Ribuan Peserta MTQ ke-46 Kaltim Berpotensi Dongkrak Perekonomian, Dispar Kukar Siapkan Promosi Perhotelan

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Akhmad. (nur/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Kedatangan peserta MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Kartanegara berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan usaha jasa lainnya.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Desember 2026 itu diperkirakan dihadiri sekitar 1.200 peserta.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan kebutuhan akomodasi menjadi salah satu hal yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan kafilah dari berbagai daerah.

“Kami memperkirakan jumlah peserta yang datang dapat pada event MTQ nanti bisa mencapai sekitar 1.200 orang,” kata Ivan.

Ia menyebut setiap kafilah berpotensi membawa lebih dari 100 orang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan kamar dan informasi penginapan perlu dipersiapkan sejak awal.

“Setiap kafilah berpotensi membawa lebih dari 100 orang, sehingga kebutuhan penginapan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.

Untuk membantu peserta, pihak Dispar Kukar telah mendata sekitar 21 hotel dan penginapan di Tenggarong serta wilayah sekitarnya. Data tersebut mencakup nama penginapan, alamat, jumlah kamar, rentang harga, kontak person, dan tautan Google Maps.

“Nantinya melalui data 21 hotel itu akan kami dibagikan pada tiap-tiap kafilah agar mereka dapat merencanakan kebutuhan akomodasi sebelum tiba di Kutai Kartanegara,” jelasnya Ivan.

Selain membantu peserta menentukan tempat menginap, kedatangan rombongan dalam jumlah besar juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk melayani kebutuhan tamu selama kegiatan berlangsung.

“Kedatangan ribuan peserta MTQ juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan usaha jasa lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” terang Ivan.

Dispar Kukar berharap pelaksanaan MTQ dapat berjalan lancar sekaligus memberi manfaat bagi kegiatan ekonomi masyarakat, terutama usaha akomodasi dan jasa yang mendukung kebutuhan peserta. (adv/nr/ko)

Bagikan :