Pengangkatan P3K di Kukar Jadi Titik Awal Perbaikan Pelayanan Publik

Tenggarong – Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi titik awal dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan penambahan tenaga ASN melalui jalur P3K, pemerintah daerah berharap bisa memenuhi kebutuhan layanan yang semakin kompleks dari masyarakat.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan P3K secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, di halaman Kantor Bupati Kukar pada Senin (2/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono menyampaikan ucapan selamat dan menegaskan status baru sebagai P3K membawa tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Ini adalah tonggak awal, dan kalian semua adalah bagian penting dalam barisan pertama pelayanan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sunggono menjelaskan, pengangkatan P3K ini mengikuti amanat pemerintah pusat yang menargetkan penyelesaian rekrutmen hingga akhir 2024.

Namun, pelaksanaannya di daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran daerah.

“Kebijakan ini juga didasarkan pada pertimbangan subjektif dan objektif yang kemudian diputuskan Bupati untuk mengangkat keseluruhan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penambahan ASN melalui jalur P3K berpengaruh pada belanja pegawai daerah.

Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai baru menjadi hal wajib untuk memenuhi harapan masyarakat atas layanan publik yang lebih baik.

“P3K harus segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja birokrasi dan budaya organisasi perangkat daerah,” tegasnya.

Ia menyebut, kinerja para P3K akan dievaluasi setiap tahun berdasarkan kontribusi nyata dalam pelayanan publik.

Pegawai yang menunjukkan kinerja baik akan mendapat peluang pengembangan karier, sementara yang tidak memenuhi target berisiko tidak diperpanjang kontraknya.

“Kontrak awal berlaku satu tahun, lalu dievaluasi setiap tahun. Ini semua berbasis evaluasi objektif terhadap kontribusi nyata dalam pelayanan publik,” pungkasnya. (ak/ko)

DPRD Samarinda Ingatkan Pemerintah Tak Lengah Meski Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8,64 Persen

Samarinda – Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang mencapai 8,64 persen dalam setahun terakhir menjadi capaian membanggakan bagi pemerintah kota. Namun, DPRD Kota Samarinda mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan indikator positif, namun belum tentu mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.

“Data itu penting, tapi jangan sampai kita hanya sibuk melihat grafik. Yang paling utama adalah, apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Arif, sapaannya.

Menurutnya, capaian ekonomi yang tinggi harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Ia menekankan pentingnya kritik konstruktif sebagai bahan evaluasi kebijakan pemerintah.

“Kalau kami kasih masukan, itu langsung ke dewa-nya. Supaya pembangunan tidak asal jalan, tapi tepat sasaran,” tegasnya.

Arif mengakui bahwa pembangunan fisik di Samarinda menunjukkan progres yang pesat. Namun, ia mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan krusial yang perlu mendapat perhatian serius, seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.

Untuk itu, ia mendorong sinergi yang lebih kuat antara DPRD dan pemerintah kota, terutama dalam menciptakan ruang dialog yang terbuka dan produktif.

“Jangan sampai kalau dikritik, dianggap tidak suka. Itu pola pikir lama. Sekarang semua harus terbuka terhadap masukan,” jelasnya.

Arif berharap, di periode kedua kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, komunikasi antara eksekutif dan legislatif tetap terjalin erat demi memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kritik itu bukan menjatuhkan, tapi menguatkan. Itu suara rakyat yang kami sampaikan langsung ke pucuk pimpinan daerah,” tutupnya. (adv)

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Lubang Eks Tambang untuk Wisata Guna Tingkatkan PAD

Samarinda – Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Andi Saharuddin, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk lebih serius dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menilai, salah satu sektor yang memiliki prospek besar dalam meningkatkan PAD adalah pariwisata, khususnya melalui pemanfaatan lubang eks tambang batu bara.

Menurut Andi, wacana tersebut menjadi semakin relevan mengingat rencana penghentian perizinan tambang batu bara pada tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan yang baik terhadap lubang bekas tambang dapat membuka peluang baru bagi sektor pariwisata di Samarinda.

“Potensinya ada, tapi tentu harus dikelola dengan baik. Jika dilakukan dengan benar, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. Kuncinya adalah kerja sama yang solid antara Pemkot dan pihak pengusaha tambang,” ujarnya kepada awak media.

Andi juga menilai bahwa dibandingkan dengan sektor peternakan atau perikanan, pengembangan wisata di kawasan eks tambang jauh lebih realistis.

Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar sulfur dalam air tambang yang membuatnya tidak cocok untuk budidaya ikan maupun pertanian.

Ia berharap, dengan langkah strategis dan perencanaan matang, potensi wisata di lubang eks tambang dapat menjadi sumber PAD yang signifikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Samarinda. (adv)

Harga Cabai Melonjak, DPRD Samarinda Desak Pemkot Gelar Pasar Murah

Samarinda – Lonjakan harga cabai yang terjadi di Kota Samarinda menjelang Lebaran memicu keprihatinan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Menanggapi kondisi tersebut, DPRD meminta pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) untuk menstabilkan harga cabai di pasaran.

