BERITA TERBARU

Polsek Muara Kaman Bekuk Pengedar Narkotika di Desa Sumber Sari Sebulu

Tenggarong – Polsek Muara Kaman berhasil membekuk seorang pengedar narkotika jenis sabu di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Petugas mengamankan tersangka berinisial K (30) bersama 74 paket sabu dengan berat kotor 18,13 gram, uang tunai Rp6.457.000, serta sejumlah barang bukti lainnya di rumahnya yang berada di Desa Sumber Sari, pada Selasa (21/10/2025) lalu.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Gede Wijaya menjelaskan, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat seorang pelaku berinisial I, yang lebih dahulu diamankan di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku I mengaku sabu yang dimilikinya diperoleh dari K, sehingga Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan lanjutan ke wilayah Sebulu.

“Begitu mendapat informasi dari pelaku pertama, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan K bersama sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkotika,” ungkapnya pada Sabtu (26/10/2025).

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 74 bungkus plastik berisi sabu-sabu, dua bungkus plastik klip kosong, tiga kotak rokok, satu buah skop plastik kecil, satu unit handphone warna hitam, dan satu buah tas warna hitam.

Semua barang bukti tersebut kini telah diamankan di Polsek Muara Kaman untuk proses penyidikan lebih lanjut.

IPTU Gede menuturkan, K diduga kuat merupakan pengedar aktif yang memasok sabu di sekitar wilayah Sebulu dan sekitarnya.

“Kami akan terus melakukan pengembangan guna memastikan sejauh mana jaringan ini beroperasi dan siapa saja pihak yang terlibat,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka K dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana seumur hidup atau pidana mati, serta denda paling sedikit Rp1 miliar. (ak/ko)

Arianto Minta Kelurahan Tak Abaikan Pedoman Resmi dalam Pemilihan RT

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan seluruh kelurahan yang akan menggelar pemilihan ketua Rukun Tetangga (RT) agar berpedoman pada aturan resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Salah satu wilayah yang tengah mempersiapkan pemilihan tersebut adalah Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan, pemerintah daerah telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2022 sebagai dasar hukum dalam proses pembentukan dan pemilihan pengurus RT.

Ia menegaskan, regulasi itu harus menjadi acuan utama bagi seluruh kelurahan agar tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan.

“Perbup itu sudah kami buat dan sosialisasikan. Jadi kelurahan tinggal mengikuti aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya saat dikonfirmasi adakaltim.com, Sabtu (26/10/2025).

Arianto menekankan pentingnya peran aparatur kelurahan dan kecamatan dalam setiap proses pemilihan.

Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai aturan yang berlaku.

“Jangan hanya hadir saat pemilihan, tapi juga pahami betul isi regulasinya. Itu penting agar prosesnya tidak menimbulkan masalah,” tegasnya.

DPMD Kukar telah menyiapkan perangkat aturan dan pedoman teknis agar pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan kesalahan administratif.

“Kami ingin pelaksanaan pemilihan RT berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan konflik antarwarga,” ucapnya.

Arianto menegaskan bahwa pedoman resmi yang telah diterbitkan merupakan landasan hukum agar pemilihan RT di seluruh Kukar berlangsung transparan, teratur, dan sah.

“Dengan adanya pedoman ini, semua pihak tinggal mengikuti aturan agar hasilnya benar-benar sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ak/ko)

Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Mitra Penyedia Bahan Baku Program MBG di Kukar

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong peran aktif Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra strategis dalam penyediaan bahan baku untuk mendukung pelaksanaan program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, saat pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) ketahanan pangan di desa dan pembentukan koperasi desa merah putih sesuai instruksi presiden nomor 9 tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand Elty, Tenggarong pada Jumat (24/10/2025).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan hingga tanggal 26 Oktober itu, Arianto menjelaskan bahwa kerja sama dengan MBG menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.

Melalui sinergi ini, pemerintah desa bersama BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam pengelolaan serta distribusi bahan baku pangan lokal untuk mendukung program MBG di daerah.

“Terkait kolaborasi dengan MBG, sejauh ini sudah ada beberapa desa yang menjalin kerja sama dalam penyediaan bahan baku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arianto mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong desa agar berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui mekanisme koperasi dan BUMDes.

