Dispar Kukar Andalkan Erau dan Festival Musik Dongkrak Kunjungan dan PAD

Festival Erau Adat Kutai 2026. (nur/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan penyelenggaraan event besar dan festival di Tenggarong, termasuk Erau dan festival musik, sebagai salah satu upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, mengatakan berbagai kegiatan berskala besar dapat menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Peningkatan arus kunjungan tersebut diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.

“Dinas Pariwisata terus berupaya mengoptimalkan potensi PAD yang bersumber dari destinasi wisata, salah satunya dengan meningkatkan jumlah kunjungan melalui berbagai kegiatan dan event yang mampu menarik wisatawan,” kata Sadli, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, event besar seperti Erau hingga festival musik di Tenggarong tidak hanya menjadi agenda hiburan dan kebudayaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata Kukar kepada pengunjung.

Kehadiran wisatawan juga berpotensi mendorong aktivitas usaha kuliner, akomodasi serta ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan.

Optimalisasi PAD tetap dilakukan melalui peningkatan kunjungan, penataan pengelolaan destinasi, pembenahan administrasi serta pemungutan retribusi.

Dengan semakin banyak wisatawan yang datang, potensi penerimaan dari sektor pariwisata diharapkan ikut berkembang.

Terkait target dan capaian PAD 2026, Sadli menyebut pihaknya mengacu pada target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Capaian hingga tahun berjalan terus dievaluasi dengan membandingkannya terhadap target serta realisasi pada 2025.

Ia mengatakan, Dispar berharap penerimaan PAD pada 2026 dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian tersebut turut dipengaruhi kondisi kunjungan wisatawan, pengelolaan destinasi, fasilitas yang tersedia dan sejumlah faktor lainnya.

“Semoga kondisi keuangan daerah kita segera membaik dan sumber daya finansial bisa tersedia, karena ini merupakan faktor penting untuk memastikan destinasi wisata dapat dipelihara, dikembangkan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Bagikan :