BERITA TERBARU

Pemkot Samarinda Implementasikan Parkir Elektronik, Sani Sebut Keputusan Yang Baik

Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, memberi dukungan atas langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mengimplementasikan parkir elektronik sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Samarinda.

Legislator yang akrab disapa Sani itu mengatakan, walaupun terdapat pro dan kontra terkait kebijakan yang diberlakukan, langkah ini menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan sistem parkir di wilayah Kota Tepian.

“Kebijakan ini tentunya sangat bagus. Artinya kita baru saja menerapkan satu sistem yang baru. Pro dan kontra itu biasa saja terjadi,” kata Sani, sapaannya.

Permasalahan parkir liar bukanlah hal baru di Kota Samarinda, selain penggunaan bahu jalan sebagai lahan parkir adapula beberapa oknum juru parkir liar yang mengambil kesempatan, sehingga hal tersebut akan berdampak pada pendapatan daerah dari retribusi parkir.

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa sistem ini dapat meminimalisir kebocoran PAD dari retribusi parkir, tinggal pengoptimalannya saja yang perlu untuk di tingkatkan ke depan.

“Artinya kita harus sama-sama smart, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menerapkan sistem ini untuk kebaikan wilayah Kota Tepian,” tandasnya.

Akhir kata, Sani berharap bahwa kebijakan parkir elektronik ini dapat berjalan dengan baik, sehingga peningkatan PAD untuk Kota Samarinda bisa berjalan secara optimal melalui sistem tersebut. (adv/hd/ko)

Potensi Menjadi Pusat Jasa dan Perdagangan di Kaltim, DPRD Samarinda Akan Kembangkan

Samarinda – Kota Samarinda mempunyai sejarah yang panjang, dan hari ini Kota Tepian itu telah menjadi salah satu kota yang memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang jasa dan perdagangan, pasalnya banyak yang menilai bahwa besar sekali perputaran ekonomi di Kota tersebut.

Karena hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan pandangannya mengenai potensi ekonomi Kota Samarinda pada tahun yang akan datang.

“Jika kita lihat dari sejarahnya, Samarinda adalah kota jasa dan dagang yang strategis di Kalimantan Timur. Meskipun Balikpapan menjadi pintu gerbangnya, posisi kita di tengah Kalimantan membuat Samarinda ideal untuk distribusi barang ke daerah-daerah lain,” kata Iswandi.

Di sisi lain dirinya juga mengatakan selama beberapa tahun kebelakang, bidang jasa dan perdagangan di Kota Samarinda berkembang cukup pesat, banyak barang-barang konsumen masuk tanpa perantara kota lain yaitu langsung ke pelabuhan Samarinda.

“Ini menunjukkan bahwa potensi kita sangat besar. Namun, kita harus kembali fokus pada pengembangan sektor perdagangan dan jasa,” imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan jumlah penduduk di Kota Samarinda yang seiring waktu terus meningkat sehingga membutuhkan banyak peluang pekerjaan.

Dirinya juga menegaskan bahwa meskipun ada keinginan untuk mengembangkan sektor pertanian, kondisi geografis dan lahan yang terbatas membuat hal tersebut sulit untuk diimplementasikan secara masif.

“Kita tidak bisa mengharapkan Samarinda menjadi kota pertanian, karena luas lahan pertanian kita hanya sekitar 6 ribu hektar. Oleh karena itu, sektor dagang dan jasa harus terus dikembangkan,” tutupnya. (adv/hd/ko)

Pemkab Kukar Diminta Percepat dan Maksimalkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seluruh Puskesmas

Tenggarong – Pemerintah pusat mengarahkan seluruh pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk mempercepat dan memaksimalkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas.

Arahan ini bertujuan agar program tersebut dapat berjalan lebih efektif, menjangkau lebih banyak masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Hal tersebut disampaikan oleh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, saat mengikuti rapat virtual yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (17/3/25).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya peran daerah dalam memastikan layanan kesehatan gratis agar berjalan lebih optimal.

“Terutama berkaitan dengan peran pemerintah daerah, peran kabupaten khususnya, kita diarahkan untuk pertama percepatan pelaksanaan berkaitan dengan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas yang harus dimaksimalkan,” ujar Taufik.

Untuk mendukung pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, Pemkab Kukar diminta memastikan penggunaan anggaran yang tersedia dapat berjalan efektif.

“Kita juga diminta memanfaatkan anggaran APBD dan BAK yang sudah ada untuk pemenuhan berkaitan dengan pihak pelaksanaan PGG ini,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Kukar akan melakukan kunjungan langsung ke puskesmas guna meninjau pelaksanaan program dan mengidentifikasi kendala di lapangan.

Sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian agar lebih banyak warga yang memanfaatkan layanan ini.

“Kemudian kita juga harus melakukan sosialisasi, karena ini penting untuk masyarakat biar persentase pemeriksaan masyarakat ini juga lebih bisa meningkat,” tambahnya.

Tak hanya masyarakat umum, layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini juga diwajibkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar beserta keluarganya.

“Kita juga mewajibkan setiap ASN dan keluarganya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Disdamkarmatan Kukar Terus Lakukan Pembinaan Redkar

Tenggarong – Jumlah relawan pemadam kebakaran (Redkar) di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bertambah, tetapi pembinaan terus dilakukan agar siap menghadapi berbagai situasi masih menjadi tantangan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan saat ini terdapat sekitar 700 orang yang telah terdaftar sebagai relawan.

