Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, setelah pejabat tinggi PBB tersebut tiba di Indonesia pada Sabtu malam.
Penyambutan dilakukan langsung oleh Prabowo ketika Guterres turun dari kendaraan. Berdasarkan keterangan Biro Pers Istana, pertemuan awal kedua tokoh berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat.
Setelah saling menyambut, Prabowo dan Guterres berjalan menuju pendopo untuk menjalani sesi foto bersama. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian penerimaan tamu sebelum kedua pemimpin melanjutkan pembicaraan resmi.
Suasana penyambutan juga diwarnai kehadiran anak-anak yang mengenakan pakaian adat nasional. Mereka turut menyambut kedatangan Sekjen PBB, menambah nuansa budaya dalam kunjungan diplomatik tersebut.
Usai prosesi penyambutan, kedua pemimpin melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing. Pembicaraan tersebut mencakup sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan komunikasi dan kerja sama internasional.
Pertemuan Prabowo dan Guterres menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan PBB. Dialog antarpemimpin dinilai penting dalam membangun koordinasi menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan keterlibatan banyak negara.
Kerja sama multilateral menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam hubungan tersebut. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, Indonesia dan PBB memiliki ruang untuk bertukar pandangan mengenai upaya menjaga perdamaian, stabilitas, serta penyelesaian persoalan global.
Prabowo dan Guterres sebelumnya juga pernah menggelar pertemuan bilateral di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22 September 2025. Pertemuan itu berlangsung setelah Prabowo menyampaikan pidato dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.
Dari pertemuan di New York hingga penyambutan di Hambalang, komunikasi kedua pemimpin mencerminkan keberlanjutan dialog Indonesia dengan PBB. Hubungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan internasional dalam mendorong perdamaian dan menyikapi persoalan dunia melalui pendekatan multilateral.