DPRD Kukar Setujui Pembentukan Desa Baru untuk Percepatan Pembangunan

Tenggarong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menyetujui pembentukan delapan desa baru sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan pemerataan pelayanan publik di wilayah pedesaan.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-22 Masa Sidang I Tahun 2025 di ruang utama DPRD Kukar, Jumat (7/11/2025),

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, didampingi Wakil Ketua I Abdul Rasid serta Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, hadir mewakili pemerintah daerah.

Suasana rapat berjalan tertib, dengan perhatian penuh terhadap setiap keputusan karena akan berdampak langsung pada penyelenggaraan pemerintahan desa.

Dalam keterangannya, Ahmad Yani menyampaikan bahwa persetujuan pembentukan desa baru diharapkan dapat memperkuat layanan publik dan mempercepat pembangunan di tingkat desa.

“Setelah disetujui menjadi desa definitif, tentu ada konsekuensi anggaran yang harus dipersiapkan. Pemerintah daerah perlu mengalokasikan kebutuhan dana desa, alokasi dana desa, serta keperluan administratif lainnya,” ujarnya.

Meskipun proses pengesahan resmi masih menunggu keputusan pemerintah pusat, Pemkab Kukar diminta untuk segera menyiapkan anggaran pendukung pada tahun 2026.

Menurutnya, kesiapan anggaran ini penting agar transisi pemerintahan di desa baru dapat berjalan lancar tanpa hambatan administratif maupun finansial.

“Intinya, setelah disetujui, maka anggaran harus mengikuti. Kami berharap delapan desa tersebut bisa masuk dalam rencana anggaran tahun 2026,” tutupnya.

Delapan desa yang disahkan melalui Raperda tersebut adalah:

1. Desa Sumber Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang

2. Desa Sungai Payang Ilir, Kecamatan Loa Kulu

3. Desa Tanjung Berukang, Kecamatan Anggana

4. Desa Loa Duri Seberang, Kecamatan Loa Janan

5. Desa Badak Makmur, Kecamatan Muara Badak

6. Desa Jembayan Ilir, Kecamatan Loa Kulu

7. Desa Kembang Janggut Ulu, Kecamatan Kembang Janggut

8. Perubahan sebagian wilayah Kelurahan Mangkurawang menjadi Desa Mangkurawang Darat, Kecamatan Tenggarong. (ak/ko)

Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham Gelar Reses di Desa Sidomukti Kecamatan Muara Kaman

Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, menggelar reses di RT 30 Desa Sidomukti, Kecamatan Muara Kaman pada Rabu (5/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Idham menjelaskan kegiatan reses ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung masukan dari masyarakat.

“Reses kita tujuannya pertama silaturahmi, silaturahmi. Yang kedua, kita menyerap aspirasi-aspirasi, saran, dan usul dari ibu bapak tadi,” ujarnya.

Beberapa usulan pun disampaikan oleh warga, khususnya yang berkaitan dengan perkebunan sawit yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di Desa Sidomukti.

Idham menyebut aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah kebutuhan akan bibit dan pupuk kelapa sawit.

“Dan juga sudah ada beberapa yang masuk tadi, ada tiga kalau tidak salah, terutama terkait perkebunan sawit. Mereka meminta bibit sawit dan pupuknya,” jelasnya.

Ia menegaskan, semua aspirasi yang diterima akan dibawa dan disampaikan ke pihak sekretariat DPRD Kukar agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Reses kita hari ini harapannya bisa menyerap apa yang diinginkan oleh warga Muara Kaman. Insya Allah nanti usulan-usulan mereka akan kita sampaikan ke sekretariat dan dicatat sebagai masukan untuk kegiatan Pemkab Kukar,” tutupnya. (ak/ko)

Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham Perjuangkan Pembangunan Kembali SDN 024 Sebulu Pasca Kebakaran

Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Idham turun langsung memperjuangkan pembangunan kembali SDN 024 Sebulu yang baru saja dilanda kebakaran hebat.

Ia mengatakan bahwa sekolah tersebut akan menjadi prioritas dalam anggaran murni 2026, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal secepatnya.

Hal itu disampaikan Idham usai meninjau langsung lokasi kebakaran pada Rabu (5/11/2025), sehari setelah peristiwa tersebut terjadi.

Ia menegaskan, kebakaran yang menghanguskan empat ruang kelas itu menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Kukar.

“Insya Allah kita akan usahakan karena ini sifatnya mendesak,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan ruangan.

