BERITA TERBARU

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Minta Pemerintah Serius Atasi Krisis Air Bersih

Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani meminta Pemkab Kukar untuk benar-benar serius dalam mengatasi krisis air bersih yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong.

Ia menilai, kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian utama dan tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut.

“Tidak boleh lagi ada wilayah atau masyarakat yang tidak menikmati air bersih. Karena itu, jika diperlukan pembangunan instalasi atau jaringan pemipaan, maka harus dimasukkan dalam APBD Tahun 2026,” ucapnya, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai, program penyediaan air bersih harus menjadi prioritas utama bagi Pemkab Kukar.

Bahkan, kata dia, kegiatan lain bisa ditunda atau dibatalkan asalkan masyarakat bisa mendapatkan akses air bersih secara penuh dan layak.

“Yang paling penting adalah bagaimana air bersih bisa sampai ke rumah warga. Air yang telah diolah oleh PDAM harus dapat dinikmati masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Ahmad Yani mengatakan, struktur APBD Kukar wajib mengalokasikan pembangunan instalasi dan jaringan pemipaan agar distribusi air bersih tersalurkan dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa program ini harus mulai direncanakan dan dilaksanakan sejak tahun anggaran 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“DPRD Kukar menghimbau pemerintah kabupaten untuk menuntaskan seluruh permasalahan air bersih yang masih terjadi. Jika masih ada masyarakat yang belum menikmati air bersih, hal tersebut harus segera diselesaikan pada tahun 2026 dan tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti peran Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang dianggap sangat vital dalam penyediaan air bersih.

Ahmad Yani meminta agar dinas tersebut mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan tersebut dan tidak mencari alasan untuk menundanya.

“Kalaupun anggarannya terbatas, bisa menggunakan skema multiyears agar proyek tetap berjalan,” jelasnya.

Ahmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Kukar harus berani memprioritaskan kebutuhan air bersih, meskipun membutuhkan biaya besar.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda atau mengabaikannya,” pungkasnya. (ak/ko)

Si Jago Merah Lahap Enam Ruang Kelas SDN 024 Sebulu, Petugas Kesulitan Air di Lokasi Perbukitan

Tenggarong – Si jago merah melahap enam ruang kelas SDN 024 Sebulu RT 19, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (4/11/2025).

Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik juga merusak sejumlah fasilitas sekolah lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar, Fida Hurasani menyebut, petugas sempat kesulitan dalam memadamkan api karena sekolah berada di kawasan dataran tinggi yang sulit dijangkau sumber air.

“Api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.38 WITA, dan beruntung saat itu seluruh siswa sudah pulang sekolah. Kami langsung berkoordinasi dengan relawan kebakaran Desa Sumber Sari serta Damkar Kecamatan Sebulu dan Segihan untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

Menurutnya, medan yang menanjak dan terbatasnya pasokan air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Lokasi sekolah jauh dari sungai, sementara sumur di sekitar tidak mampu memenuhi kebutuhan air. Mobil tangki bahkan harus bolak-balik mengambil air dari titik terdekat,” lanjutnya.

Dalam proses pemadaman, Disdamkartan Kukar mengerahkan tiga unit mobil pemadam dari Pos SP1, Segihan, dan Pos Induk Matan Kukar.

Bantuan juga datang dari PT Surya Hutani Jaya serta warga setempat yang menyediakan dua tandon air darurat.

“Berkat kerja keras petugas dan relawan, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.35 WITA setelah lebih dari satu jam upaya penyiraman nonstop,” terang Fida.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari ruang perpustakaan.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan beratap seng membuat si jago merah cepat menjalar ke ruang-ruang kelas.

“Enam ruang kelas hangus terbakar, yakni kelas 4B, 5A, 5B, dan 6, serta dua ruang guru. Sementara ruang koperasi, dapur, dan perpustakaan mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.

Fida mengungkapkan, hanya tujuh ruang sekolah yang tersisa dalam kondisi utuh, sementara sebagian besar buku, alat pembelajaran, dan arsip sekolah tidak dapat diselamatkan.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan di fasilitas umum, terutama di wilayah dataran tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa pentingnya sarana pendukung darurat di kawasan perbukitan agar penanganan kebakaran lebih cepat.

