PS Pemuda Tenggarong Tembus 8 Besar Nasional, Target Juara Piala Soeratin U-13

Tenggarong – PS Pemuda Tenggarong membawa ambisi besar saat melanjutkan perjuangan di Piala Soeratin U-13. Tim yang mewakili Kalimantan Timur tersebut telah memastikan tempat di delapan besar nasional dan kini membidik gelar juara dalam kompetisi yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Keberangkatan tim dilepas di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Selasa (13/10/2026) pagi. Prosesi pelepasan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA itu diisi doa bersama sebagai bentuk dukungan bagi para pemain muda yang akan menghadapi pertandingan berikutnya.

Ketua Umum PS Pemuda Tenggarong, Arifin Noor, mengatakan doa bersama telah menjadi kebiasaan setiap kali tim hendak bertanding. Sebelumnya, pelepasan resmi juga telah dilakukan oleh Bupati Kutai Kartanegara.

“Sebenarnya ini merupakan kebiasaan yang kami lakukan ketika tim akan berangkat. Untuk pelepasan sebelumnya sudah dilakukan oleh Bupati. Jadi ketika tim akan berangkat bersama-sama, kami juga membiasakan diri untuk berdoa bersama,” ujar Arifin.

Arifin menegaskan, keberhasilan melaju ke delapan besar tidak membuat tim berpuas diri. Menurutnya, PS Pemuda Tenggarong datang dengan tujuan yang jelas, yakni berusaha meraih gelar juara dan memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Timur.

“Seperti yang saya sampaikan saat pelepasan di pendopo, tim ini tidak sekadar numpang lewat. Kami ingin mencapai apa yang menjadi target bersama, yaitu menjadi juara satu,” tegasnya.

Perjalanan menuju delapan besar juga diwarnai tantangan. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pertama fase grup, para pemain mampu bangkit dan mencatat kemenangan besar dengan skor 10-0 serta 7-1. Produktivitas gol menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar posisi juara grup.

“Produktivitas gol harus kita perhatikan dan maksimalkan supaya kita bisa lolos. Karena yang dicari saat itu adalah juara grup,” jelas Arifin.

Pembina SSB Pemuda Tenggarong, Haji Amin, turut menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia mengatakan persiapan menghadapi pertandingan delapan besar pada 15 Oktober terus dimatangkan, mencakup aspek fisik, teknik, taktik hingga mental bertanding para pemain.

“Yang pertama kami pengurus dan selaku pembina mengucapkan sujud dan syukur Alhamdulillah telah lolosnya PS Pemuda Tenggarong mewakili Kalimantan masuk 8 besar di Piala Soeratin U-13 ini,” kata Haji Amin.

Arifin dan Haji Amin berharap masyarakat Kutai Kartanegara serta Kalimantan Timur turut memberikan doa dan dukungan. Mereka ingin perjuangan PS Pemuda Tenggarong di IKN berbuah prestasi sekaligus membawa nama daerah meraih hasil terbaik di tingkat nasional. (ko)

Pesta Laut Pesisir Samboja Digelar 15-18 Oktober, Dispar Kukar Siapkan Ruang bagi UMKM dan Seniman Lokal

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan Pesta Laut Pesisir Samboja yang dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Oktober 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengangkat tradisi budaya masyarakat pesisir, tetapi juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan pesta adat pada 15 Oktober. Sementara itu, pada 16-18 Oktober akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung.

“Untuk Pesta Laut Pesisir Samboja, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 Oktober hingga 18. Tanggal 15 merupakan pelaksanaan pesta adat, sedangkan tanggal 16, 17, dan 18 diisi dengan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Zikri, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, Pesta Laut Pesisir Samboja tetap mengedepankan nilai-nilai kebudayaan, khususnya tradisi melarung yang menjadi bagian penting dalam kegiatan adat masyarakat pesisir. Berbagai agenda tambahan juga disiapkan untuk meningkatkan daya tarik acara bagi pengunjung.