Namun, tidak semua wilayah menunjukkan partisipasi yang sama. Di beberapa kecamatan masih kesulitan dalam merekrut dan melatih relawan yang benar-benar siap terjun ke lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi semakin banyaknya masyarakat yang ingin bergabung, tetapi di beberapa daerah minatnya masih rendah,” ujarnya, Senin (17/3/25).

Menurut Fida, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Disdamkarmatan Kukar, karena menjadi relawan tidak hanya soal keberanian, tetapi juga kesiapan untuk berkorban waktu dan tenaga.

Ia juga menegaskan bahwa dalam membentuk Redkar tidak cukup hanya mengumpulkan orang tanpa memberikan pembinaan yang berkelanjutan.

“Kalau membentuk relawan, ya, harus dibina dengan baik. Tidak bisa hanya merekrut tanpa memberi pelatihan yang benar, karena mereka akan berhadapan dengan situasi nyata yang penuh risiko,” ucapnya.

Proses pembinaan dilakukan bertahap, mencakup pelatihan fisik, teknik pemadaman, hingga simulasi penyelamatan korban.

Selain itu, relawan juga dibekali pemahaman tentang kerja sama tim serta pentingnya kehati-hatian dalam bertugas.

Selain menghadapi tantangan dalam perekrutan, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi kendala.

Ia menyampaikan pihaknya terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang mau terlibat.

“Kami ingin relawan tidak hanya terkonsentrasi di kota, tetapi juga merata hingga ke kecamatan dan desa. Semakin banyak yang bergabung, semakin baik untuk kesiapsiagaan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Dirinya berharap semakin banyak relawan yang terlatih agar mereka bisa berperan aktif, tidak hanya dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Mereka bisa ikut kerja bakti, gotong royong, atau kegiatan kemanusiaan lainnya. Kehadiran mereka ini sangat berarti bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Wabup Rendi Solihin Turun Melayani di War Takjil Bayar dengan Doa

Tenggarong – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin turun langsung melayani masyarakat dalam War Takjil. Kegiatan berbagi takjil yang unik, karena siapa saja bisa mendapatkannya cukup membayar dengan doa.

Kegaiatan tersebut digelar di Dekranasda, Jalan Pendidik, Kecamatan Tenggarong, Kukar pada Minggu (16/3/25).

Acara tersebut langsung diserbu warga dengan konsepnya yang sederhana tapi menarik, takjil yang disediakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa dibawa pulang tanpa membayar, cukup dengan doa.

War Takjil sendiri merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kukar dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Dispora Kukar.

“Ini bentuk kebersamaan di bulan Ramadan sekaligus dukungan untuk UMKM lokal. Antusiasme masyarakat luar biasa. Harapannya, War Takjil bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah,” kata Rendi.

Tak hanya hadir, Rendi juga ikut turun tangan melayani masyarakat yang mengantre, ditemani influencer Kak Gem dan Irfan Ghafur.

Kehadiran keduanya menambah keseruan acara yang diikuti oleh warga dari berbagai kalangan tersebut.

Terlihat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bersemangat berburu takjil favorit mereka.

Aneka makanan dan minuman khas Ramadan seperti gorengan, kolak, es buah, hingga kue tradisional tersaji di stan-stan UMKM yang meramaikan acara ini.

Rendi berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan menjangkau lebih banyak kecamatan.

Dengan konsep yang unik dan penuh makna, War Takjil bukan sekadar ajang berbagi, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat Kukar.

“Melihat antusiasmenya, kami ingin War Takjil hadir lagi tahun depan dengan cakupan yang lebih luas,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Waspada Lonjakan Harga Jelang Lebaran, DPRD Samarinda Lakukan Langkah Antisipasi

Samarinda – Hari Raya Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu oleh umat Islam dalam merayakan bulan Suci Ramadhan, namun ada beberapa hal yang akan menjadi sorotan bagi seluruh pihak, yaitu ketersediaan bahan pangan.

Hal ini membuat Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Iswandi menegaskan pihaknya akan memantau ketahanan dan ketersediaan pangan di kota Samarinda.

Selain itu Iswandi juga turut mewaspadai adanya lonjakan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan memastikan adanya langkah antisipasi yang dilakukan.

“Soal ketahanan pangan, kita selalu monitor. Bukan hanya ketahanan, tapi juga ketersediaannya yang harus dijaga,” ucap Iswandi saat diwawancarai.

Dirinya mengatakan stok kebutuhan masyarakat saat ini masih terkendali. Namun, Dirinya menegaskan bahwa jika ditemukan indikasi lonjakan harga yang tidak wajar, pihaknya siap mendorong operasi pasar guna menstabilkan harga.

“Kita harus menjaga stok kebutuhan masyarakat. Saat Lebaran nanti ada potensi kenaikan harga, dan itu harus kita monitor,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menyebutkan bahwa dalam situasi darurat, distribusi anggaran untuk ketahanan pangan harus segera dikucurkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok.

“Ketika dibutuhkan untuk ketahanan pangan, maka distribusi anggaran harus dikucurkan di titik yang tepat,” tegasnya.

Diakhir, Iswandi memastikan DPRD akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menjaga kestabilan harga serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan Ramadan hingga Lebaran. (adv/hd/ko)