Wagub Kaltim Dukung Penuh Pengusulan Geopark Sangkulirang Mangkalihat Jadi Warisan Dunia

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan dukungan penuh terhadap rencana pengusulan Geopark Sangkulirang Mangkalihat menjadi geopark nasional hingga warisan dunia UNESCO.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Kaltimtara di Ruang Rapat Wakil Gubernur.

“Saya sangat tertarik adanya Geopark Sangkulirang Mangkalihat yang berada di Kabupaten Kutai Timur dan Berau. Ini menandakan bahwa kebudayaan di Kaltim sudah berlangsung sangat lama,” ujar Seno Aji.

Ia menjelaskan bahwa bentang alam kars (BAK) di kawasan tersebut menyimpan nilai geologi dan sejarah yang sangat penting, termasuk lukisan telapak tangan purba berusia puluhan ribu tahun.

Namun, Seno menekankan bahwa geopark tidak hanya dilihat sebagai situs geologi semata, melainkan juga harus berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Jangan sekadar melihat sebagai warisan geologi. Tapi bagaimana kawasan sekitarnya bisa menjadi sumber peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” tegasnya.

Menurut Seno, jika status Geopark Sangkulirang Mangkalihat disetujui UNESCO, maka pengelolaan kawasan harus lebih profesional agar mampu menarik wisatawan mancanegara dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, untuk menandatangani surat rekomendasi sebagai langkah konkret dalam proses pengusulan ke pemerintah pusat.

“Langkah kita harus nyata. Ini bagian dari upaya mewujudkan Geopark Sangkulirang Mangkalihat sebagai ikon baru Kaltim yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv/hr/ko)

Pemprov Kaltim Siapkan Kebijakan Baru Tekan Biaya Hidup Mahasiswa Penerima GratisPol

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan kebijakan baru untuk mendukung mahasiswa penerima Program GratisPol, khususnya dalam meringankan biaya hidup selama menempuh pendidikan di kota-kota besar.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi pemerintah bahwa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) saja belum cukup mengatasi beban finansial mahasiswa, terutama yang berasal dari daerah pedalaman.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan pendekatan lebih komprehensif untuk menjawab persoalan tersebut. Ia menyoroti bahwa biaya tempat tinggal menjadi pengeluaran terbesar mahasiswa.

“Banyak daerah punya asrama mahasiswa di Samarinda. Fasilitas itu bisa dioptimalkan supaya mahasiswa tidak terbebani biaya kos yang terus naik,” ujarnya.

Selain pemanfaatan asrama, Pemprov Kaltim juga mendorong pemerintah kabupaten/kota agar mengelola potensi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kewajiban menyalurkan beasiswa.

Seno menilai bahwa alokasi CSR tersebut dapat diarahkan untuk mendukung biaya hidup mahasiswa, seperti kebutuhan makan, transportasi, dan perlengkapan akademik.

“Ada perusahaan yang sudah menyiapkan CSR beasiswa. Itu bisa disesuaikan agar membantu living cost mahasiswa,” kata Seno.

Beberapa perusahaan di sektor energi, pertambangan, dan perkebunan disebut memiliki alokasi dana pendidikan yang dapat disinergikan dengan kebutuhan mahasiswa dari wilayah masing-masing.

Menurut Pemprov, mekanisme kolaborasi lintas daerah dan perusahaan ini menjadi langkah realistis dibanding membebankan seluruh bantuan biaya hidup pada satu sumber anggaran.

Saat ini, Pemprov Kaltim sedang menyusun aturan teknis mengenai skema kerja sama tersebut. Seluruh kabupaten/kota dijadwalkan menyampaikan kesiapan mereka sebelum kebijakan mulai direalisasikan tahun depan.

“Realisasinya tahun depan. Kita sinkronkan dulu formatnya agar tidak tumpang tindih,” tegas Seno.

Ia berharap kebijakan ini dapat memperkuat tujuan awal GratisPol sebagai instrumen mobilitas sosial, terutama bagi mahasiswa dari daerah terpencil seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan wilayah pesisir.

Dengan menekan beban biaya hidup, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan finansial. (adv/hr/ko)

Dua Bupati Resmi Bergabung, Gerindra Kaltim Gelar Rakerda Perkuat Konsolidasi Partai

Samarinda – DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai upaya memperkuat konsolidasi partai di seluruh kabupaten/kota.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut agenda internal yang digelar beberapa pekan sebelumnya.

Rakerda dihadiri pengurus DPC se-Kaltim, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah yang merupakan kader Partai Gerindra.

Koordinator regional Kalimantan, Danang Wicaksana Sulistya yang juga anggota DPR RI Komisi V dan mantan Ketua DPD Gerindra Kaltim 2017 menyampaikan arahan dan pesan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada seluruh kader.

