Pemerintah Kecamatan Muara Wis Siapkan Pelatihan Desain Produk sebagai Dukungan Terhadap UMKM

Tenggarong – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Kecamatan Muara Wis tengah mempersiapkan pelatihan desain produk.

Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas kemasan dan tampilan produknya agar lebih menarik dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, khususnya dalam hal pengemasan dan desain produk.

Ia menilai, kemasan yang menarik mampu meningkatkan daya tarik konsumen dan menjadi pembeda di tengah persaingan pasar yang ketat.

“Banyak pelaku UMKM kita yang produknya sebenarnya bagus, tapi dari segi kemasan masih perlu ditingkatkan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka agar produk lokal bisa tampil lebih profesional dan menarik,” jelasnya saat diwawancarai pada Sabtu (10/5/25).

Ia juga menyampaikan, pelatihan ini tak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan sektor pariwisata di wilayah Muara Wis.

Produk UMKM yang telah dikemas dengan baik nantinya akan dipasarkan di lokasi-lokasi wisata yang sedang dan akan dikembangkan di kecamatan tersebut.

“Dengan menjual produk UMKM di kawasan wisata, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Wisata tumbuh, UMKM juga ikut berkembang,” lanjutnya.

Pelatihan ini akan melibatkan narasumber yang memiliki keahlian di bidang desain grafis dan pemasaran produk.

Materi akan disampaikan secara praktis agar mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan oleh peserta dalam usaha mereka.

Fadhli mengajak seluruh pelaku UMKM di Muara Wis untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Ia berharap pelatihan ini dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk mereka.

“Ini bagian dari komitmen kami agar UMKM di Muara Wis bisa tumbuh mandiri, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Pemerintah Kecamatan Samboja Prioritaskan Perbaikan Akses Jalan dan Fasilitas Pendidikan di 2025

Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Samboja memfokuskan perhatian pada perbaikan akses jalan dan fasilitas pendidikan dasar sebagai prioritas utama dalam pembangunan tahun 2025.

Camat Samboja, Damsik menyatakan bahwa perbaikan kedua sektor tersebut menjadi krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Damsik menyoroti kondisi Jalan Poros Balikpapan hingga Handil yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Jalan provinsi ini sangat memprihatinkan. Alhamdulillah, setelah kami mengajukan surat kepada Dinas PU Provinsi, ada tindak lanjut dengan penutupan lubang-lubang besar yang sangat berbahaya bagi pengendara,” ungkapnya, Sabtu (10/5/25).

Selain jalan provinsi, Damsik juga mengungkapkan terdapat beberapa jalan lingkungan di tingkat kabupaten yang akan menjadi fokus perbaikan.

“Jalan Lanjutan Bukit Raya dan Beringin Agung kini sedang diperbaiki. Kami berharap proyek ini selesai tepat waktu dan dapat memberikan manfaat besar bagi warga,” lanjutnya.

Selain itu, pada sektor pendidikan, Damsik menyebutkan terdapat sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Samboja memerlukan perhatian lebih.

“Beberapa SD di Samboja kondisinya cukup memprihatinkan. Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, ada tiga sekolah yang sudah diprioritaskan untuk peningkatan infrastrukturnya pada tahun 2025,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

TPS Sementara Jadi Alternatif Pengelolaan Sampah di Tenggarong Seberang

Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang berinovasi dengan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) sementara, sebagai solusi pengelolaan sampah sementara pembangunan TPS permanen yang terhambat oleh proses analisis dampak lingkungan (Amdal).

Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menjelaskan bahwa keberadaan TPS sementara dianggap sebagai solusi yang praktis dan efisien dalam mengatasi permasalahan sampah.

Untuk lebih mempercepat pengelolaan sampah, pihak kecamatan juga berencana untuk menyediakan alat pembakaran sampah di setiap desa.

“TPS sementara akan menjadi solusi sementara sampai TPS permanen terwujud. Kami juga berencana agar setiap desa memiliki alat pembakaran sampah, yang bisa lebih cepat diimplementasikan dibandingkan menunggu TPS permanen yang masih terganjal izin,” ungkap Tego, saat ditemui pada Jumat (9/5/25).

Namun, pengadaan alat pembakar sampah ini tidaklah mudah. Menurut Tego, harga alat yang bervariasi di e-katalog menjadi salah satu tantangan dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan anggaran yang ada.

“Beberapa opsi alat pembakar sampah telah kami telusuri, tetapi harganya bervariasi sesuai dengan spesifikasinya. Kami sedang melakukan kajian untuk memilih alat yang paling cocok dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang juga telah mengajukan proposal kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kukar untuk mendukung pembangunan TPS sementara ini.

Tego berharap agar langkah ini dapat segera direalisasikan sebagai solusi sementara sebelum pembangunan TPS permanen terlaksana.

“Kami berharap TPS sementara dapat segera direalisasikan. Ini menjadi langkah awal yang positif untuk mengatasi permasalahan sampah sementara menunggu TPS permanen,” ujarnya.

Selain itu, Tego ngungkapkan, pihak kecamatan juga terus mengedukasi masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang sampah rumah tangga.