“Wilayah seperti SP1 dan sekitarnya perlu memiliki tandon air permanen. Selain itu, pemeriksaan rutin instalasi listrik di sekolah harus dilakukan untuk mencegah korsleting,” tutupnya. (ak/ko)

Setelah 13 Tahun Tak Selesai, Bupati Aulia Akhirnya Resmikan Pembangunan Jembatan Sei Jongkang

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meresmikan Jembatan Sei Jongkang, di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kukar pada Senin (3/11/2025).

Peresmian berlangsung khidmat dengan penandatanganan prasasti, prosesi adat tepong tawar, serta pemecahan kendi berisi air bunga oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin.

Setelah prosesi adat, Bupati, Sultan, dan masyarakat turut makan bersama di atas jembatan sebagai bentuk syukur atas rampungnya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.

Bupati Aulia menjelaskan bahwa Jongkang memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif menuju Kota Samarinda dan Balikpapan.

“Kalau kita melewati Jongkang, jarak tempuhnya bisa hanya setengah jam saja. Jalur ini bisa memangkas waktu hingga setengah jam dibandingkan lewat Samarinda dari Tenggarong ke pintu tol,” terangnya.

Ia menyebut, penyelesaian pembangunan Jembatan Sei Jongkang yang sempat tertunda selama 13 tahun dilakukan karena jalur ini memiliki peran penting sebagai jalur logistik utama.

Lebih lanjut, Aulia mengungkapkan bahwa kawasan Jongkang akan dikembangkan menjadi wilayah baru yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Loa Kulu dan sekitarnya.

“Kami sudah mendesain kota baru di Jongkang. Banyak kegiatan industri yang mulai berjalan di sini, seperti perkapalan dan dok kapal. Lahannya masih sangat luas dan memungkinkan untuk ditata dengan baik dan rapi,” jelasnya.

Kata dia, Pemkab Kukar, juga akan menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di kawasan tersebut, mulai dari rencana pembangunan mall, sekolah internasional, hingga kehadiran Rumah Sakit Parikesit bertaraf internasional.

“Kita ingin Jongkang menjadi kawasan yang hidup, lengkap dengan fasilitas publik yang memadai seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. Mudah-mudahan ke depan bisa seperti di Balikpapan, ada beberapa spot kota baru yang tumbuh di sini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan Jembatan Sei Jongkang dibangun dengan anggaran tahun 2025 sebesar Rp14,9 miliar. Memiliki panjang 16 meter dan lebar 7 meter, serta dilengkapi trotoar, lampu penerangan, dan pagar pengaman.

“Jembatan ini masuk dalam ruas Jalan Teluk Dalam-Jongkang sepanjang 10 kilometer. Dengan selesainya pembangunan ini, kita harapkan akses masyarakat makin mudah dan ekonomi sekitar bisa tumbuh pesat,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa ke depan ruas jalan tersebut akan dikembangkan menjadi dua jalur agar mobilitas hulu hilir kendaraan semakin lancar.

“Sebagian besar lahannya sudah dibebaskan dan sebagian lagi sudah dikerjakan sebelumnya. Karena keterbatasan anggaran, kita fokus dulu pada fungsinya agar bisa digunakan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)

Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian dan Peternakan

Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

Ia menilai, dua sektor tersebut saling melengkapi dan berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Program ketahanan pangan tidak bisa hanya bertumpu pada pertanian. Peternakan juga harus mendapat perhatian, karena keduanya saling mendukung,” ujarnya kepada adakaltim.com, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperluas dukungan melalui penyediaan sarana pertanian, bantuan ternak produktif, serta pelatihan bagi kelompok tani dan peternak agar lebih mandiri.

Ia menjelaskan bahwa terdapat banyak kecamatan di Kukar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.

Pembukaan lahan kosong, kata Idham, bisa menjadi langkah nyata untuk mendukung pertanian sekaligus peternakan rakyat.