Politikus dari Fraksi PKS ini menyampaikan, pembangunan kembali SDN 024 Sebulu akan dimasukkan dalam anggaran murni tahun 2026.

“Ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Kita harapkan pada awal tahun nanti sudah mulai dilakukan pembangunan ruang kelas untuk SDN 024 Sebulu,” tegasnya.

Untuk solusi sementara, Idham menjelaskan, proses belajar mengajar akan diatur dengan sistem dua shift.

“Anak-anak kemungkinan akan masuk sekolah dengan sistem pagi dan sore. Karena yang terbakar ada empat ruang, masih ada empat ruang lainnya yang bisa digunakan,” kata dia.

Ia juga menuturkan, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tindak lanjut pembangunan dapat segera dimulai.

“Kita akan minta bagian terkait, termasuk kabid SD dan kabid sarpras Disdikbud Kukar, untuk menindaklanjuti hal ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Idham mengaku prihatin dengan kondisi sekolah dan para siswa.

“Kasihan juga karena barang-barang sekolah habis terbakar, tidak tersisa. Namun, kita harapkan pihak sekolah bisa tetap mengatur kegiatan belajar dengan baik,” tuturnya.

Ia menyebut akan segera merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, agar SDN 024 Sebulu menjadi prioritas utama dalam pembangunan.

“Ini sangat penting dan sifatnya urgent. Harapannya, tidak seperti biasanya yang menunggu pertengahan atau akhir tahun, tapi bisa seperti proyek PU yang sudah mulai dikerjakan di awal tahun,” pungkasnya. (ak/ko)

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Minta Pemerintah Serius Atasi Krisis Air Bersih

Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani meminta Pemkab Kukar untuk benar-benar serius dalam mengatasi krisis air bersih yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong.

Ia menilai, kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian utama dan tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut.

“Tidak boleh lagi ada wilayah atau masyarakat yang tidak menikmati air bersih. Karena itu, jika diperlukan pembangunan instalasi atau jaringan pemipaan, maka harus dimasukkan dalam APBD Tahun 2026,” ucapnya, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai, program penyediaan air bersih harus menjadi prioritas utama bagi Pemkab Kukar.

Bahkan, kata dia, kegiatan lain bisa ditunda atau dibatalkan asalkan masyarakat bisa mendapatkan akses air bersih secara penuh dan layak.

“Yang paling penting adalah bagaimana air bersih bisa sampai ke rumah warga. Air yang telah diolah oleh PDAM harus dapat dinikmati masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Ahmad Yani mengatakan, struktur APBD Kukar wajib mengalokasikan pembangunan instalasi dan jaringan pemipaan agar distribusi air bersih tersalurkan dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa program ini harus mulai direncanakan dan dilaksanakan sejak tahun anggaran 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“DPRD Kukar menghimbau pemerintah kabupaten untuk menuntaskan seluruh permasalahan air bersih yang masih terjadi. Jika masih ada masyarakat yang belum menikmati air bersih, hal tersebut harus segera diselesaikan pada tahun 2026 dan tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti peran Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang dianggap sangat vital dalam penyediaan air bersih.

Ahmad Yani meminta agar dinas tersebut mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan tersebut dan tidak mencari alasan untuk menundanya.

“Kalaupun anggarannya terbatas, bisa menggunakan skema multiyears agar proyek tetap berjalan,” jelasnya.

Ahmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Kukar harus berani memprioritaskan kebutuhan air bersih, meskipun membutuhkan biaya besar.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda atau mengabaikannya,” pungkasnya. (ak/ko)

Si Jago Merah Lahap Enam Ruang Kelas SDN 024 Sebulu, Petugas Kesulitan Air di Lokasi Perbukitan

Tenggarong – Si jago merah melahap enam ruang kelas SDN 024 Sebulu RT 19, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (4/11/2025).

Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik juga merusak sejumlah fasilitas sekolah lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar, Fida Hurasani menyebut, petugas sempat kesulitan dalam memadamkan api karena sekolah berada di kawasan dataran tinggi yang sulit dijangkau sumber air.

“Api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.38 WITA, dan beruntung saat itu seluruh siswa sudah pulang sekolah. Kami langsung berkoordinasi dengan relawan kebakaran Desa Sumber Sari serta Damkar Kecamatan Sebulu dan Segihan untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

Menurutnya, medan yang menanjak dan terbatasnya pasokan air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Lokasi sekolah jauh dari sungai, sementara sumur di sekitar tidak mampu memenuhi kebutuhan air. Mobil tangki bahkan harus bolak-balik mengambil air dari titik terdekat,” lanjutnya.