“Untuk detailnya masih akan kami cek kembali, namun sebelumnya sudah ada laporan bahwa beberapa koperasi telah diajak bekerja sama dengan SPPG di desa masing-masing,” jelasnya.

Salah satu contoh kemitraan yang sudah berjalan, Kecamatan Anggana melalui Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo sudah mulai melakukan kemitraan dengan SPPG.

“Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung koperasi, mereka juga sudah mulai dilibatkan dalam penyediaan bahan baku untuk program MBG,” kata dia.

Menurutnya, model kerja sama tersebut dapat menjadi contoh bagi koperasi desa lain di kukar untuk ikut berperan dalam program MBG.

“Kami berharap melalui sinergi ini, pemerintah desa, BUMDes, dan koperasi bisa semakin berdaya dalam mengelola potensi pangan lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Ia menegaskan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di setiap wilayah menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program MBG.

“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin kerja sama antara Koperasi Desa Merah Putih dan MBG dapat berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ak/ko)

MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Resmi Dimulai dengan Pawai Taaruf di Tenggarong

Tenggarong – Walau diguyur rintik hujan, rangkaian pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berlangsung meriah.

Kegiatan pawai taaruf yang digelar di Tenggarong pada Jumat (24/10/2025) ini, menjadi tanda resmi dimulainya rangkaian MTQ yang akan berlangsung hingga 31 Oktober mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih pertama-tama kepada peserta dan pengurus LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara atas terlaksananya MTQ tingkat Kabupaten Kukar yang telah menginisiasi kegiatan pawai hari ini,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan pawai taaruf ini tidak hanya diikuti oleh seluruh kafilah dari 20 kecamatan, tetapi juga mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Beragam lembaga pendidikan turut serta dalam memeriahkan jalannya pawai dengan menampilkan kreativitas dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat ini menjadi bentuk nyata dari nilai kebersamaan yang diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Kukar.

“Sebenarnya, ini menjadi bentuk nyata kebersamaan kita yang diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan MTQ,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta dan dukungan dari sekolah-sekolah yang terlibat dalam pawai tersebut.

Antusiasme itu menurutnya mencerminkan keberhasilan Pemkab Kukar dalam mengimplementasikan program Kukar idaman, khususnya melalui program Gerakan Etam Mengaji.

Sunggono menegaskan, melalui MTQ ini, pemerintah daerah ingin terus memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan nilai-nilai keagamaan yang bersifat edukatif dan spiritual.

“Hal ini menjadi bukti bahwa seluruh pihak semakin fokus dan berkomitmen dalam mendukung kegiatan keagamaan, khususnya kegiatan yang bersifat edukatif dan spiritual,” tutupnya. (ak/ko)

Kukar Siapkan Pabrik Kratom untuk Perkuat Industri Ekspor dan Ekonomi Daerah

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan kratom di Kecamatan Kota Bangun sebagai langkah memperkuat industri ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah ini sejalan dengan upaya pengembangan industri non-ekstraktif yang berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Kratom sendiri merupakan tanaman endemik Asia Tenggara yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Juga diketahui telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman obat.

Melihat potensi tersebut, Pemkab Kukar tengah membentuk kelompok kerja yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, swasta, dan masyarakat.

“Kita ingin pengelolaan kratom ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha. Dengan begitu, arah pengembangannya bisa lebih jelas dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (23/10/2025).

Langkah awal yang dilakukan pemerintah daerah adalah memfinalkan pembentukan tim kerja sebelum dilanjutkan dengan studi kelayakan (feasibility study).

Kajian ini, kata dia, akan menjadi dasar untuk menentukan kapasitas produksi, lokasi, dan arah pengembangan industri kratom di Kukar.

Pemkab Kukar, lanjutnya telah menargetkan tahap studi ini segera diselesaikan agar pembangunan pabrik bisa dimulai dalam waktu dekat.

“Tahapannya sekarang sudah jelas, timnya sudah terbentuk dan segera masuk tahap feasibility study. Setelah itu baru kita bergerak di lapangan,” jelasnya.

Selain pabrik yang direncanakan di Kecamatan Kota Bangun, saat ini telah beroperasi satu pabrik di Kecamatan Tenggarong Seberang yang memproduksi ekstrak kratom, walau dengan kapasitas terbatas.

