini,” ujarnya.

Selain rumah warga, longsor ini juga berdampak pada sebuah rumah ibadah. Warga yang terdampak kini mengungsi ke rumah kerabat mereka untuk sementara waktu.

Hery menyebut, geologis wilayah Kalimantan Timur memang memiliki kondisi tanah yang rawan bergerak.

Fenomena serupa, seperti jalan amblas, sudah sering terjadi di sejumlah titik Kecamatan Loa Janan.

“Di KM 28 ini, jalan sudah beberapa kali diaspal, tetapi tetap turun lagi karena pergerakan tanah. Kami sangat berharap hasil kajian dari Unmul bisa segera keluar agar perbaikan permanen bisa segera dilakukan demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Camat Loa Janan Terima Piala Tetap Usai Pertahankan Juara Umum MTQ Tiga Kali Berturut-Turut

Tenggarong – Kecamatan Loa Janan resmi menerima piala bergilir yang kini menjadi piala tetap setelah berhasil meraih juara umum tiga kali berturut-turut dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Penyerahan piala tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sungono, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kukar kepada Camat Loa Janan, Hery Rusnadi.

Penyerahan dilakukan dalam acara Pembukaan Rapat Kerja (Raker) LPTQ se-Kabupaten Kukar di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Sabtu (26/4/25).

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menyampaikan rasa syukur atas diterimanya piala bergilir yang kini resmi menjadi piala tetap.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima piala bergilir yang resmi menjadi piala tetap. Ini karena Kecamatan Loa Janan berhasil meraih juara umum tiga kali berturut-turut,” ujarnya.

Hery juga menyebutkan, jika dihitung secara keseluruhan, Kecamatan Loa Janan sebenarnya sudah meraih juara umum lima hingga enam kali, namun baru kali ini mereka berhasil mempertahankan gelar tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Menurut Hery, keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Kecamatan Loa Janan terus bersinergi dengan Ketua LPTQ Kecamatan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, serta berbagai stakeholder lainnya untuk mencetak generasi yang berprestasi.

“Pembinaan rutin kami lakukan, termasuk dengan mengadakan MTQ tingkat kecamatan. Tahun ini, MTQ tingkat Kecamatan Loa Janan direncanakan dilaksanakan di Desa Loa Duri Hilir, setelah MTQ tingkat Provinsi yang insya Allah akan digelar akhir Juli,” jelas Hery.

Selain itu, Kecamatan Loa Janan juga mengirimkan 21 peserta untuk mengikuti seleksi tahap kedua di tingkat provinsi.

“Saya selalu berpesan kepada peserta, jangan terlalu fokus berharap menang. Yang penting adalah berusaha semaksimal mungkin dan tampilkan performa terbaik,” tuturnya.

Hery menambahkan, beberapa peserta dari Kecamatan Loa Janan sebelumnya sudah berhasil melaju hingga tingkat nasional, dan salah satu peserta bahkan menerima penghargaan berupa rumah dari Bupati Kukar sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.

“Ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berprestasi,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Kukar Targetkan Juara Umum Lagi di MTQ Tingkat Provinsi

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan kembali meraih gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk mewujudkan target tersebut, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar menggelar Seleksi Pra TC Tahap II sekaligus Rapat Kerja (Raker) di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Sabtu (26/4/25).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekda Kukar, Sunggono. Ia menyampaikan pentingnya fokus meningkatkan kualitas peserta dan menjaga performa dalam menghadapi MTQ yang akan berlangsung di Kutai Timur pada Juli mendatang.

“Hari ini alhamdulillah pengurus LPTQ sebagaimana kegiatan tahap kedua bagi anak-anak kami yang mengikuti MTQ di Kutai Timur. Sampai itu kami melaksanakan rapat kerja dan diikuti LPTQ se-kecamatan, beberapa hal tadi mudah-mudahan bagaimana kita bisa fokus kualitas kita dan menjaga performa dan tetap menjadi juara umum yang ke tujuh kalinya,” ujar Sunggono.

Sunggono juga mengingatkan bahwa usaha keras perlu dibarengi dengan motivasi yang tepat.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah bersama LPTQ telah menyiapkan berbagai bentuk penghargaan untuk peserta terbaik.

“Beberapa motivasi yang diberikan baik rumah ataupun hadiah umroh telah disiapkan bagi mereka yang juara,” ungkapnya.

Tahun ini, Kukar akan mengirimkan sebanyak 90 orang kafilah untuk mengikuti MTQ provinsi, meski dua cabang lomba yakni hadis dan penulisan ilmiah hadis tidak diikutsertakan karena tidak diperlombakan.

Sunggono optimistis Kukar mampu mempertahankan tradisi juara yang sudah diraih enam kali berturut-turut.

“Targetnya kuat, juara umum untuk ke tujuh kalinya,” pungkasnya. (adv/ak/ko)