“Kalau dikelola dengan baik, ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal,” jelasnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat agar program ketahanan pangan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kalau komunikasi dan pengawasan dilakukan bersama, hasilnya akan lebih maksimal. Ketahanan pangan akan kuat, dan masyarakat pasti merasakan manfaatnya,” tutupnya. (ak/ko)

Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham Bantu Penuhi Kebutuhan Alat Pertanian di Desa Selerong

Tenggarong – Kebutuhan alat pertanian yang memadai akhirnya mulai terpenuhi bagi para petani di Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham menyerahkan dua unit hand tractor rotary kepada Kelompok Tani Harapan Makmur sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Bantuan itu disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini hanya memiliki satu unit hand tractor untuk digunakan secara bergantian.

Dengan tambahan dua unit baru, para petani kini bisa mengolah lahan pertanian lebih cepat dan efisien.

“Sekarang dengan dua unit, satu bisa dipakai di bagian hulu dan satu di hilir, jadi lebih merata,” ujar Idham kepada adakaltim.com, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan, hand tractor tersebut dapat digunakan baik di lahan basah maupun kering, sehingga mampu menyesuaikan kebutuhan para petani di Selerong.

Idham berharap bantuan ini tidak hanya mempermudah proses pengolahan lahan, tetapi juga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat sangat bersyukur karena fasilitas seperti ini masih kurang,” tuturnya.

Selain di bidang pertanian, Desa Selerong juga mendapat bantuan melalui program lain seperti bantuan keramba ikan dan sarana budidaya madu kelulut.

Menurutnya, berbagai program tersebut dijalankan secara terpadu oleh kelompok tani yang juga mengembangkan sektor peternakan.

“Kami mau mengembangkan pertanian dan peternakan lewat kelompok supaya hasilnya bisa dirasakan bersama,” kata dia.

Idham menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di sektor pertanian.

Ia menyebut, DPRD Kukar bersama dinas terkait terus mendorong pemanfaatan lahan kosong agar berdaya guna.

“Dinas terkait juga sedang menggalakkan ketahanan pangan. Kami di DPRD mendorong agar lahan-lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebagian besar aspirasi masyarakat di wilayahnya masih berkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan peternakan, termasuk rencana pengembangan ayam petelur di beberapa desa seperti Desa Sebulu Modern, Selerong, dan Sanggulan.

“Pertanian dan peternakan yang paling banyak diminta masyarakat. Kami lagi pelajari bagaimana teknis dan keuntungannya,” pungkasnya. (ak/ko)

DPRD Kukar Tegaskan Komitmen Selesaikan Seluruh Raperda dalam Propemperda 2025

Tenggarong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2025.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menegaskan bahwa DPRD akan bekerja maksimal agar semua tahapan pembentukan peraturan berjalan sesuai target.

“Kami memastikan seluruh Raperda dalam Propemperda 2025 akan diselesaikan secara penuh dan tepat waktu,” tegasnya usai rapat paripurna pada Jumat (31/10/2025).

Dalam rapat tersebut, DPRD Kukar juga menerima laporan Panitia Khusus (Pansus) terkait tiga Raperda yang sedang dalam pembahasan.

Ahmad Yani menyampaikan, ketiga Raperda tersebut meliputi penyertaan modal aset kepada PT Tunggang Parangan (Perseroda) berupa Pelabuhan Ambarawang, penyertaan modal Gedung Gerah 165, serta Raperda tentang kawasan tanpa rokok.

“Kami terus mengawal proses pembahasan ini agar berjalan transparan dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Ahmad Yani menjelaskan, seluruh Raperda tersebut kini menunggu proses harmonisasi dan fasilitasi di tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Begitu seluruh tahapan administrasi di provinsi selesai, kami pastikan ketiga Raperda ini segera ditetapkan menjadi Perda,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Kukar juga menerima penyampaian nota tiga Raperda baru dari Pemerintah Kabupaten Kukar.

Ahmad Yani berharap pembahasan dapat segera dimulai melalui Pansus.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun agenda pembentukan peraturan yang tertunda hingga akhir tahun,” katanya.

Ahmad Yani menegaskan komitmen DPRD untuk menuntaskan seluruh Raperda, baik dari usulan pemerintah maupun inisiatif dewan.

“Kami ingin seluruh produk hukum yang dihasilkan berpihak pada kepentingan masyarakat Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)