Pokdarwis Suka Alam Kota Bangun, Gandeng Cayonering Trip Borneo, Dongkrak Kunjungan Wisata

Wisatawan saat berkunjung di Air Terjun Suka Alam, Kota Bangun. (Dok. Pokdarwis Suka Alam)

Kutai Kartanegara – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suka Alam terus berupaya menjaga eksistensi objek wisata Air Terjun Suka Alam di Desa Suka Bumi, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satu langkah yang dilakukan pengelola yakni menjalin kerja sama dengan cayonering Trip Borneo sejak Agustus 2025. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk menghidupkan aktivitas wisata sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi pengelola.

Ketua Pokdarwis Suka Alam, Suharno, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan melalui kegiatan perjalanan wisata atau trip. Dalam kolaborasi itu, Pokdarwis menyediakan tempat dan fasilitas, sedangkan pihak cayoning membawa peralatan serta tenaga terampil untuk mendukung kegiatan.

“Pada Agustus 2025, kami mulai menjalin kerja sama dengan Cayoning melalui kegiatan trip. Kami sebagai pengelola menyediakan fasilitas dan tempat, sedangkan mereka membawa peralatan serta tenaga yang memiliki keterampilan untuk menjalankan kegiatan,” ujar Suharno.

Menurutnya, kerja sama tersebut cukup membantu menggerakkan aktivitas wisata. Sebelum kolaborasi terjalin, kunjungan dan kegiatan di kawasan Air Terjun Suka Alam cenderung sepi.

Melalui kerja sama itu, pengelola juga memperoleh pemasukan dari aktivitas wisata yang dilaksanakan. Upaya kolaborasi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan destinasi, terutama ketika kunjungan wisatawan belum stabil.

Meski demikian, aktivitas wisata Air Terjun Suka Alam masih sangat bergantung pada kondisi alam. Saat musim kemarau, debit air berkurang hingga air terjun mengering sehingga kegiatan wisata untuk sementara dihentikan.

Suharno menjelaskan, keputusan tersebut diambil agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi mereka.

Kondisi air terjun yang kering dikhawatirkan membuat wisatawan kecewa setelah melihat promosi atau video yang menggambarkan kondisi air terjun saat debit air masih normal.

“Namanya air terjun, kalau kering, bagaimana orang mau berkunjung,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan bulanan pengelola, jumlah kunjungan wisatawan ke Air Terjun Suka Alam berkisar 100 hingga 125 orang. Namun, angka tersebut tidak selalu sama setiap bulan karena dipengaruhi kondisi air terjun dan kegiatan wisata yang berlangsung.

Selain mengandalkan keindahan alam dan kerja sama perjalanan wisata, Pokdarwis Suka Alam juga telah menyediakan wahana flying fox untuk menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

Namun, wahana tersebut belum berjalan optimal karena masih minim peminat. Pengelola pun masih perlu mencari cara agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih maksimal.

“Kami sudah memasang flying fox. Harapannya, wahana ini bisa menambah pendapatan, tetapi ternyata peminatnya masih sedikit,” jelas Suharno.

Ke depan, pengelola juga memiliki rencana mengembangkan wisata edukasi. Meski demikian, pelaksanaannya masih mempertimbangkan kondisi alam dan kesiapan kawasan wisata.

Suharno berharap kerja sama dengan Kayoning Trip Borneo dan pengembangan fasilitas yang sudah tersedia dapat membantu menjaga keberlangsungan Air Terjun Suka Alam.

Dengan strategi pengelolaan yang menyesuaikan kondisi alam, destinasi tersebut diharapkan tetap memiliki daya tarik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (adv/nr/ko)

Bagikan :