Diskop UKM Kukar Matangkan Kawasan Ekonomi Sejahtera untuk Perkuat Rantai Produksi UMKM

Tenggarong – Dinas Koprasi dan UKM (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan pengembangan Kawasan Ekonomi Sejahtera sebagai bagian dari program Kukar Idaman Terbaik yang menargetkan penguatan hilirisasi produk daerah.

Program ini diarahkan untuk memperkuat rantai produksi UMKM agar hasil sumber daya alam di Kukar dapat diolah terlebih dahulu sebelum masuk pasar.

Kabid Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, mengatakan progres pengembangan kawasan saat ini masih dibahas bersama Bappeda dan beberapa perangkat daerah terkait.

Ia menegaskan bahwa peran Diskop UKM bersama para pelaku UMKM ialah menjadi penghubung dalam kawasan tersebut.

“Peran kami di Diskop UKM serta keberadaan para pelaku UMKM di Kawasan Ekonomi Sejahtera adalah sebagai community hub,” jelasnya, Jumat (21/11/2025).

Fathul menyampaikan, kawasan ini disiapkan untuk menghubungkan pelaku usaha hulu dengan pelaku pengolahan produk guna memperkuat nilai tambah suatu produk.

“Intinya, Kawasan Ekonomi Sejahtera bertujuan agar produk sumber daya alam dari Kukar dapat dikirim ke pasar bukan dalam bentuk bahan mentah, melainkan dalam bentuk olahan,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat menghadirkan diversifikasi dan peningkatan nilai produk masyarakat.

Ia menjelaskan program ini nantinya akan dikembangkan dalam tiga zona utama, yaitu perkotaan, pesisir, dan hulu. Setiap zona akan diarahkan pada produk unggulan yang disesuaikan dengan potensi wilayahnya.

Dalam kawasan tersebut, Diskop UKM akan fokus menyiapkan pelaku usaha agar mampu menyerap dan mengolah sumber daya lokal secara optimal.

Pendampingan yang dilakukan mencakup peningkatan kapasitas usaha, pemahaman rantai pasok hingga kesiapan produksi.

Program tersebut didesain agar UMKM mendapatkan ruang tumbuh yang lebih kuat dan terarah.

“Harapannya, ada diversifikasi produk serta nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui rangkaian program Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Kukar berharap Kawasan Ekonomi Sejahtera dapat menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di masing-masing wilayah.

Kata dia, Diskop UKM berkomitmen untuk memastikan pelaku UMKM di setiap zona siap mengambil peran dalam proses hilirisasi.

“Peran Diskop UKM adalah menyiapkan para pelaku usaha di wilayah tersebut agar mampu menyerap sumber daya alam setempat secara maksimal dan mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Diskop UKM Kukar Luncurkan Program Jadi Pengusaha untuk Cetak Pelaku Usaha Baru

Tenggarong – Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan Program Jadi Pengusaha, sebuah inisiatif pendampingan yang dirancang untuk mencetak pelaku usaha baru di daerah.

Program ini memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha namun masih membutuhkan bimbingan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM yang selaras dengan pengembangan ekonomi daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik.

Kabid Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan program ini hadir karena banyak masyarakat yang memiliki minat usaha tetapi belum memahami proses memulai bisnis secara benar.

Pendampingan diberikan mulai dari pemilihan jenis usaha, penyusunan model usaha, hingga pengelolaan yang sesuai standar.

“Kami ingin masyarakat yang ingin berwirausaha mendapatkan jalur yang jelas agar ketika memulai, mereka benar-benar siap,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Fathul menyebutkan, konsep inkubasi dipilih karena terbukti lebih efektif dalam mencetak pelaku usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan ini, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif hingga usahanya benar-benar berdiri.

“Kalau kita hanya memberikan pelatihan sekali dua kali, hasilnya tidak maksimal. Inkubasi memberikan proses yang lebih menyeluruh,” jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari strategi memperbesar kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.

Diskop UKM berharap lahirnya wirausaha baru dapat memperkuat rantai pasok lokal dan membuka lapangan kerja di masyarakat.

Pendekatan pembinaan seperti ini juga menjadi implementasi langsung dari arah pembangunan ekonomi yang tertuang dalam program Kukar Idaman Terbaik.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat kesempatan untuk berkembang dalam ekosistem usaha yang sehat,” tuturnya.