Dalam momentum tersebut, Partai Gerindra Kaltim juga secara resmi menyambut dua kepala daerah yang bergabung sebagai kader baru, yakni Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudiyat Noor. Bergabungnya dua bupati tersebut diyakini akan menambah kekuatan politik Gerindra di Kaltim.

Rakerda juga turut dihadiri sejumlah tamu undangan, seperti Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela, dan mantan calon Bupati Berau, Madri Pani, serta sejumlah tokoh lainnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa seluruh kader wajib merapatkan barisan untuk memenangkan perhelatan politik lima tahunan. Ia menekankan pentingnya pendidikan politik serta konsolidasi seluruh lini struktur partai.

“Kami menyambut baik kehadiran dr. Aulia Rahman Basri dan Mudiyat Noor sebagai kader baru Partai Gerindra. Mereka adalah dua bupati yang resmi bergabung,” jelas Seno.

Ia meluruskan bahwa tamu undangan lain yang hadir bukan merupakan kader baru. “Untuk selain dua bupati tersebut, mereka hadir sebatas tamu undangan,” tegasnya.

Seno Aji menambahkan, Partai Gerindra akan terus memperkuat barisan melalui rekrutmen kader yang sejalan dengan perjuangan partai, tanpa mengesampingkan peran kader-kader senior.

“Kami akan terus memperbanyak naturalisasi kader yang memiliki visi perjuangan sejalan dengan Partai Gerindra, di samping memberikan kesempatan utama kepada para kader senior,” ujarnya. (adv/hr/ko)

Wagub Kaltim Seno Aji Kunjungi Asrama Mahasiswi di Yogyakarta, Tekankan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Gratispol

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, berkesempatan mengunjungi asrama mahasiswi asal Kaltim yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Kunjungan tersebut berlangsung di Asrama Ruhui Rahayu dan dihadiri puluhan mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Wagub Seno Aji menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar para mahasiswa asal Benua Etam mampu menjadi generasi emas yang kelak berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas penting dalam pemerintahan Gubernur Rudy Mas’ud bersama dirinya.

Seno Aji menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Gratispol, yakni bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa Kaltim yang kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar daerah.

“Melalui Program Gratispol, kami memberikan bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak Kaltim yang kuliah, termasuk adik-adik yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mulai tahun 2026, bantuan biaya pendidikan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan diberikan bagi mahasiswa dari semester awal hingga akhir. Sementara untuk tahun ini, Pemprov Kaltim masih memprioritaskan mahasiswa baru serta pelajar SMA–SMK se-Kaltim.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Wagub Seno Aji hadir bersama sang istri, Hj. Wahyu Seno Aji. Para mahasiswa memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan pendidikan, sekaligus mendengarkan langsung penjelasan pemerintah daerah mengenai penguatan program peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim. (adv/hr/ko)

Regenerasi Agrikultur Berjalan, Petani Muda Kukar Muncul dengan Teknologi dan Pola Tani Modern

Tenggarong – Regenerasi dunia pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki fase yang lebih progresif.

Puluhan hingga ratusan petani muda mulai menempatkan diri sebagai pelaku utama pembangunan pangan dengan pendekatan yang jauh lebih moder.

Mengoperasikan drone sprayer, melakukan pemupukan terukur, hingga mengelola catatan produksi berbasis digital.

Mereka menjadi wajah baru agrikultur Kukar, bukan hanya menanam, tetapi menghitung, menganalisis, dan membangun usaha tani berbasis teknologi.

Transformasi ini menjadi salah satu fondasi penting dalam visi Kukar Idaman Terbaik, di mana pertanian tidak lagi bertumpu pada pola turun-temurun, melainkan diarahkan menuju kemandirian jangka panjang.

Pemerintah daerah menargetkan lahirnya 100.000 pelaku pertanian unggul hingga 2030, dengan pembinaan sistematis melalui Sekolah Lapangan, pengembangan SDM, hingga penguatan literasi usaha tani.

Pendekatan ini selaras dengan instruksi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin agar petani tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya saing.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terdapat sekitar 500 petani muda aktif yang mulai menunjukkan pola kerja baru dengan lebih teliti, terukur, dan akrab dengan teknologi.

Melalui 162 Sekolah Lapangan, para petani dipandu memahami analisis hara, presisi pemupukan, manajemen air, hingga penggunaan peralatan digital dalam monitoring lahan.

“Ini bukan tentang seberapa besar bantuan diberikan, tetapi bagaimana petani mampu berdiri di atas kaki sendiri. Target kami adalah memberikan bekal pengetahuan agar mereka bisa mengambil keputusan usaha secara mandiri,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Melalui proses pembinaan yang terus berjalan, para petani muda juga didorong membangun kesiapan menghadapi persaingan pasar.

