Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperluas skema Beasiswa Tematik 1.000 Mahasiswa sebagai langkah memperkuat ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di bidang-bidang yang menjadi kebutuhan prioritas daerah.
Melalui pengembangan sistem pembiayaan dan perluasan kemitraan perguruan tinggi, program ini diproyeksikan menjadi motor utama dalam mencetak tenaga terampil yang relevan dengan arah pembangunan Kukar di masa mendatang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, program beasiswa tersebut tidak hanya diteruskan, tetapi juga diarahkan untuk diperkuat melalui pola kerja sama yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan sektor prioritas.
Ia menyampaikan bahwa mekanisme baru akan membawa program beasiswa ini ke ranah yang lebih progresif.
“Untuk beasiswa kerja sama tematik, kita akan melanjutkan dari Beasiswa Kukar Idaman ke program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025),
Dendy mengatakan, Pemkab Kukar telah menetapkan target minimal 200 penerima beasiswa tematik setiap tahun.
Para penerima beasiswa diarahkan pada bidang yang dianggap strategis dan dibutuhkan daerah dalam jangka panjang.
“Program ini akan terus berlanjut dengan target 200 orang per tahun yang akan dibiayai, mulai dari sekolah kedinasan, tematik informatika, kesehatan, pertanian dalam arti luas. Itu akan berlanjut berdasarkan kebutuhan SDM tematik yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya perluasan area kerja sama dalam pelaksanaan program.
Pengembangan tersebut dilakukan agar proses pemenuhan tenaga profesional benar-benar berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran.
“Yang jelas, segmen kerja samanya yang kita eskalasi. Karena segmen ini akan lebih mengeksplor kebutuhan SDM tematik yang ada di perangkat daerah,” terangnya.
Dendy memberi contoh kebutuhan tenaga akuntansi yang saat ini masih belum terpenuhi di lingkungan Pemkab Kukar.
Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan lembaga pendidikan telah dijalankan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Salah satunya bidang akuntansi, kita masih kekurangan. Kita sudah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara,” lanjutnya.
Sementara untuk sektor kesehatan menjadi perhatian besar, mengingat sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kukar kini beroperasi penuh sepanjang hari.
Pemenuhan tenaga medis dinilai wajib dilakukan agar pelayanan tidak terganggu.
“Untuk kesehatan, kita siapkan SDM untuk puskesmas dan rumah sakit, termasuk rumah sakit baru. Kita akan mengintervensi pembiayaan tuntas melalui beasiswa kerja sama tematik. Itu salah satu eskalasinya,” ujarnya.
Ia menyebut, peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan semakin mendesak di wilayah-wilayah yang memiliki puskesmas 24 jam.
“Ada di Tabang, ada di Kembang Janggut. Karena layanan puskesmas sekarang buka 24 jam, jadi membutuhkan SDM kesehatan yang banyak,” pungkasnya. (adv/ak/ko)