Ia berharap Program Jadi Pengusaha dapat menjadi motor lahirnya generasi pelaku usaha Kukar yang inovatif dan berdaya saing.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi warga yang ingin mencoba memulai usaha dan berkembang,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pekan Pesta Rasa Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Hilirisasi Produk Pertanian Daerah

Tenggarong – Pekan Pesta Rasa 2025 yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) di Taman Kota Raja, Kecamatan Tenggarong menjadi momentum penting untuk mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan hilirisasi produk pertanian daerah.

Program ini tidak hanya menonjolkan potensi komoditas lokal, tetapi juga selaras dengan arah pembangunan ekonomi yang diusung dalam program Kukar Idaman Terbaik, terutama pada sektor penguatan UMKM berbasis sumber daya lokal.

Kabid Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan hilirisasi dua bahan pangan utama, yakni labu kuning dan ubi rambat dalam Pekan Pesta Rasa menjadi fokus karena keduanya merupakan komoditas pertanian terbesar di Kukar.

Melalui workshop dan perlombaan memasak yang akan di gelar di Pekan Pesta Rasa, pemerintah mendorong pelaku usaha melihat peluang baru dalam pengolahan produk lokal.

“Kami ingin pelaku usaha melihat peluang besar yang muncul ketika komoditas lokal diolah secara kreatif,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Menurut Fathul, pengembangan olahan berbasis komoditas daerah ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk identitas kuliner Kukar.

Ia menyebut langkah ini sejalan dengan semangat mendorong inovasi sebagai fondasi UMKM naik kelas.

“Ketika kita bicara UMKM naik kelas, maka nilai tambah dan inovasi menjadi faktor kunci,” jelasnya.

Ia mengatakan, perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjual bahan mentah adalah bagian penting dari upaya penguatan sektor ekonomi.

Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha ikut mengembangkan produk olahan yang siap dipasarkan dan memiliki nilai tambah.

“Kami ingin hilirisasi ini benar-benar menjadi langkah konkret bagi UMKM untuk berkembang,” kata dia.

Fathul menegaskan, penguatan hilirisasi pangan lokal yang muncul dalam Pekan Pesta Rasa ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan yang dijalankan Diskop UKM untuk mendukung ekosistem UMKM yang lebih kuat.

“Inilah contoh nyata program yang sejalan dengan misi penguatan ekonomi masyarakat dalam program Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pekan Pesta Rasa Jadi Momentum Pemkab Kukar Kuatkan Ekonomi Kreatif dan UMKM

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menjadikan Pekan Pesta Rasa sebagai momentum untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM melalui arah pembangunan Kukar Idaman Terbaik.

Kegiatan ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, di Taman Kota Raja Tenggarong pada Rabu (19/11/2025).

Dafip menyampaikan, Pekan Pesta Rasa dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih luas.

Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan pengambang UMKM berjalan dengan bisi baru daerah.

“Pekan Pesta Rasa ini menunjukkan bagaimana pemerintah mendorong UMKM agar lebih siap bersaing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil pendampingan, pembinaan, dan kurasi yang disesuaikan dengan target kualitas program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Melalui proses ini, pemerintah ingin memastikan produk UMKM memiliki standar yang lebih kuat. “Setiap produk yang dipilih sudah melalui pembinaan sesuai standar yang ingin kita capai,” kata dia.

Menurutnya, ekonomi kreatif kini menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi Kukar.

Pemerintah menekankan bahwa inovasi, kemandirian, dan kreativitas harus menjadi fondasi baru pembangunan.

“Penguatan ekonomi kreatif adalah bagian penting dari visi pembangunan Kukar,” tegasnya.

Dafip juga menyoroti Program Stimulus Komunitas Kreatif yang memberi akses pendanaan, fasilitas, dan ruang kolaborasi bagi talenta lokal.

“Program ini memberi kesempatan bagi pelaku inovasi untuk berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Ia berharap rangkaian business matching dan workshop dalam Pekan Pesta Rasa mampu memberi dampak langsung bagi pelaku usaha.

“Kami ingin pelaku UMKM pulang dengan kemampuan baru dan jejaring yang lebih kuat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Upaya Perlindungan Anak Resmi Masuk Agenda Prioritas Program Kukar Idaman Terbaik

Tenggarong – Upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak kini menjadi salah satu prioritas nyata dalam pelaksanaan Program Kukar Idaman Terbaik.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memperluas langkah kerja dengan memperkuat kelembagaan, pembinaan, serta ruang pengembangan karakter bagi anak sebagai fondasi perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno mengatakan, penguatan perlindungan anak merupakan mandat daerah yang terus dijalankan secara konsisten, termasuk memastikan lingkungan tumbuh kembang anak tetap aman dan terlindungi.