Keberadaan pabrik tersebut menjadi dasar bagi Pemkab Kukar untuk memperluas kapasitas produksi dan memperkuat rantai pasok industri kratom di daerah.

“Kami berkomitmen agar pengembangan kratom di Kukar ini juga melibatkan pelaku usaha yang sudah berpengalaman. Jadi bukan hanya membangun pabrik baru, tapi juga memperkuat yang sudah berjalan agar sinerginya terasa,” ucap Aulia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor kratom dari Indonesia yang dikirim ke India mencapai nilai sekitar Rp17 miliar, di mana sebagian besar produknya berasal dari Kecamatan Tenggarong Seberang.

Namun, ekspor tersebut masih harus melalui Jakarta karena Kukar belum memiliki fasilitas ekspor yang memadai, seperti alat X-ray untuk pemeriksaan kualitas.

Pemerintah daerah menilai hal ini menjadi hambatan yang harus segera diatasi agar Kukar dapat mengirim langsung produknya ke luar negeri.

Bupati Aulia menilai, selama ini Kukar hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah, bukan sebagai daerah eksportir.

Ia tidak ingin potensi kratom di daerahnya bernasib sama seperti komoditas lain yang justru dikenal berasal dari tempat berbeda.

“Kalau kita tidak serius mengelola ini, nanti seperti susu beruang yang punya sapi tapi yang terkenal beruangnya. Kita di sini yang menanam, yang mengolah, tapi nanti yang dikenal ekspor dari Jakarta. Jangan sampai hal seperti itu terulang,” tutupnya. (ak/ko)

ASN Disbun Kukar Jalani Skrining PTM untuk Cegah Penyakit Tidak Menular

Tenggarong – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disbun Kukar) mengikuti kegiatan skrining penyakit tidak menular (PTM) dan skrining kebugaran jasmani yang dilaksanakan bersama UPTD Puskesmas Rapak Mahang Tenggarong, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan yang digelar pada 23–24 Oktober 2025 itu menjadi langkah nyata dalam upaya mencegah penyakit menular sekaligus menjaga kebugaran ASN agar tetap prima dalam bekerja.

Sekretaris Disbun Kukar, M. Taufik Rahmani menyebutkan, kegiatan skrining ini merupakan bagian dari komitmen Disbun Kukar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Ia menilai, kondisi kesehatan pegawai berpengaruh langsung terhadap semangat dan kualitas pelayanan publik.

“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat. Kesehatan yang baik akan mendukung semangat dan kinerja dalam melayani publik,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara Disbun Kukar dan Puskesmas Rapak Mahang dalam meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan agar setiap ASN lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

“Kami ingin ASN Disbun tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga sehat dan bahagia. Dengan tubuh yang bugar, kita bisa bekerja lebih optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Pada pelaksanaan hari pertama, para ASN menjalani pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar kolesterol, gula darah, asam urat, serta tekanan darah.

Tim medis dari Puskesmas Rapak Mahang menemukan bahwa kasus hipertensi dan kolesterol tinggi masih cukup dominan di kalangan ASN Disbun Kukar.

Temuan ini menjadi pengingat penting, akan perlunya pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

Disisi lain, ketua tim skrining PTM, Zaira Adriani menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga keseimbangan tubuh.

Ia menekankan agar ASN sebaiknya tidak menunggu sakit untuk melakukan pemeriksaan, melainkan menjadikannya kebiasaan rutin.

“Menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik adalah kunci utama untuk mencegah penyakit tidak menular,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan yang menghadirkan tenaga medis untuk memberikan arahan personal mengenai pola hidup seimbang dan pengelolaan stres di tempat kerja.

Para peserta mendapatkan panduan praktis agar dapat menyesuaikan aktivitas kerja dengan kebiasaan sehat sehari-hari.

Pada hari kedua, kegiatan nantinya akan dilanjutkan dengan tes kebugaran jasmani berupa lari sejauh 1,6 kilometer di Creative Park Tenggarong.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebanyak 12 ASN belum diizinkan mengikuti tes karena mengalami tekanan darah tinggi, kadar gula tidak stabil, serta keluhan nyeri sendi,” tutupnya. (ak/ko)