MA Nyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tidak Sah, Mahfud Soroti Proses Hukumnya

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi gugatan terkait surat keterangan penyetaraan ijazah sekolah menengah atas milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui putusan tersebut, dokumen yang digunakan sebagai salah satu syarat pencalonan Gibran pada Pemilihan Presiden 2024 dinyatakan tidak sah.

Kabar mengenai putusan itu disampaikan HM Subhan, selaku penggugat dalam perkara tersebut. Ia mengaku telah menerima pemberitahuan resmi melalui sistem e-court MA pada Jumat (30/10), dengan nomor perkara kasasi 742 K/TUN/2026.

“Saya dapat pemberitahuan melalui e-court saya dari MA. Tanggal 30 Oktober 2026. Terhadap proses nomor 742/K/TUN/2026, amar putusannya kabul kasasi,” kata Subhan.

Putusan MA tersebut kemudian mendapat perhatian mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ia menilai dampak putusan terhadap kedudukan Gibran sebagai wakil presiden tidak semata-mata menjadi persoalan hukum, melainkan juga berkaitan dengan keputusan politik.

“Follow up atas jabatannya sebagai wapres terserah kepada politik, mau pilih jalan yang mana,” kata Mahfud dalam unggahan di akun X, @mohmahfudmd, Jumat (30/10).

Meski demikian, Mahfud menilai proses penerbitan surat keterangan penyetaraan ijazah tersebut perlu ditelusuri lebih jauh. Ia juga menyoroti dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) PKPU Nomor 19 Tahun 2023 yang berkaitan dengan persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden.

Menurut Mahfud, persoalan tersebut harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan pidana. Ia secara khusus menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pihak yang seharusnya diperiksa.

“KPU dan Dit. Dikdasmen seharusnya segera diperiksa,” ujarnya.

Perkara surat penyetaraan ijazah Gibran ini sebelumnya juga menjadi objek gugatan di Mahkamah Konstitusi. Pada 6 Oktober, MK telah menolak gugatan yang diajukan terkait persoalan tersebut.

Namun, dalam pertimbangan putusannya, MK menyatakan tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah kelulusan dari luar negeri yang setara dengan jenjang pendidikan SMA. Putusan MA yang mengabulkan kasasi tersebut kini menambah perkembangan hukum dalam polemik dokumen pendidikan yang digunakan Gibran saat mengikuti Pilpres 2024. (ko)

Empat Ajang Olahraga Digelar Bersamaan, Rendi Sebut Kukar Diuntungkan Persiapan Matang

Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan besar dalam keikutsertaan pada sejumlah ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026.

Pasalnya, beberapa kejuaraan berlangsung dalam rentang waktu berdekatan sehingga membutuhkan persiapan matang, mulai dari kesiapan atlet hingga pemenuhan perlengkapan kontingen.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyebut pelaksanaan empat ajang olahraga dalam periode yang hampir bersamaan menjadi situasi yang tidak biasa.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap daerah mengatur strategi dan kebutuhan kontingen secara cermat agar seluruh cabang olahraga dapat berpartisipasi dengan baik.

“Bersamaan di empat kejuaraan ini mungkin baru pertama kali terjadi selama 10 tahun terakhir. Ada empat kejuaraan yang berlangsung pada bulan yang bersamaan. Saya yakin tidak mudah bagi kabupaten dan kota lain untuk mengikutinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan menghadapi kompetisi yang waktunya berdekatan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan atlet. Pengadaan seragam, perlengkapan pertandingan, transportasi, serta kebutuhan pendukung lainnya juga harus diselesaikan dalam waktu yang tepat.

“Berat sekali untuk menyamakan waktunya, mulai dari pengadaan baju, pengadaan kebutuhan lainnya, sampai persiapan atlet. Semuanya harus dipersiapkan secara bersamaan,” jelasnya.

Meski demikian, Rendi menilai Kukar memiliki modal yang cukup baik karena persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Ia bahkan menyebut kesiapan perlengkapan kontingen menjadi salah satu keunggulan Kukar dibandingkan sejumlah daerah lain yang masih menyelesaikan kebutuhan persiapan.

“Kita diuntungkan dengan persiapan kali ini. Kita sudah mempersiapkannya cukup lama. Bahkan, ada kabupaten dan kota lain yang baju saja belum siap,” katanya.

