Sekda Sebut LPTQ Punya Peran Penting dalam Semarakan Ramadhan 1446H di Kukar

Tenggarong – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) memegang peran penting dalam menyemarakkan Ramadhan 1446H di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, dalam acara Semarak Ramadhan 1446 H di Masjid At-Takwa, Komplek Kantor Bupati Kukar, Senin (10/3/25).

Menurutnya, LPTQ bukan hanya sekadar penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tetapi juga memiliki sebuah tanggung jawab besar dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak.

“LPTQ bukan hanya soal lomba, tapi juga bagaimana kita menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi bagi guru mengaji dan Majelis Taklim agar pengajaran Al-Quran di Kukar semakin berkualitas.

Pemkab Kukar, kata dia, siap mendukung berbagai upaya untuk memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan tahun ini Kukar menargetkan juara umum dalam MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar di Kabupaten Kutai Timur (Sangatta).

“Persiapan harus benar-benar matang, mulai dari seleksi tahap II sampai pemusatan pelatihan. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Ia berharap momentum Ramadan ini semakin mempererat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebuah pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat Ramadhan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Efisiensi Anggaran Pemerintah Pusat Disorot, DPRD Samarinda Khawatir Pembangunan Terhambat

Samarinda – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menilai langkah tersebut berpotensi menghambat pembangunan daerah dan mengancam sektor pendidikan.

“Adanya efisiensi anggaran justru otomatis ada pengurangan dan akhirnya kita menjadi kesulitan dalam merencanakan pembangunan,” tegasnya.

Samri menegaskan bahwa dengan anggaran yang tersedia saat ini saja, Kota Samarinda masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pembangunan. Jika anggaran mengalami pemotongan, tantangan yang dihadapi akan semakin besar.

Selain pembangunan, Samri juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai kontroversi.

Menurutnya, program tersebut lebih baik dialihkan ke sektor pendidikan yang lebih dibutuhkan masyarakat.

“Mereka butuhnya pendidikan gratis, bukan makan gratis. Saya sepakat kalau itu (makan gratis) dialihkan ke pendidikan gratis. Kalau makan gratis ini masih kontroversi. Apalagi dengan nilai Rp10 ribu-Rp15 ribu per porsi, kira-kira terpenuhi tidak gizinya?” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyinggung aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.

Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan gratis menjadi prioritas utama bagi masyarakat dan mahasiswa di Samarinda.

Samri berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan efisiensi anggaran agar tidak mengorbankan sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Samarinda.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengalokasian anggaran agar pembangunan dan pendidikan tetap berjalan dengan baik. (adv/hd/ko)

KPU Kukar Jadwalkan PSU Bakal Digelar pada 19 April 2025

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menjadwalkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2025 yang akan dilaksanakan pada 19 April 2025 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, usai pendaftaran calon Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pada Senin (10/3/25).

Rudi mengatakan, tahapan pelaksanaan PSU kali ini akan mengikuti pola yang serupa dengan Pilkada 2024. Pihaknya telah menyusun jadwal lengkap yang harus diselesaikan dalam waktu 60 hari, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Penetapan pasangan calon akan dilakukan pada 23 Maret, dilanjutkan dengan kampanye yang berlangsung dari 26 Maret hingga 15 April, dan puncaknya pada 19 April 2025, kita akan melaksanakan pemungutan suara ulang di 1.447 TPS di Kukar,” jelasnya.

Ia menyebut, terkait dengan nomor urut pasangan calon pada PSU nanti, akan tetap menggunakan nomor urut yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami yakin PSU ini akan berjalan lancar dan aman, semoga KPU Kukar dapat melaksanakannya dengan baik,” pungkasnya. (ak/ko)

Aulia Rahman Basri Resmi Dampingi Rendi Solihin di PSU Pilkada Kukar 2025

Tenggarong – Aulia Rahman Basri resmi mendampingi Rendi Solihin sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2025.

Keduanya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar pada Senin (10/3/25).

Pendaftaran tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat sejak Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Edi Damansyah beberapa pekan lalu dalam pilkada Kukar 2024.

Calon Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan kepada publik bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon Bupati Kukar bukanlah hal yang tiba-tiba.

Ia mengungkapkan, sebelumnya ia telah lama terlibat dalam penyusunan visi dan misi Kukar bersama Edi Damansyah dan Rendi Solihin sejak Pilkada sebelumnya.

“Hari ini saya, Aulia Basri, putra asli daerah hulu Kukar. Lahir dan besar di Kota Bangun, saya ingin mewujudkan mimpi kita semua untuk menjadikan Kukar lebih baik, bergerak seiring dan seirama bersama masyarakat,” ujarnya di hadapan awak media.

Pasangan ini datang ke KPU Kukar dengan diiringi kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengenakan pakaian merah dengan simbol banteng hitam.

Aulia menyebut, pengalamannya di bidang kesehatan dan kemasyarakatan menjadi modal utama dirinya dalam pencalonan Bupati Kukar.

Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai kepala rumah sakit di Kota Bangun serta berperan dalam mendirikan rumah sakit tanpa kelas pertama di Indonesia.