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada TPS, tetapi juga turut serta dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya bergantung pada TPS. Melalui edukasi yang terus-menerus, kami ingin warga lebih aktif dalam memilah dan mengelola sampahnya sendiri,” lanjutnya.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan pusat untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah yang semakin mendesak.

“Kami membutuhkan solusi yang cepat dan berkelanjutan agar pengelolaan sampah di Tenggarong Seberang dapat lebih tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Akan Bangun Pondok Tahfidz di Kelurahan Bukit Biru

Tenggarong – Pemkab Kukar akan membangun Pondok Tahfidz Al-quran di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan agama di daerah tersebut.

Pembangunan pondok ini juga bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat dalam menimba ilmu agama yang berkualitas.

Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan pembangunan pondok ini merupakan bagian dari program strategis Pemkab Kukar, ‘Satu Desa Satu Tahfidz Al-Qur’an’ yang bertujuan mengembangkan pendidikan berbasis agama dan karakter di setiap desa.

“Nanti kita bangun Pondok Tahfidz Al-Qur’an di atas wilayah Bukit Biru. Ini bukan hanya tempat belajar Al-Qur’an, tapi juga pusat pembinaan karakter,” kata Edi, Jumat (9/5/2025).

Ia mengatakan, pondok ini akan dirancang sebagai tempat pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan pembentukan kepribadian.

“Kami ingin generasi Kukar tumbuh dengan fondasi akhlak yang kuat, bukan hanya cerdas secara akademik tapi juga berkarakter,” ujarnya

Pemkab Kukar akan menggandeng Yayasan Masjid Al-Anshar untuk pelaksanaan program ini, mengingat pengalaman yayasan tersebut dalam mendampingi pelajar menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Rencananya, pondok tersebut akan dibangun di kawasan yang lebih tinggi di Bukit Biru, dengan pertimbangan suasananya yang tenang dan mendukung proses belajar.

“Bukit Biru kita siapkan sebagai contoh kawasan yang tumbuh seutuhnya, tidak hanya secara fisik tapi juga sosial dan spiritual,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Heri Rusnadi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Optimalisasi Lahan Pertanian

Tenggarong – Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, terus mendorong upaya penguatan ketahanan pangan di wilayahnya melalui optimalisasi lahan pertanian yang ada.

Fokus utamanya adalah pengembangan tanaman padi dan jagung sebagai komoditas andalan yang terbukti mampu mendukung kebutuhan pangan lokal.

Heri menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki banyak lahan produktif yang bisa dimaksimalkan.

“Alhamdulillah, potensi lahan pertanian di Loa Janan cukup menjanjikan. Wilayah kami memang sudah sejak lama dikenal sebagai lumbung padi,” ujar Heri saat ditemui pada Kamis (8/5/2025).

Ia juga menyoroti inovasi pertanian yang mulai dikembangkan petani setempat, yaitu sistem tumpang sari antara jagung dan sawit.

Metode ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani.

“Petani di wilayah Harapan sudah mempraktikkan sistem tumpang sari. Bahkan, hasil panennya sempat dipanen langsung oleh Bupati Kukar sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani,” ungkapnya.

Upaya penguatan ketahanan pangan di Loa Janan turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Sejumlah perusahaan berpartisipasi dalam penanaman jagung sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan pangan.

Tak ketinggalan, Dinas Ketahanan Pangan Kukar (Disketapang) juga mendukung dengan menyalurkan bibit jagung dan cabai kepada kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di sejumlah desa di Loa Janan.

“Ini contoh kolaborasi yang baik. Ketika petani, pemerintah, dan pihak swasta berjalan bersama, ketahanan pangan bisa kita wujudkan secara nyata,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bupati Kukar Resmikan Kantor Lurah Bukit Biru Sebagai Simbol Budaya Kerja Baru

Tenggarong – Kantor Lurah Bukit Biru yang telah direhabilitasi total resmi digunakan setelah diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah pada Rabu (7/5/2025).

Peresmian ini menjadi simbol dimulainya budaya kerja baru di lingkungan kelurahan yang sebelumnya sempat terkendala oleh kondisi fasilitas yang kurang memadai.

Kondisi kantor lama dinilai tidak layak dan berdampak pada menurunnya semangat kerja aparatur kelurahan.

Kini, dengan gedung yang lebih nyaman dan representatif, diharapkan etos kerja meningkat seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

“Dulu, kantor ini kondisinya mereng-mereng. Jadi kalau datang siang-siang itu wajar saja karena kantornya memang tidak nyaman,” ungkap Edi Damansyah di sela peresmian.

Pemerintah Kabupaten Kukar terus mendorong perbaikan sistem kerja melalui reformasi birokrasi, termasuk di tingkat kelurahan.

Penerapan standar operasional prosedur dan standar pelayanan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kelurahan ini memiliki fungsi pelayanan kepada masyarakat. Maka, kita terus dorong agar standar pelayanan dan budaya kerja aparatur bisa sejalan dengan fasilitas yang sudah dibenahi,” ujarnya.

Perbaikan infrastruktur pelayanan publik diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan berbagai program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi bagian dari langkah-langkah kerja kita bersama dalam memperkuat pelayanan dan program-program prioritas, termasuk ketahanan pangan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)