Desa Wisata Muara Wis Punya Danau yang Dipenuhi Pulau-Pulau Kecil

Tenggarong – Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memiliki destinasi wisata yang memukau yaitu Danau Uwis Puluhan Nusa. Danau ini terkenal karena keindahan alamnya dan hamparan danau yang menakjubkan.

Terletak sekitar 90 kilometer dari Kota Tenggarong, Danau Uwis Puluhan Nusa dapat dicapai dalam waktu dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Pengunjung akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata sepanjang perjalanan.

Albert, salah satu wisatawan dari Tenggarong, mengutarakan kekagumannya terhadap Danau Uwis Puluhan Nusa. Ia terkesima dengan keindahan hamparan danau yang dikelilingi pulau-pulau kecil yang dikenal sebagai “10 Nusa” oleh warga setempat.

“Mirip wisata Raja Ampat di Papua, Puluhan pulau-pulau kecil ditengah danau, indah banget,” katanya pada Sabtu (15/6/2024).

Albert, yang memiliki hobi bertualang, merasakan pengalaman seru saat menjelajahi danau menggunakan perahu kayu tradisional atau yang dikenal sebagai gubang. Ia sengaja mengelilingi danau pada sore hari untuk menikmati panorama alam yang menakjubkan, termasuk pemandangan matahari terbenam di atas danau.

“Seru sih, saya harus menyewa Gubang dengan mesin ketinting di Kota Bangun, ya minta keliling-keliling disini, luar biasa sih, semoga tempat ini bisa terkenal ya bagus banget,” tutupnya.

Keindahan Danau Uwis Puluhan Nusa kini siap diperkenalkan kepada khalayak luas sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan keunikan dan pesona alamnya, danau ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati keindahannya. (adv)

Pantai Nusa Benyiur, Tawarkan Pemandangan Indah dari Hulu Kukar

Tenggarong – Pantai yang bernama Nusa Benyiur, atau Pulau Kelapa, karena di objek wisata ini banyak ditemukan pohon kelapa.

Terletak di Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Pantai Nusa Benyiur dapat ditempuh dalam dua jam perjalanan dengan jarak sekitar 90 kilometer dari Kota Tenggarong.

Tuti Erlinda, salah seorang pengunjung Pantai Nusa Benyiur, mengungkapkan kekagumannya. “Pantai ini unik, kaya dengan hutan indah di sekitarnya. Airnya tawar, sangat nyaman untuk berenang. Saya sangat suka di tempat ini, sungguh nyaman untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman serta anak-anak,” ucapnya, Sabtu (15/6/2024).

Firdaus, pengunjung lainnya, juga berbagi perasaan yang sama. “Tempat ini nyaman dan sangat indah, terutama saat melihat matahari terbenam. Tempat termantap untuk melihat sunset di Danau Uwis,” tuturnya.

Dengan keindahan alamnya dan suasana yang menenangkan, Pantai Nusa Benyiur kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Wisatawan diharapkan dapat menikmati pengalaman liburan yang berbeda di pantai tepi danau ini. (adv)

Agrowisata Mapantama Jadi Wadah Edukasi Bagi Masyarakat di Kecamatan Loa Kulu

Tenggarong – Desa Loa Sumber bekerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) untuk menginisiasi pembangunan dan pengembangan Desa Agrowisata Mapantama di Dusun Merangan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Nama “Mapantama” merupakan singkatan dari Marangan Harapan Utama, yang diambil dari nama Dusun Merangan dan menambahkan unsur Harapan Utama dari nama PT Multi Harapan Utama.

Setiap akhir pekan, Agrowisata Mapantama ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Anak-anak sering datang berkelompok, didampingi oleh guru dan orang tua dengan mengenakan seragam. Mereka diberi pengalaman langsung menangkap ikan dari kolam berlumpur, menangkap bebek, menanam sayur, bunga, buah, padi, serta memetik dan memanen hasilnya, termasuk membajak sawah.

“Tempatnya asyik ya, enak buat liburan keluarga, disini yang unik itu rumah-rumahan SpongeBob (rumah nanas), jadi tambah menarik,” kata salah satu pengunjung, Arya pada Sabtu (15/6/2024).

Wisata edukasi semacam ini semakin populer di daerah perkotaan dan sekitarnya, di mana banyak penduduk yang bukan petani atau petambak ikan.

Anak-anak yang tumbuh di lingkungan tersebut jarang memiliki kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan alam, sehingga wisata alternatif yang mengusung konsep kembali ke desa sangat relevan untuk dikembangkan.

Pengunjung dewasa yang datang ke Desa Agrowisata Mapantama biasanya ingin melepas penat dengan memancing ikan di kolam.

Hasil tangkapan bisa dibawa pulang atau langsung dimasak di tempat, baik digoreng maupun dibakar.

Menikmati makanan hasil pancingan sendiri memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih nikmat karena ikan masih segar.

Selain menawarkan pengalaman wisata alam, kawasan ini juga menampilkan tema destinasi bahari.

Penggunaan istilah “bahari” merujuk pada bahasa asli Kutai yang mengandung makna zaman dulu.

Tema bahari dipilih karena kawasan ini dikelilingi oleh lumbung padi dan memiliki peninggalan infrastruktur kuno dari masa penjajahan.

