Disperkim Kukar Perluas Jaringan Air Bersih hingga Wilayah Hulu dan Pesisir

M Aidil Kadis Perkim Kukar saat diwawancarai. (nisa/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menargetkan pemasangan sekitar 500 sambungan rumah (SR) air bersih pada 2026.

Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil mengatakan target tersebut merupakan pemasangan yang dilakukan di luar sambungan yang dikerjakan Perumda Tirta Mahakam maupun melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa.

“Target tahun ini kita akan memasang sekitar 500 SR, di luar yang dilaksanakan oleh PDAM dan SPAM Desa,” ungkap Aidil.

Menurutnya, persoalan pelayanan air bersih di Kukar bukan semata-mata jumlah sambungan rumah, tetapi juga belum meratanya jaringan distribusi hingga ke seluruh permukiman.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Perumda Tirta Mahakam akan memprioritaskan perluasan jaringan terlebih dahulu. Setelah jaringan menjangkau permukiman, pemasangan sambungan rumah akan dilakukan secara bertahap.

Aidil menyebut pemerataan jaringan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di sejumlah wilayah hulu dan pesisir. Salah satunya di Muara Ritan, Kecamatan Tabang, yang direncanakan mendapat perluasan jaringan dari Tukung Ritan pada tahun ini.

“Kita masih kurang di daerah hulu dan juga daerah pantai. Ini sedikit-sedikit kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara administratif seluruh kecamatan di Kukar telah memiliki akses pelayanan, tetapi masih terdapat sejumlah desa yang belum terlayani secara maksimal.

Menurut Aidil, terdapat tiga desa yang ditargetkan mendapat pembangunan SPAM Desa untuk memperluas akses air bersih. Pembangunan tersebut diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap mulai tahun depan.

Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan layanan. Jarak antarpemukiman yang cukup jauh membuat pembangunan jaringan distribusi membutuhkan biaya besar.

“Pemukiman yang jaraknya jauh memang memerlukan biaya yang besar untuk pemasangan jaringan distribusi. Untuk menyiasatinya, bagi pemukiman yang belum terlayani PDAM kita akan mencoba membangun SPAM Desa,” jelasnya. (adv/ns/ko)

Bagikan :