“Kami telah berkomunikasi dengan Disperindakop agar segera mengadakan pasar murah sebagai upaya menstabilkan harga menjelang Lebaran,” ujar Rusdi saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, baru-baru ini.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai dan bahan pokok lainnya dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat, terutama dengan meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.

“Oleh karena itu, kami meminta pemerintah daerah untuk segera bertindak nyata dalam mengatasi permasalahan ini, agar tidak semakin memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Langkah pasar murah dinilai sebagai solusi jangka pendek yang dapat membantu menekan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. DPRD berharap Pemkot Samarinda dapat segera merealisasikan langkah tersebut sebelum harga-harga semakin melonjak. (adv)

Penertiban Pom Mini di Samarinda Mandek, DPRD Desak Pemkot Segera Bertindak

Samarinda – Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat telah disahkan sejak Desember 2024, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan konkret dari Pemerintah Kota Samarinda untuk menertibkan usaha pengisian bahan bakar minyak (BBM) eceran tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyayangkan sikap pasif sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menegakkan aturan tersebut. Menurutnya, dengan telah disahkannya Perda, tidak ada lagi alasan untuk menunda proses penindakan.

“Perdanya sudah jelas disahkan. Dulu alasannya menunggu regulasi, sekarang sudah ada, tapi belum juga ada pergerakan. Ini sangat mengecewakan,” ujar Samri.

Ia menilai keberadaan pom mini sebagai usaha yang rawan, terutama karena tidak memenuhi standar keselamatan yang layak. Risiko kebakaran menjadi ancaman serius yang mengintai masyarakat, namun hingga kini belum ada upaya nyata dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban.

Untuk itu, DPRD berencana memanggil pihak Satpol PP guna meminta penjelasan atas lambannya pelaksanaan Perda. Meski mendesak penindakan, Samri mengingatkan agar pendekatan yang digunakan tetap persuasif dan komunikatif.

“Jangan sampai saat dilakukan penertiban, masyarakat malah menganggap DPRD yang menzalimi. Harus ada sosialisasi yang adil dan komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, Samri mengungkapkan bahwa proses penertiban kemungkinan besar baru akan berjalan efektif setelah pelantikan struktur OPD baru oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Penertiban ini bisa jadi akan dilakukan setelah struktur OPD baru terbentuk dan dilantik. Kami harap itu segera terealisasi,” ujarnya.

Ia pun menegaskan pentingnya kepastian hukum agar masyarakat tidak bingung dalam menyikapi aturan yang berlaku. Samri berharap Pemkot tidak lagi menunda penegakan Perda demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. (adv)

Distanak Kukar dan Unikarta Jalin Kerja Sama Dibidang Pendidikan dan Inovasi Pertanian

Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan praktis dan inovasi pertanian.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kukar.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkai bersamaan dengan acara Wisuda Sarjana ke-41 dan Pascasarjana ke-25 Tahun Akademik 2024/2025 Unikarta, di Gedung Beladiri Stadion Aji Imbut, Tenggarong pada Sabtu (31/05/2025).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, bersama perwakilan Unikarta sebagai bentuk komitmen penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi.

“Ini bagian dari komitmen kami dalam menjembatani kebutuhan pendidikan dan kebutuhan pembangunan pertanian Kukar,” ujarnya.

MoU ini merupakan tindak lanjut dari payung kerja sama yang telah lebih dulu ditandatangani antara Bupati Kukar dengan pihak Unikarta.

Melalui MoU ini, kedua belah pihak sepakat mengembangkan berbagai program bersama, mulai dari riset terapan hingga praktik lapangan di tengah masyarakat.

Salah satu bentuk dari kerja sama tersebut adalah pembangunan greenhouse modern di lingkungan kampus Unikarta.

Fasilitas ini akan difungsikan sebagai laboratorium terbuka untuk mahasiswa sekaligus pusat pelatihan teknologi pertanian.

“Greenhouse ini kami harapkan bisa menjadi tempat belajar dan berinovasi bagi mahasiswa, sekaligus mencetak generasi petani milenial yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkap Taufik.

Tak hanya itu, mahasiswa Fakultas Pertanian akan mendapat kesempatan belajar langsung di UPTD dan wilayah dampingan Distanak, serta keterlibatan aktif dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan kuliah umum terkait potensi pertanian lokal.

“MoU ini berlaku selama tiga tahun. Kami harap selama periode itu, sinergi ini bisa menghasilkan banyak manfaat, baik untuk dunia pendidikan maupun untuk masyarakat petani di Kukar,” jelasnya.

Taufik pun berpesan kepada para mahasiswa agar menekuni ilmu pertanian secara serius dan menyeluruh.

“Pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis inilah yang akan jadi bekal kalian di masa depan. Saya yakin alumni Fakultas Pertanian Unikarta mampu jadi pencipta lapangan kerja di sektor yang sangat menjanjikan ini,” pungkasnya. (ak/ko)