BERITA TERBARU

DPRD Samarinda Dukung Rencana Pelabuhan di Bukuan, Tekankan Akses dan Fasilitas Pendukung

Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membangun pelabuhan penumpang baru di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.

Sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut, Joha menilai pembangunan pelabuhan harus direncanakan secara matang agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Meski mendukung, Joha mengingatkan agar Pemkot tidak hanya fokus pada pembangunan fisik pelabuhan. Ia menekankan bahwa ketersediaan akses jalan yang memadai serta integrasi dengan sistem transportasi publik harus menjadi perhatian utama sejak awal perencanaan.

“Pemerintah pasti mempersiapkan semuanya, termasuk akses jalan dan transportasinya. Itu sudah pasti harus diperhatikan,” ujar politisi Partai NasDem ini.

Menurutnya, pemilihan lokasi pelabuhan di Bukuan cukup rasional, mengingat keterbatasan lahan di pusat kota untuk pengembangan infrastruktur besar seperti pelabuhan penumpang. Ketersediaan lahan di kawasan pinggiran seperti Palaran dinilai menjadi salah satu pertimbangan utama Pemkot.

“Pemerintah pasti sudah menghitung dan menganalisa kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk mendukung keberadaan pelabuhan di sana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Joha juga menyoroti pentingnya fasilitas penunjang di sekitar pelabuhan, seperti penginapan, serta mendorong partisipasi masyarakat dan investor dalam mendukung pengembangan kawasan tersebut.

Ia berharap pembangunan pelabuhan ini dapat dirancang dengan baik, melibatkan semua pemangku kepentingan, dan menjadi proyek yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi warga Samarinda, khususnya masyarakat Palaran. (Adv)

DPMD Kukar Lakukan Verifikasi Dokumen Posyandu 6 SPM

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pendampingan verifikasi dokumen struktur organisasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bagian dari percepatan registrasi nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DPMD Kukar yang terletak di kompleks perkantoran Bupati Kukar pada Rabu (25/6/2025).

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa, Asmi Riyandi Elvandar, menjelaskan verifikasi ini menekankan pada kelengkapan dokumen legalitas Posyandu, seperti hasil musyawarah pembentukan, surat keputusan pendirian, serta penetapan struktur kepengurusan dan kader.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan semua Posyandu 6 SPM sudah memiliki dokumen yang lengkap agar bisa diregistrasi secara nasional ke Kemendagri,” ujarnya.

Kegiatan verifikasi dilakukan secara bertahap, dengan melibatkan tim dari sepuluh kecamatan setiap hari.

Dari total 20 kecamatan yang ada di Kukar, seluruhnya dijadwalkan mengikuti proses ini secara bergiliran.

Tim pembina Posyandu dari kabupaten turut hadir untuk melakukan pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung.

“Per harinya kami jadwalkan sepuluh kecamatan. Tim kabupaten mendampingi langsung agar verifikasi berjalan lancar,” jelasnya.

Ia menerangkan, Posyandu berbasis 6 SPM mencakup enam sektor pelayanan dasar masyarakat, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Model ini menuntut struktur organisasi yang tertata agar fungsi Posyandu lebih terintegrasi dan maksimal.

“Bukan hanya soal pelayanan kesehatan ibu dan anak, tapi juga sebagai pusat layanan terpadu masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya lebih lanjut.

DPMD Kukar menargetkan seluruh dokumen hasil verifikasi dapat segera diserahkan ke Kemendagri.

Pengiriman dokumen direncanakan pada akhir bulan ini sebagai bagian dari proses registrasi lanjutan.

“Dokumen akan kami bawa ke Kemendagri pada tanggal 30 Juni 2025 untuk proses registrasi lebih lanjut,” tutupnya. (ak/ko)

Dispar Kukar Angkat Budaya Lokal Melalui Film Misteri Tuana Tuha

Tenggarong – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus berupaya mempromosikan kekayaan budaya daerah melalui berbagai media visual.

Salah satunya lewat produksi film berjudul Misteri Tuana Tuha, sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Workshop pembuatan film tersebut digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar dan diikuti para aktor, sineas lokal, serta tim produksi pada Rabu (25/6/2025).

