Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan besar dalam keikutsertaan pada sejumlah ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026.
Pasalnya, beberapa kejuaraan berlangsung dalam rentang waktu berdekatan sehingga membutuhkan persiapan matang, mulai dari kesiapan atlet hingga pemenuhan perlengkapan kontingen.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyebut pelaksanaan empat ajang olahraga dalam periode yang hampir bersamaan menjadi situasi yang tidak biasa.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap daerah mengatur strategi dan kebutuhan kontingen secara cermat agar seluruh cabang olahraga dapat berpartisipasi dengan baik.
“Bersamaan di empat kejuaraan ini mungkin baru pertama kali terjadi selama 10 tahun terakhir. Ada empat kejuaraan yang berlangsung pada bulan yang bersamaan. Saya yakin tidak mudah bagi kabupaten dan kota lain untuk mengikutinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persiapan menghadapi kompetisi yang waktunya berdekatan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan atlet. Pengadaan seragam, perlengkapan pertandingan, transportasi, serta kebutuhan pendukung lainnya juga harus diselesaikan dalam waktu yang tepat.
“Berat sekali untuk menyamakan waktunya, mulai dari pengadaan baju, pengadaan kebutuhan lainnya, sampai persiapan atlet. Semuanya harus dipersiapkan secara bersamaan,” jelasnya.
Meski demikian, Rendi menilai Kukar memiliki modal yang cukup baik karena persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Ia bahkan menyebut kesiapan perlengkapan kontingen menjadi salah satu keunggulan Kukar dibandingkan sejumlah daerah lain yang masih menyelesaikan kebutuhan persiapan.
“Kita diuntungkan dengan persiapan kali ini. Kita sudah mempersiapkannya cukup lama. Bahkan, ada kabupaten dan kota lain yang baju saja belum siap,” katanya.
Rendi juga mengingatkan agar seluruh atlet tidak kehilangan fokus karena memikirkan hal-hal di luar pertandingan. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi.
“Jangan ragu terhadap bonus yang akan diberikan. Kami pastikan bonus atlet tetap menjadi prioritas dan tidak terpengaruh isu efisiensi ataupun keterlambatan transfer daerah,” tegasnya. (adv/ns/ko)




