Pokdarwis Suka Alam Kembangkan Wisata Air Terjun, Benahi Akses Hingga Produk Lokal

Air Terjun Suka Alam, Sp 6 Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun. (Dok. Pokdarwis Suka Alam)

Kutai Kartanegara – Di bawah naungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suka Alam terus mengembangkan objek wisata Air Terjun Suka Alam yang berada di Desa Suka Bumi, Kecamatan Kota Bangun.

Pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembenahan infrastruktur dan penyediaan fasilitas pendukung, peningkatan sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan suvenir dan produk kuliner lokal.

Ketua Pokdarwis Suka Alam, Suharno, mengatakan kelompok tersebut mulai dibentuk pada akhir 2019. Selanjutnya, surat keputusan (SK) dari Dispar Kukar diterbitkan pada 4 Februari 2020 sebagai dasar untuk menjalankan berbagai program pengembangan wisata.

“Pada awalnya, program kami berfokus pada perbaikan infrastruktur di lokasi wisata, termasuk pembenahan yang bisa dikerjakan oleh anggota Pokdarwis sendiri,” ujar Suharno, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, usulan pengembangan kawasan wisata dimasukkan dalam perencanaan pembangunan desa, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Usulan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM, dan pembinaan bagi pengelola wisata. Selain itu, kawasan wisata juga dilengkapi fasilitas pendukung, seperti kamar mandi, pendopo, dan warung untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Pengelolaan wisata turut didukung pendampingan bagi pengelola.

Dari perencanaan tersebut, Pokdarwis Suka Alam memperoleh dukungan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk menunjang pengembangan kawasan wisata.

Pada periode 2021 hingga 2024, sejumlah pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap. Di antaranya pengerasan jalan yang dilanjutkan dengan semenisasi sepanjang 750 meter. Akses masuk menuju kawasan wisata juga diperbaiki melalui pemasangan paving.

Meski demikian, Suharno menyebut masih ada pekerjaan yang perlu dilanjutkan, terutama perbaikan jalan utama menuju kawasan air terjun, termasuk akses menuju Air Terjun 1 dan Air Terjun 2.

“Masih ada program lanjutan yang perlu dikerjakan, terutama perbaikan jalan utama menuju kawasan air terjun. Kami terus mengusulkan program tersebut melalui pemerintah desa agar pengembangan wisata bisa berjalan secara bertahap,” jelasnya.

Selain mengandalkan potensi wisata alam, Pokdarwis Suka Alam juga pernah mengembangkan produk suvenir dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar kawasan hutan, seperti bambu dan kayu. Bahan tersebut diolah menjadi kerajinan berupa gantungan kunci.

Pengelola juga pernah mengusulkan pengadaan peralatan bubut untuk mendukung produksi kerajinan. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk membuat piala berbahan kayu berdasarkan pesanan pemerintah desa, antara lain untuk kegiatan karnaval dan perlombaan lingkungan dalam rangka peringatan 17 Agustus.

Sementara itu, dari sektor kuliner, pada 2021 pengelola turut mengandalkan keripik singkong yang diproduksi masyarakat setempat, khususnya kelompok ibu-ibu. Produk tersebut bahkan pernah dipasarkan hingga tingkat kabupaten.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata. Ke depan, pembenahan akses, pemeliharaan fasilitas pendukung, dan pengembangan produk lokal diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga Air Terjun Suka Alam semakin menarik dikunjungi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga Desa Suka Bumi.

“Kami berharap pengembangan wisata ini bisa terus berlanjut, terutama perbaikan akses menuju air terjun. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat, kami ingin potensi wisata Suka Alam semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi warga,” tutup Suharno. (adv/nr/ko)

Bagikan :