Selain itu, di kawasan argowisata ini juga ada replika jembatan Kartanegara terbuat dari kayu dibangun di atas sawah, di argowisata ini juga di tanam tanaman holtikultura dan bunga-bungaan. (adv)

Strategi Memajukan Ekonomi: Desa Perjiwa Kembangan Wisata Air Terjun

KUTAI KARTANEGARA – Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, menyatakan Pemerintah Desa (Pemdes) gencar memajukan sektor pariwisata dengan menggandeng pemilik lahan lokal untuk mengembangkan destinasi wisata air terjun.

kerja sama ini bertujuan memanfaatkan potensi wisata untuk meningkatkan perekonomian desa. Pemdes Perjiwa sedah membangun infrastruktur menuju lokaks air terjun Sebagai langkah awal.

“Kami telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 500 meter,” ujar Erik, Sabtu (15/6/2024).

Erik menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah pengembangan wisata air terjun yang lokasinya dekat dengan desa.

“Pemilik lahan air terjun adalah warga Perjiwa, sehingga kami melihat ini sebagai peluang baik untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi wisata,” tegas Erik.

Pembangunan jalan sepanjang 500 meter telah di laksanakan Desa, Erik mengatakan Pemdes akan upaya untuk memperbaiki akses jalan sisa jalan yang belum diperbaiki.

“Kami berusaha agar semua fasilitas dapat terealisasi dengan baik untuk memudahkan akses bagi masyarakat dan pengunjung,” tambahnya.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Desa Perjiwa juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk memenuhi kebutuhan di area wisata tersebut.

Hambatan dalam menyelesaikan infrastruktur jalan menuju air terjun, dikarenakan belum adanya kesepakatan lanjutan antara pemilik lahan dan pemerintah desa.

“Wisata air terjun ini sudah mulai memberikan kontribusi positif bagi desa, Alhamdulillah,” ucap Erik.

Ke depan, Erik berjanji akan terus berupaya meningkatkan fasilitas di kawasan wisata air terjun untuk menarik lebih banyak pengunjung.

“Kami akan maksimalkan fasilitas di sana agar menjadi daya tarik bagi para wisatawan,” sambungnya. (ADV)

Plt Kadispar Kukar: Sugiarto Tekankan Pentingnya Promosi Budaya dan Pariwisata Melalui Festival Eroh Bebaya

KUTAI KARTANEGARA – Festival Eroh Bebaya ke-6 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kukar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung sangat meriah dan sukses menarik perhatian.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kukar Fetty Puja Amelia Rendi Solihin, Kepala Inspektorat Kukar Heriansyah, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sugiarto, dan perwakilan OPD terkait

Pelaksana Tugas (Plt) Kadispar Kukar, Sugiarto, menyatakan bahwa pelaksanaan Eroh Bebaya ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata Kukar.

“Kita sama-sama menyaksikan Eroh Bebaya yang diselenggarakan di Sleman, Jogja. Ini adalah hal penting bagi Dispar Kukar. Semoga setelah ini, Kukar menjadi tujuan wisata yang dikunjungi oleh masyarakat Jogja nantinya,” pungkasnya, (14/6/2024).

Festival ini, yang berlangsung selama dua hari pada 7-8 Juni 2024 di Lapangan Parkir Denggung Sleman, menampilkan berbagai kesenian budaya lokal dan olahraga tradisional. Beragam kegiatan seperti dialog wisata dan lomba olahraga tradisional, termasuk bakiak, begasing, dan egrang, menjadi daya tarik utama acara ini.

Sugiarto menambahkan, dengan suksesnya Eroh Bebaya di Jogja dan Etam Begenjoh di Malang sebelumnya, dirinya memastikan event-event serupa akan lebih meriah lagi di masa mendatang dan melibatkan berbagai pihak.

“Acara ini dan sebelumnya terbilang sukses. Saya berharap ini memberikan dampak positif bagi semua pihak, khususnya Kukar yang merupakan daerah strategis IKN. Tentunya kita harus mempersiapkan semuanya,” tambahnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kukar ke khalayak luas. Dengan dukungan yang terus meningkat, diharapkan Kukar semakin dikenal dan menjadi destinasi wisata favorit di masa depan. (ADV)

Kembangkan Wisata Alam: Upaya Pemdes Desa Separi Dongkrak Ekonomi Desa

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Separi di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sedang memfokuskan perhatian pada pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu potensi desa yang menjanjikan.

Kepala Desa Separi, Sugianto, menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengelola lebih baik destinasi wisata alam seperti taman ulin dan air terjun yang ada di desa tersebut.

“Ini untuk meningkatkan pendapatan desa. Dua destinasi wisata ini meningkatkan potensi ekonomi untuk kita kembangkan,” ucapnya, Jumat (14/6/2024).

Ia menyebut dua wisata alam itu bisa digunakan sebagai pilihan masyarakat untuk berakhir pekan atau sekedar untuk menyegarkan diri dengan tempat yang masih alami setelah menjalani aktivitas dan kesibukan bekerja.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menawarkan kesejukan alam bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat desa pasca tambang.

“Kita tahu gak selamanya kita akan hidup dari sektor pertambangan oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri, salah satunya dengan mengembangkan potensi wisata di Separi,” tutupnya. (ADV)