“Pesta Laut Pesisir tetap mengangkat kebudayaan, terutama tradisi melarung. Berbagai kegiatan lain akan menjadi pelengkap untuk menambah daya tarik acara,” jelasnya.

Selain pelestarian budaya, Dispar Kukar juga berupaya melibatkan pelaku usaha dan pekerja seni lokal dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran produk-produk lokal diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan selama acara berlangsung.

“Kami tentu akan melibatkan produk-produk lokal dan seniman-seniman lokal,” ungkap Zikri.

Ia menjelaskan bahwa, pihaknya juga membuka kemungkinan menghadirkan seniman dari luar daerah untuk menambah variasi pertunjukan. Namun, nama-nama artis maupun pengisi acara yang akan dihadirkan belum diumumkan secara resmi.

Terkait informasi lengkap rangkaian kegiatan, Dispar Kukar berencana merilis materi publikasi berupa flyer pada Senin.

Informasi tersebut nantinya menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengetahui agenda yang disiapkan dalam Pesta Laut Pesisir Samboja.

“Terkait informasi resmi kegiatan, kami berencana mengeluarkan flyer pada hari Senin. Mungkin masyarakat sudah tidak sabar menunggu informasi tersebut sehingga sebelumnya sudah ada informasi yang beredar,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Buka Kesempatan Pelaku Seni Tampil di Simpang Odah Etam, Gratis dan Dibayar

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) membuka kesempatan bagi komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif untuk tampil di panggung Simpang Odah Etam, Tenggarong.

Pendaftaran tidak dipungut biaya, bahkan pelaku seni berpeluang mendapatkan bayaran melalui skema penampilan yang difasilitasi pemerintah.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan Simpang Odah Etam disediakan sebagai etalase bagi masyarakat yang ingin menampilkan karya, baik berbasis kebudayaan maupun pengetahuan dan teknologi.

“Simpang Odah Etam merupakan tempat yang disediakan sebagai etalase bagi siapa pun yang memiliki karya. Termasuk berbagai inovasi dan pembaruan yang bisa ditampilkan di sini,” ujar Zikri, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, terdapat dua skema bagi komunitas yang ingin tampil. Pertama, melalui kolaborasi, yakni komunitas mengajukan diri untuk tampil, sedangkan Dispar Kukar menyediakan fasilitas pendukung seperti tata cahaya, sistem suara, dan kebutuhan teknis lainnya.

“Dalam skema kolaborasi, komunitas mengajukan diri untuk tampil, kemudian kami memfasilitasi kebutuhan pertunjukannya,” jelasnya.

Skema kedua melalui undangan atau pendaftaran yang difasilitasi pemerintah dengan dukungan dana insentif bagi pelaku seni yang tampil. Melalui skema ini, komunitas tidak hanya memperoleh ruang untuk memperkenalkan karya, tetapi juga berkesempatan mendapatkan penghasilan dari penampilannya.

“Pendaftaran untuk tampil di Simpang Odah Etam tidak dipungut biaya. Dalam skema tertentu, para pelaku seni bahkan mendapatkan bayaran atas penampilan mereka,” ungkap Zikri.

Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membuka ruang berekspresi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku seni. Karena itu, Simpang Odah Etam diharapkan dapat dimanfaatkan berbagai komunitas untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat yang lebih luas.

Komunitas yang berminat dapat mendaftar melalui tautan yang tersedia di akun Instagram resmi Dispar Kukar. Kesempatan ini terbuka bagi beragam komunitas kreatif, termasuk seni pertunjukan dan kebudayaan, serta pelaku inovasi berbasis pengetahuan dan teknologi.

Zikri berharap, semakin banyak komunitas memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kreativitas dan memperluas jangkauan karya mereka.

“Kebijakan pemerintah ini pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni melalui karya yang mereka hasilkan. Jadi, ada dua pilihan, yakni tampil dengan mendapatkan bayaran atau berkolaborasi untuk menampilkan karya dengan fasilitas yang disediakan,” pungkasnya. (adv/nr/ko)