Selain itu, ia juga menggagas rumah singgah untuk membantu masyarakat dari desa-desa terpencil yang membutuhkan akses medis.

“Saya ingin membuktikan bahwa putra daerah dari hulu Kukar juga bisa berkembang dan membawa perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya, seperti layanan kesehatan berbasis KTP, program umrah gratis untuk guru ngaji, peningkatan dana RT, serta beasiswa Kukar Idaman.

“Ini kali ketiga saya maju sebagai calon Wakil Bupati. Tahun 2020 kami berhasil, tahun 2024 sempat ada kendala, dan tahun 2025 ini kami yakin akan menang dan menuntaskan janji-janji kami,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Libatkan Ulama dalam Pengendalian Inflasi

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengikuti Rapat Undangan Pemprov Kaltim terkait Pengendalian Inflasi di Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1446H melalui Kegiatan Ulama Peduli Inflasi (UPI) yang berlangsung secara hybrid di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (10/3/25).

Dalam rapat tersebut, ulama diminta untuk dilibatkan dalam membantu mensosialisasikan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan tujuan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahyani Fadianur Diani mengatakan, keterlibatan ulama sangat penting dalam memastikan pesan-pesan pengendalian inflasi diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ia menjelaskan ulama akan membantu memberikan pemahaman terkait pengendalian harga, baik dalam proses pembelian maupun penjualan bahan pokok.

“Jadi, intinya ulama ingin dilibatkan dalam proses sosialisasi, baik itu dalam proses penjualan maupun pembelian. Ini dilakukan oleh provinsi maupun kabupaten kota di seluruh Kaltim. Harapannya dengan keterlibatan ulama, masyarakat akan lebih mudah memahami pentingnya pengendalian inflasi ini,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret dalam pengendalian inflasi, Pemkab Kukar akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 11 Maret 2025 yang akan berlangsung selama dua hari di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, seperti beras, cabai, telur, ayam, dan daging sapi, guna menstabilkan harga menjelang Lebaran.

“GMP itu salah satu penetrasi kami untuk kegiatan inflasi di kabupaten kota, terutama untuk menjamin stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat,” katanya.

Ahyani juga mengungkapkan bahwa inflasi di Kukar saat ini dalam kondisi terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat tetap stabil ke depannya.

Pemkab Kukar juga bekerja sama dengan berbagai lembaga, seperti Bulog dan pengusaha ayam, untuk mendistribusikan bahan pangan dengan harga yang wajar bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik. Kami berharap dengan kerjasama yang solid ini, harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan inflasi tetap terjaga di Kukar,” pungkasnya. (adv/ko/ak)

Disdamkarmatan Kukar Gelar Firefighter Volunteer Game untuk Perkuat SDM dan Kesiapsiagaan Redkar

Tenggarong – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Firefighter Volunteer Game Competition Week 1 sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia dan kesiapsiagaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di bulan Ramadan.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kecamatan ini berlangsung di Mako Disdamkarmatan pada Sabtu (8/3/2025).

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, kompetisi ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi antarrelawan, meningkatkan sumber daya manusia Redkar, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di bulan Ramadan.

“Daripada mereka tidak ada kegiatan, kami inisiatif mengumpulkan mereka di malam hari untuk latihan bersama dan mengadakan kompetisi agar mereka memiliki kegiatan yang positif,” ujarnya.

Semula, kegiatan ini hadir tanpa perancanaan yang matang. Namun, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta.

Ia menekankan Redkar harus tumbuh dan berkembang dari inisiatif mereka sendiri, bukan sekadar hasil binaan dari dinas pemadam.

“Kami ingin Redkar kuat dengan sendirinya. Tugas dinas hanya menyiapkan fasilitas dan dukungan, selebihnya tumbuh dari mereka sendiri,” tambahnya.

Dalam kompetisi ini, peserta diuji dalam beberapa kategori, seperti kecepatan, kerapian, dan penguasaan materi pemadam kebakaran.

Pada tahap awal, lomba masih berfokus pada teknik dasar, sementara minggu depan akan memasuki tahap simulasi penyelamatan korban.

Menariknya, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda. Perwakilan dari dinas tersebut turut hadir untuk melihat langsung jalannya kompetisi serta berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan kegiatan serupa di wilayah mereka.

“Tadi kami berbicara dengan rekan-rekan dari Samarinda, mereka ingin melihat dan belajar dulu bagaimana sistem yang kami jalankan di sini. Kami sepakat bahwa ke depan perlu ada evaluasi agar program seperti ini bisa lebih maksimal,” jelas Fida.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang keterlibatan Redkar dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang pentingnya peran masyarakat, tetapi juga memberikan fasilitas dan pelatihan yang nyata,” tuturnya.

Firefighter Volunteer Game Competition ini menjadi momen yang baik, terutama di bulan Ramadan, di mana kesiapsiagaan Redkar sangat dibutuhkan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menambah ilmu dan pengalaman dalam bidang kebencanaan dan penyelamatan.

“Kami membutuhkan mereka untuk siaga, selebihnya mereka bisa mencari tambahan ilmu lewat kegiatan kita di sini,” pungkas Fida. (adv/ak/ko)