Pasar Pagi Siap Dioperasikan, DPRD Samarinda Tekankan Pengelolaan Adil dan Perawatan Berkelanjutan

Samarinda – Setelah pembangunan fisik tahap kedua Pasar Pagi selesai, pengelolaan akan diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Perdagangan (Disperindag) Samarinda.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan pembagian ruang usaha harus dilakukan secara proporsional dan adil bagi seluruh pedagang.

“Nanti Disperindag akan membagi ruang sesuai peruntukan agar pemanfaatannya optimal,” jelas Deni, Senin (14/7/2025).

Politikus Gerindra ini juga mengapresiasi wajah baru Pasar Pagi yang kini terlihat modern, bersih, dan jauh dari kesan kumuh.

“Revitalisasi ini bukan hanya membuat pasar tampak mewah, tapi juga menjadikannya tempat yang lebih higienis dan nyaman. Kami bangga atas transformasi ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa fasilitas ini adalah milik bersama warga Samarinda. Karena itu, tanggung jawab menjaga dan merawat pasar harus menjadi kesadaran kolektif.

“Ini bukan hanya milik pemerintah. Ini milik kita semua,” tutupnya. (adv/hr/ko)

Komisi III DPRD Samarinda Soroti Tambahan Anggaran dan Kesiapan Teknis Terowongan

Samarinda – Proyek terowongan di Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap kembali menjadi sorotan, khususnya menyangkut efisiensi penggunaan anggaran.

Komisi III DPRD Samarinda menyampaikan keprihatinan atas rencana penambahan dana sebesar Rp39 miliar dalam APBD Perubahan untuk penanganan lanjutan proyek.

Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa DPRD mendorong penggunaan anggaran secara efisien dan tepat sasaran.

“Kami ingin anggaran benar-benar optimal. Jangan sampai setelah Rp39 miliar ini masih ada kejadian tak terduga,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Deni juga menyoroti aspek teknis proyek di sisi outlet Jalan Kakap. Meski progres fisik telah mencapai 98 persen, pemasangan blower belum selesai. Dari enam unit yang direncanakan, baru dua unit yang terpasang.

“Selain itu, dinding terowongan akan dibuat lebih landai karena desain awal terlalu vertikal. Ini penting untuk keamanan jangka panjang,” tambahnya.

Perubahan desain dan penambahan panjang terowongan sekitar 72 meter turut menjadi bagian dari rencana penyesuaian teknis yang dinilai penting untuk menjamin keselamatan dan keberlanjutan fungsi terowongan tersebut. (adv/hr/ko)