Kutai Kartanegara – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Buana Jaya Agro Ekowisata, Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memanfaatkan kegiatan Ngamen Milenial sebagai wadah promosi seni budaya dan produk UMKM lokal.
Kegiatan yang sempat digelar dari 2023 hingga 2025 tersebut direncanakan akan kembali dihadirkan pada tahun yang akan datang.
Dalam gelaran tersebut pihak Pokdarwis menghadirkan pertunjukan seni tradisional dan modern, gelar budaya, serta bazar UMKM di Taman Desa.
Ketua Pokdarwis Buana Jaya Agro Ekowisata, Eko Widodo, mengatakan Ngamen Milenial menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada pengunjung.
Kegiatan ini juga melibatkan pelaku seni lokal dan pelaku usaha yang memasarkan produk unggulan mereka.
“Pada 2023 hingga 2025, kami mengadakan kegiatan bertajuk Ngamen Milenial yang diisi dengan gelar budaya, pertunjukan seni, serta bazar UMKM,” ujar Eko.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari hiburan musik oleh warga setempat hingga tari tradisional yang dibawakan kelompok dari sanggar seni di Desa Buana Jaya.
Pokdarwis turut melibatkan pelaku seni dari desa tetangga, seperti Desa Kerta Bhusna dan Mulawarman, untuk mendukung acara.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, Ngamen Milenial juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM, seperti madu kelulut, jamur krispi, keripik keladi, dan jamu herbal.
Produk-produk tersebut menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal yang dapat dikenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan berbasis budaya.
Eko menyebut madu kelulut menjadi salah satu produk unggulan yang pemasarannya telah menjangkau luar daerah. Menurut informasi yang diketahui pihaknya, pemasaran produk tersebut bahkan telah mencapai luar negeri.
“Madu kelulut salah satu produk yang cukup menjanjikan. Pemasarannya sudah menjangkau luar daerah, bahkan menurut yang kami ketahui telah sampai ke luar negeri,” jelasnya.
Melalui kegiatan Ngamen Milenial, Pokdarwis berharap seni budaya dan produk UMKM Desa Buana Jaya semakin dikenal masyarakat luas.
Kegiatan tersebut belum dilaksanakan pada 2026 karena keterbatasan anggaran desa, sementara pengelola saat ini juga berfokus pada pengembangan kawasan ekowisata.
“Kami berharap potensi seni budaya dan produk UMKM yang ada di desa bisa terus diperkenalkan, sehingga semakin dikenal dan memberikan peluang bagi masyarakat,” pungkas Eko. (adv/nr/ko)