Drone sprayer, e-recording hasil panen, sensor kelembaban, hingga sistem budidaya ramah lingkungan kini mulai diperkenalkan secara lebih luas.

Mereka tidak lagi terpaku pada pola lama, namun tumbuh sebagai generasi produktif yang percaya diri mengolah lahan hingga memasarkan hasil panen.

“Anak-anak muda ini membawa energi baru dengan berani mencoba, tidak takut gagal, dan punya orientasi usaha yang kuat. Mereka adalah penggerak percepatan transformasi pertanian kita,” lanjutnya.

Proses transformasi juga diperkuat lewat pemutakhiran data 48.000 kelompok tani melalui Simluhtan.

Pembaruan ini memastikan seluruh pendampingan dari 28.940 petani binaan, ribuan peternak, hingga nelayan menerima intervensi sesuai kondisi lapangan.

Kolaborasi lintas sektor turut memperlebar jangkauan pembinaan; mulai dari Dinas Perkebunan dengan 4.000 pekebun, Dinas Ketahanan Pangan dengan 4.000 petani, hingga DKP yang menaungi lebih dari 60.000 nelayan.

Tak hanya tanaman pangan, sektor peternakan pun bergerak seiring. Distanak menyiapkan bantuan bibit untuk lebih dari 3.000 peternak, dengan harapan populasi ternak terus tumbuh dan kemandirian ekonomi desa semakin kuat.

Dengan pola pikir baru, kemampuan teknis yang lebih ilmiah, dan akses pembinaan yang terus mengalir, masa depan pangan Kukar tidak lagi bertumpu pada kuantitas produksi saja.

Pemerintah daerah ingin hadirnya generasi petani muda melahirkan pertanian yang berkelanjutan, teknologis, terukur, dan mendunia.

“Petani tangguh bukan dilihat dari banyaknya alat, tetapi dari kemampuannya mengelola usaha pertanian secara mandiri. Mandiri itu yang menciptakan daya saing,” tutupnya. (adv/ak/ko)

DP3A Kukar Kembangkan Gema Tebus sebagai Program Penguatan Gizi Anak

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) tengah mempersiapkan penguatan program Gerakan Makan Telur Rebus (Gema Tebus) sebagai upaya peningkatan gizi anak di Kukar.

Program ini dirancang menjadi kebiasaan sehat dan berkelanjutan, dengan telur rebus sebagai sumber nutrisi sederhana namun kaya protein untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno mengatakan, Gema Tebus saat ini mulai diterapkan secara terbatas dalam lingkup kegiatan dinas dan beberapa agenda masyarakat, sembari pemerintah menyiapkan sistem pasokan telur agar gerakan dapat diperluas secara lebih massif.

“Untuk dilaksanakan luas di sekolah dan masyarakat, tentu kita perlu memastikan rantai pasok stabil. Tahap ini sedang kami siapkan,” jelasnya, Senin (1/12/2025).

Hero menuturkan, telur dipilih bukan tanpa alasan. Selain bernutrisi lengkap, telur merupakan bahan pangan yang mudah dijangkau masyarakat serta dapat dikonsumsi rutin tanpa memerlukan proses pengolahan rumit.

Hal ini membuat telur rebus menjadi opsi ideal sebagai ragam gizi harian bagi anak. “Telur itu sederhana, tetapi kaya manfaat bagi otak, tumbuh kembang, dan kekuatan fisik anak,” ujarnya.

Program Gema Tebus juga memiliki keterhubungan langsung dengan program pembangunan Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada pilar peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko stunting, peningkatan kecerdasan anak, sekaligus memperkuat fondasi generasi masa depan Kukar.

“Gema Tebus ini adalah langkah hulu dalam menciptakan SDM unggul. Jika nutrisi anak kuat sejak dini, maka kualitas generasi Kukar ke depan akan mengikuti,” tegasnya.

DP3A Kukar saat ini telah membangun komunikasi dengan penyedia komoditas telur serta OPD teknis untuk memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pangan berjalan lancar sebelum program diperluas dalam skala besar.

Hero menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin gerakan ini berjalan, tetapi juga bertahan sebagai kebiasaan gizi masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita ingin Gema Tebus tidak sekadar program, tapi menjadi budaya makan sehat di keluarga dan sekolah,” tuturnya.

Dengan mengedepankan nutrisi yang tepat bagi anak, DP3A Kukar berharap Gema Tebus mampu menjadi salah satu fondasi keberhasilan pembangunan manusia dalam kerangka Kukar Idaman Terbaik.

Hero optimistis, ketika pasokan telah stabil dan koordinasi lintas sektor matang, gerakan ini akan tumbuh lebih besar dan manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.

“Jika kesadaran gizi tumbuh, masa depan anak-anak kita pun tumbuh lebih cerah,” tutupnya. (adv/ak/ko)