Rendi juga mengingatkan agar seluruh atlet tidak kehilangan fokus karena memikirkan hal-hal di luar pertandingan. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi.

“Jangan ragu terhadap bonus yang akan diberikan. Kami pastikan bonus atlet tetap menjadi prioritas dan tidak terpengaruh isu efisiensi ataupun keterlambatan transfer daerah,” tegasnya. (adv/ns/ko)

Rendi Solihin Siapkan Perbaikan Sekretariat Atlet Disabilitas Kukar pada 2027

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas. Salah satu dukungan yang direncanakan adalah pembenahan sekretariat atlet disabilitas yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang pada 2027 mendatang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan keberadaan sekretariat tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas dan pembinaan atlet disabilitas di daerah.

Menurutnya, fasilitas yang sudah tersedia perlu mendapatkan perhatian agar semakin memadai untuk menunjang kebutuhan para atlet.

“Tadi kami diskusikan bersama Pak Kajari dan Pak Bupati. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sekretariat untuk atlet disabilitas yang ada di Tenggarong Seberang. Kemungkinan tahun depan akan kita lakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini bangunan sekretariat sebenarnya sudah tersedia. Namun, masih diperlukan sejumlah pembenahan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh para atlet maupun organisasi yang menaungi mereka.

“Gedungnya sudah ada di sana, tinggal kita lihat bagian mana saja yang perlu diperbaiki. Itu salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah kepada atlet-atlet disabilitas kita,” jelasnya.

Rendi menilai dukungan terhadap atlet disabilitas tidak cukup hanya melalui keikutsertaan dalam kompetisi. Pembinaan berkelanjutan, ketersediaan fasilitas, serta perhatian terhadap kebutuhan atlet juga harus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah.

Ia pun mengapresiasi antusiasme dan capaian atlet disabilitas Kukar yang selama ini telah menunjukkan prestasi membanggakan. Bahkan, sejumlah atlet disebut telah mampu bersaing hingga tingkat nasional dan mengikuti ajang olahraga yang lebih tinggi.

“Prestasi mereka juga lumayan banyak, bahkan sudah sampai tingkat nasional. Di PON juga sudah ada. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kukar,” ungkapnya. (adv/ns/ko)

Kukar Festival Dipertahankan, Wabup Kukar Ingin Ekonomi Masyarakat Terus Bergerak

Kutai Kartanegara – Keberhasilan Pesta Laut Samboja yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan kegiatan Kukar Festival pada 2027 karena dinilai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan kegiatan festival memiliki manfaat lebih luas bagi daerah. Selain memperkenalkan budaya dan potensi wisata, kegiatan tersebut juga dapat mendorong aktivitas pelaku usaha lokal, pedagang, serta sektor ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.

“Efisiensi boleh menjadi momentum untuk menurunkan kapasitas atau menyesuaikan kegiatan. Tetapi, jangan sampai menjadi penghalang untuk tidak menjalankan Kukar Festival. Karena ini juga menjadi sumber penghidupan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dalam Pesta Laut Samboja menunjukkan bahwa kegiatan budaya dan pariwisata masih sangat dibutuhkan.

Ia ingin momentum tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjadi dorongan untuk menghadirkan festival yang berkelanjutan di berbagai wilayah Kukar.

“Antusiasme masyarakat di Pesta Laut kemarin luar biasa. Masyarakat sangat haus dengan kegiatan seperti ini. Karena itu, saya ingin kegiatan seperti ini harus terjadi lagi,” ujarnya.

Rendi menjelaskan, pemerintah daerah tengah mempersiapkan kalender event 2027. Agenda tersebut akan ditinjau dan diverifikasi kembali untuk memastikan kegiatan yang masuk dalam program Kukar Idaman Terbaik tetap dapat dilaksanakan.

“Kami sudah meminta agar agenda tahun 2027 disusun secara jelas. Apa saja event-nya akan kita verifikasi kembali, dan kami pastikan kegiatan Kukar Festival tetap berjalan, terutama yang menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik,” jelasnya.

Ia mengakui, pelaksanaan festival tahun depan perlu memperhatikan kondisi anggaran daerah. Namun, penyesuaian skala kegiatan tidak boleh menghilangkan tujuan utama festival sebagai sarana promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi warga.

“Kita berharap, penyelenggaraan Kukar Festival pada 2027 dapat dipersiapkan lebih baik dengan melibatkan berbagai pihak,” pungkasnya. (adv/ns/ko)