Tenggarong – Jamaah umrah asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan dalam kondisi aman meskipun eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tengah meningkat dan berdampak pada sejumlah penerbangan internasional.
Kekhawatiran sempat mencuat setelah beredar informasi dari keluarga jamaah yang menyebut bahwa anggota keluarga mereka yang sedang menunaikan ibadah umrah tidak dapat kembali ke Tanah Air.
Informasi tersebut menyebutkan adanya pembatalan sejumlah tiket penerbangan akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kukar, Norjali, menegaskan hingga saat ini belum ada jamaah asal Kukar yang terdampak langsung maupun mengalami kendala serius terkait kepulangan.
“Untuk jamaah Kukar, saat ini masih di sana semua. Belum ada yang pulang dan kondisinya aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Ia menerangkan mayoritas jamaah memang masih berada di Tanah Suci karena masa tinggal mereka belum berakhir.
Lama perjalanan berbeda-beda sesuai paket yang dipilih, mulai dari hampir dua pekan hingga satu bulan penuh.
“Data pastinya belum ada, karena laporan dari travel belum masuk semua. Informasi yang ada baru sebatas komunikasi di grup travel,” kata dia.
Menurutnya, dinamika penerbangan internasional saat ini memang terjadi di sejumlah titik transit di luar Arab Saudi.
Namun demikian, ia memastikan operasional bandara utama di Jeddah dan Madinah masih berjalan seperti biasa.
“Yang terdampak baru di wilayah Dubai. Untuk Jeddah dan Madinah masih aman. Bandara King Abdulaziz Jeddah juga masih beroperasi,” jelasnya.
Pihaknya terus memantau perkembangan situasi melalui komunikasi rutin dengan penyelenggara perjalanan umrah serta perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi guna memastikan jamaah tetap dalam pengawasan.
Sebagai langkah kehati-hatian, keberangkatan rombongan baru untuk sementara waktu ditangguhkan, terutama bagi yang menggunakan rute transit melalui beberapa negara Asia dan Timur Tengah, guna menghindari potensi perubahan jadwal penerbangan mendadak.
Norjali juga menyebut rombongan binaan terakhir dari Kukar telah diberangkatkan pada 26 Februari 2026 dan seluruhnya telah tiba dengan selamat di Arab Saudi.
“Yang kami bina terakhir sudah berangkat Kamis lalu. Semua sudah sampai di sana dan dalam kondisi baik,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta menyaring informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
“Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan terprovokasi isu-isu yang belum pasti, dan percayakan penanganannya kepada pemerintah,” pungkasnya. (ak/ko)