Film Misteri Tuana Tuha akan menggunakan Bahasa Kutai dalam dialognya, untuk menguatkan identitas lokal sekaligus mendukung pelestarian budaya.

Plt Sekretaris Dispar Kukar, Sugiarto, mengatakan film ini menjadi salah satu langkah memperkenalkan potensi sejarah dan wisata Kukar secara luas.

“Dengan adanya media online dan sosial, penyebaran informasi mengenai kebangkitan wisata di Kukar sangat cepat, khususnya terkait legenda, kebudayaan, dan pendidikan yang ada di Kukar,” ujarnya.

Pemilihan Desa Tuana Tuha sebagai latar cerita dianggap tepat karena memiliki daya tarik tersendiri.

“Karena di situ ada sesuatu yang khas dan memang harus diangkat, yang mungkin tidak dimiliki oleh wilayah lain,” jelasnya.

Diproduseri oleh Ahmad Zulfiansyah, film ini memadukan nuansa misteri dengan elemen budaya lokal dan eksotika alam pedesaan.

Proses produksi sendiri telah dimulai sejak Senin, 23 Juni 2025, diawali dengan kegiatan persiapan naskah dan pematangan skenario.

“Dinas Pariwisata mencoba mengangkat kisah legenda itu agar bisa dikenalkan kepada masyarakat luas. Dengan mengenalkan kisah-kisah budaya dan pendidikan seperti ini, harapannya Kukar bisa lebih dikenal dan ke depan jumlah kunjungan wisatawan juga semakin meningkat,” jelasnya lebih lanjut.

Mengenai penayangan film, pihak Dispar Kukar belum memberikan kepastian apakah akan diputar di bioskop atau televisi. Namun mereka memastikan kualitas produksi akan dijaga agar layak tayang.

“Ke depan, insyaallah akan kita coba upayakan agar bisa difasilitasi dengan baik. Selain sebagai upaya pengenalan wisata dan budaya, ini juga bisa menjadi peluang terbukanya lapangan pekerjaan,” tutupnya. (adv/ak/ko)

DPRD Samarinda Evaluasi Kinerja Pansus, Tiga Tim Usulkan Pembentukan Pansus Baru

Samarinda – DPRD Kota Samarinda menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan melalui evaluasi kinerja Panitia Khusus (Pansus) yang telah bekerja selama enam bulan terakhir.

Evaluasi ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memperkuat kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah kota.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan bahwa evaluasi kinerja Pansus tidak hanya bertujuan memastikan keberlanjutan program legislasi, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.

“Setiap Pansus telah menyampaikan laporan hasil kinerjanya. Tapi dari evaluasi tersebut, tiga dari empat Pansus mengusulkan pembentukan Pansus baru untuk menindaklanjuti sejumlah agenda strategis yang belum sempat dijalankan secara optimal,” jelas Novan.

Tiga Pansus tersebut yakni Pansus II, III, dan IV menyatakan perlunya tim baru guna mendalami berbagai isu yang belum tertangani selama masa kerja sebelumnya.

Sementara itu, Pansus I memilih untuk melanjutkan tugasnya, terutama dalam menyelesaikan persoalan terkait pengelolaan dan ketersediaan lahan pemakaman umum di Samarinda.

“Untuk Pansus I berkaitan dengan pemakaman umum tetap akan dilanjutkan. Jadi mereka akan menambah masa kerjanya,” ujar Novan yang juga politisi dari Partai Golkar.

Ia menegaskan bahwa perpanjangan masa kerja Pansus I sangat penting, mengingat isu pemakaman masih menjadi permasalahan krusial yang belum mendapat solusi menyeluruh.

Kebijakan lanjutan diharapkan dapat memberi arah yang lebih jelas dalam pengelolaan lahan dan pelayanan pemakaman bagi masyarakat Samarinda. (Adv)

DPRD Samarinda Dorong Raperda Pemakaman, Usulkan Lahan dan Layanan Gratis bagi Warga Kurang Mampu

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah kota untuk menjamin hak dasar masyarakat atas layanan pemakaman yang layak dan terjangkau, khususnya bagi warga kurang mampu.

