Kabid Ekraf Dispar Kukar Dorong Komunitas Stand Up Tenggarong Lebih Berani Kembangkan Materi Komedi

Open Mic Komunitas Stand Up Tenggarong di Haha Cafe Tenggarong. (nur/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong komunitas Stand Up Comedy Tenggarong untuk lebih berani mengeksplorasi ide dan mengembangkan materi komedi.

Pendampingan diperlukan agar para komika lokal mampu menghasilkan materi yang lebih kuat sebelum tampil di hadapan publik.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan komunitas tersebut masih membutuhkan pembinaan, terutama dalam menggali gagasan, menyusun materi, dan membentuk karakter komedi masing-masing.

Menurutnya, kemampuan mengolah ide menjadi materi yang menarik merupakan salah satu hal penting dalam pertunjukan stand up comedy.

Komika tidak cukup hanya mengandalkan keberanian tampil, tetapi juga perlu melatih kemampuan menulis dan memahami cara menyampaikan humor kepada penonton.

“Untuk saat ini, mereka masih belum berani mengeksplorasi ide dan menyusun materi yang benar-benar solid,” ujar Zikri.

Sebagai langkah awal, Dispar Kukar mendorong kolaborasi dengan komunitas Stand Up Comedy Samarinda. Sekitar delapan komika dari Samarinda dihadirkan untuk memberikan dukungan sekaligus berbagi pengalaman dengan komika Tenggarong.

Kehadiran mereka diharapkan menjadi ruang belajar bagi para komika lokal untuk bertukar gagasan, memperkaya referensi, dan meningkatkan kepercayaan diri ketika mengembangkan materi.

Zikri menilai penguatan kualitas materi perlu menjadi perhatian sebelum komunitas tersebut tampil di hadapan audiens yang lebih luas. Dengan latihan dan pendampingan yang berkelanjutan, komika di Tenggarong diharapkan semakin terampil membangun materi yang sesuai dengan karakter masing-masing.

“Kami juga meminta dukungan teman-teman Stand Up Comedy Samarinda untuk datang dan membantu memberikan semangat kepada komunitas di Tenggarong,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu komika lokal lebih percaya diri dalam mengeksplorasi kreativitas.

“Kita lihat, materi menjadi salah satu unsur utama dalam pertunjukan stand up comedy, sehingga para komika perlu terus berlatih mengeksplorasi gagasan serta mengasah kemampuan menulis,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Bagikan :