Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan inovasi di lingkungan pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kutai Kartanegara 2026, pemerintah daerah menargetkan penguatan inovasi sekaligus pembenahan regulasi untuk mendukung pencapaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kukar Aulia Rahman Basri secara virtual dari Ruang Serbaguna Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Selasa (27/10/2026). Agenda ini sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan kepada para pemenang pekan inovasi tahun sebelumnya.
“Hari ini kita melaksanakan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus memberikan penghargaan kepada para pemenang yang telah meraih prestasi pada pelaksanaan pekan inovasi tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan, perkembangan inovasi di Kukar menunjukkan tren yang semakin baik. Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu melakukan sejumlah pembenahan agar inovasi yang dikembangkan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan ketentuan.
“Alhamdulillah, tren inovasi di Kabupaten Kutai Kartanegara terus membaik. Ke depan, kita berupaya melakukan pembenahan, terutama dari sisi regulasi,” katanya.
Menurut Aulia, salah satu sasaran yang ingin dicapai pemerintah daerah adalah memperoleh pengakuan melalui IGA. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, baik perangkat daerah maupun unit pelayanan publik yang mengembangkan inovasi.
“Salah satu target kami di sektor inovasi pemerintahan adalah meraih Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.
Aulia berharap, pembenahan yang dilakukan dapat memperkuat kesiapan Kukar dalam mengembangkan inovasi pemerintahan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja bersama agar target tersebut dapat diwujudkan.
“Upaya ini terus kita benahi. Mudah-mudahan, melalui kerja keras seluruh pihak di Kabupaten Kutai Kartanegara, target tersebut bisa tercapai,” tuturnya.
Ia menegaskan, inovasi bukan sekadar kegiatan untuk menghasilkan gagasan baru, tetapi harus mampu memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap unit kerja diharapkan terus mencari cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan.
“Ketika menghadapi suatu masalah, kita juga perlu mencari inovasi sebagai solusi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih baik. Namun, seluruh upaya itu tetap harus memperhatikan dan mematuhi regulasi yang berlaku,” pungkas Aulia. (adv/ns/ko)