Salah satu usulan konkret yang tengah dibahas adalah penyediaan lahan pemakaman gratis lengkap dengan fasilitas penguburan oleh pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vanandza, menegaskan bahwa pemakaman seharusnya tidak menjadi beban finansial tambahan bagi keluarga yang tengah berduka.

“Kami juga berharap fasilitasnya lengkap. Kalau bisa, lahan yang disediakan itu diberikan ke masyarakat gratis sampai tutup lubang jenazah. Jangan sampai masyarakat dikasih lahan tapi harus gali dan ratakan sendiri, bahkan akses jalannya rusak,” tegasnya.

Vanandza menyoroti mahalnya harga lahan pemakaman swasta yang dinilai tidak sebanding dengan penghasilan mayoritas warga Samarinda. Ia juga mengeluhkan kondisi akses jalan menuju beberapa lokasi pemakaman yang rusak dan menyulitkan proses penguburan.

“Cari untung boleh, tapi jangan terlalu tinggi. Karena penghasilan masyarakat kita kan berbeda-beda. Jangan sampai warga tak mampu tidak bisa mendapatkan tempat pemakaman yang layak,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD bersama Pemerintah Kota Samarinda kini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pemakaman.

Regulasi ini bertujuan menata ulang sistem layanan pemakaman, baik yang dikelola pemerintah maupun pihak swasta, agar lebih adil dan merata.

Raperda tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi warga, mulai dari biaya tinggi, minimnya fasilitas, hingga persoalan aksesibilitas ke lokasi pemakaman. (Adv)

Masjid Agung Jadi Pusat Peringatan 1 Muharam 1447 H di Kukar

Tenggarong – Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Peringatan tahun baru Islam tersebut akan diisi dengan agenda Pawai Obor dan tausiyah keagamaan yang dirancang untuk melibatkan masyarakat secara luas, khususnya generasi muda.

Rencana kegiatan ini dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Ruang Rapat Sekda Kukar pada Selasa (24/6/2025).

Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dendy Irwan Fahriza. Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan yang lebih terpusat dan terpadu dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Peringatan kali ini berbeda karena kami fasilitasi langsung dari pemerintah daerah dan dilaksanakan secara terpusat di Masjid Agung,” jelasnya.

Kegiatan akan berlangsung pada Minggu malam, 29 Juni 2025. Dua agenda utama yang telah disiapkan adalah Pawai Obor dan tausiyah dari Ustaz Alfie Alfandy.

Pawai Obor akan melibatkan sekitar 270 peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, MTS, dan MAN yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kukar.

Rute pawai dimulai dari Jalan Ki Hajar Dewantara, melewati Jembatan Besi, Jalan S. Parman, Jalan Diponegoro, dan kembali ke titik awal.

Dendy menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam semarak tahun baru Islam.

“Biasanya kegiatan ini bersifat lokal dan diinisiasi masing-masing sekolah. Tahun ini kita dorong agar pelaksanaannya lebih meriah dan menyatukan masyarakat dalam satu titik,” ungkapnya.

Selain pawai, tausiyah akan digelar selepas salat Isya di Masjid Agung, menghadirkan Ustaz Alfie Alfandy, seorang aktor yang kini aktif berdakwah.

Tausiyah ini diarahkan untuk menarik minat kalangan milenial agar lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual Islam.

“Kami harap kehadiran beliau mampu memberi inspirasi dan menjadi momen refleksi bersama, khususnya bagi generasi muda,” terang Dendy.

Ia juga mengimbau seluruh peserta pawai dan masyarakat umum untuk mengikuti tausiyah tersebut.

“Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin hadir. Pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, semua kami undang untuk meramaikan,” tambahnya.

Terkait kehadiran Bupati Kukar, Dendy menyampaikan masih menyesuaikan dengan agenda beliau.

“Bupati sedang mengikuti kegiatan retret di IPDN sampai Jumat. Jika memungkinkan, beliau akan hadir bersama masyarakat,” pungkasnya. (ak/ko)