Dalam proses pemadaman, Disdamkartan Kukar mengerahkan tiga unit mobil pemadam dari Pos SP1, Segihan, dan Pos Induk Matan Kukar.

Bantuan juga datang dari PT Surya Hutani Jaya serta warga setempat yang menyediakan dua tandon air darurat.

“Berkat kerja keras petugas dan relawan, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.35 WITA setelah lebih dari satu jam upaya penyiraman nonstop,” terang Fida.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari ruang perpustakaan.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan beratap seng membuat si jago merah cepat menjalar ke ruang-ruang kelas.

“Enam ruang kelas hangus terbakar, yakni kelas 4B, 5A, 5B, dan 6, serta dua ruang guru. Sementara ruang koperasi, dapur, dan perpustakaan mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.

Fida mengungkapkan, hanya tujuh ruang sekolah yang tersisa dalam kondisi utuh, sementara sebagian besar buku, alat pembelajaran, dan arsip sekolah tidak dapat diselamatkan.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan di fasilitas umum, terutama di wilayah dataran tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa pentingnya sarana pendukung darurat di kawasan perbukitan agar penanganan kebakaran lebih cepat.

“Wilayah seperti SP1 dan sekitarnya perlu memiliki tandon air permanen. Selain itu, pemeriksaan rutin instalasi listrik di sekolah harus dilakukan untuk mencegah korsleting,” tutupnya. (ak/ko)

Setelah 13 Tahun Tak Selesai, Bupati Aulia Akhirnya Resmikan Pembangunan Jembatan Sei Jongkang

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meresmikan Jembatan Sei Jongkang, di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kukar pada Senin (3/11/2025).

Peresmian berlangsung khidmat dengan penandatanganan prasasti, prosesi adat tepong tawar, serta pemecahan kendi berisi air bunga oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin.

Setelah prosesi adat, Bupati, Sultan, dan masyarakat turut makan bersama di atas jembatan sebagai bentuk syukur atas rampungnya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.

Bupati Aulia menjelaskan bahwa Jongkang memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif menuju Kota Samarinda dan Balikpapan.

“Kalau kita melewati Jongkang, jarak tempuhnya bisa hanya setengah jam saja. Jalur ini bisa memangkas waktu hingga setengah jam dibandingkan lewat Samarinda dari Tenggarong ke pintu tol,” terangnya.

Ia menyebut, penyelesaian pembangunan Jembatan Sei Jongkang yang sempat tertunda selama 13 tahun dilakukan karena jalur ini memiliki peran penting sebagai jalur logistik utama.

Lebih lanjut, Aulia mengungkapkan bahwa kawasan Jongkang akan dikembangkan menjadi wilayah baru yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Loa Kulu dan sekitarnya.

“Kami sudah mendesain kota baru di Jongkang. Banyak kegiatan industri yang mulai berjalan di sini, seperti perkapalan dan dok kapal. Lahannya masih sangat luas dan memungkinkan untuk ditata dengan baik dan rapi,” jelasnya.

Kata dia, Pemkab Kukar, juga akan menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di kawasan tersebut, mulai dari rencana pembangunan mall, sekolah internasional, hingga kehadiran Rumah Sakit Parikesit bertaraf internasional.

“Kita ingin Jongkang menjadi kawasan yang hidup, lengkap dengan fasilitas publik yang memadai seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. Mudah-mudahan ke depan bisa seperti di Balikpapan, ada beberapa spot kota baru yang tumbuh di sini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan Jembatan Sei Jongkang dibangun dengan anggaran tahun 2025 sebesar Rp14,9 miliar. Memiliki panjang 16 meter dan lebar 7 meter, serta dilengkapi trotoar, lampu penerangan, dan pagar pengaman.

“Jembatan ini masuk dalam ruas Jalan Teluk Dalam-Jongkang sepanjang 10 kilometer. Dengan selesainya pembangunan ini, kita harapkan akses masyarakat makin mudah dan ekonomi sekitar bisa tumbuh pesat,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa ke depan ruas jalan tersebut akan dikembangkan menjadi dua jalur agar mobilitas hulu hilir kendaraan semakin lancar.

“Sebagian besar lahannya sudah dibebaskan dan sebagian lagi sudah dikerjakan sebelumnya. Karena keterbatasan anggaran, kita fokus dulu pada fungsinya agar bisa digunakan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)