“Kami memastikan anak-anak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan terbebas dari tindak kekerasan maupun hal-hal yang dapat merugikan tumbuh kembang mereka,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

2025 ini, kata dia, Pemkab Kukar mulai membangun struktur perlindungan anak secara lebih sistematis melalui pembentukan Forum Anak dan Gugus Tugas Perlindungan Anak di berbagai wilayah.

Hero menegaskan, aspek regulasi telah disiapkan lengkap melalui Perda, keputusan bupati, hingga instruksi pelaksanaan sebagai dasar hukum program.

“Setelah lembaga terbentuk, fokus kami berikutnya adalah peningkatan kompetensi anak-anak yang terlibat. Kami sudah mulai melakukan pembinaan dan pelatihan,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, DP3A juga sedang mempersiapkan Jambore Anak tingkat kabupaten yang akan menjadi ruang edukasi, interaksi, dan pembentukan karakter.

Kegiatan ini nantinya akan menghadirkan anak-anak dari seluruh kecamatan di Kukar untuk belajar tentang perlindungan diri, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.

Hero juga menegaskan, perlindungan anak merupakan bagian dari layanan dasar pemerintah daerah yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan dukungan lingkungan sosial yang ramah anak.

Upaya ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak berhenti pada fisik dan infrastruktur saja, tetapi juga pada penguatan generasi penerus daerah.

“Kami ingin anak-anak belajar bagaimana bersuara, berpendapat, dan tampil percaya diri sesuai kapasitasnya sebagai anak. Ini bagian dari upaya membentuk generasi yang terlindungi sekaligus berdaya,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Tingkilan Fest 2025 Jadi Wadah Promosi Seni Musik Bahari Bagi Masyarakat

Tenggarong – Di saat banyak daerah memilih mengejar festival musik modern, Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah berbeda.

Kukar tidak meninggalkan akar budaya, justru mendorongnya naik panggung lebih tinggi.

Dari arah itulah TingkiLand Fest 2025 lahir, bukan sekadar pengganti event, tetapi wajah baru promosi tingkilan, musik yang lahir dari tanah tepian Mahakam dan menjadi identitas musikal masyarakat Kutai.

Festival ini akan berlangsung pada 22–23 November 2025 di kawasan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, sebuah lokasi yang menyimpan garis peradaban panjang.

Lewat program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Kukar menegaskan seni budaya tidak akan surut meski anggaran dirasionalisasi.

Justru di saat batas fiskal diketatkan, ruang untuk tingkilan tetap dijaga dan disodorkan kembali dengan format yang lebih segar.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulada, menerangkan TingkiLand Fest disiapkan sebagai forum kreatif yang lebih fokus pada penguatan musik tingkilan, sekaligus ruang laboratorium ide bagi pelaku seni ekonomi kreatif.

“Tingkilan Fest menjadi event terakhir kami di 2025,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Tidak hanya tampil sebagai pertunjukan tradisi, tingkilan kini diolah ulang dengan sentuhan modern agar lebih mudah diterima telinga generasi hari ini.

Kombinasi tradisi dan elektronik, gambus dan orkestra, petikan klasik dan warna reggae menjadi eksperimen yang ingin dibuktikan lewat festival ini.

“Ini cara kami membranding Kukar lewat tingkilan,” tuturnya.

Daftar pengisi acara menjadi bukti arah baru tersebut. Nama-nama seperti Tingkilan Boy, Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam, AJB Gambus Techno, Petala Borneo Indonesia, Enji Band Reggae, hingga Bilal Indrajaya yang akan membawakan tingkilan versi panggung pop modern, disiapkan untuk menyapa penonton dengan sajian yang tidak monoton.

Tingkilan tetap menjadi inti, namun kemasan barunya lebih terbuka, lentur, dan bersahabat bagi selera masa kini.

“Intinya menggabungkan tradisi dengan modern agar masyarakat terdorong berkreasi,” ucapnya.

Selain ruang ekspresi seni, festival ini juga menjadi ladang pergerakan ekonomi.

Stan kuliner, kriya lokal, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif akan dihadirkan sebagai bagian dari rantai festival.

Zikri berharap panggung ini bukan hanya meriah sehari, melainkan penanda bahwa tingkilan siap memasuki pasar yang lebih luas.

Bukan hanya dikenal sebagai warisan lokal, tetapi disukai dan menjadi bagian dari selera baru publik.

“Promosi musik ini agar Kukar yang awalnya tradisi, bisa menjadi selera pasar,” tutupnya. (adv/ak/ko)