Destinasi Favorit Berlibur di Kota Bangun: Kolam Renang Tanjung Durung Lestari Bersolek

KUTAI KARTANEGARA – Kolam Renang Tanjung Durung Lestari yang berlokasi di Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi pilihan utama warga untuk liburan bersama keluarga di Kota Bangun.

Kolam renang ini menawarkan dua kolam utama, satu untuk anak-anak dan satu lagi untuk dewasa, serta fasilitas yang setara dengan kolam renang di perkotaan.

Fasilitas yang tersedia di kolam renang ini mencakup seluncuran dan warung untuk pengunjung.

Selain itu, kolam renang ini juga dilengkapi dengan spot-spot foto yang menarik, menjadikannya tempat yang ideal untuk berlibur dan mengabadikan momen.

Adya Pradinata, salah satu pengunjung, memberikan kesan positif terhadap tempat ini. “Bagus tempatnya, Anak-anak suka” pungkasnya, Kamis (13/6/2024).

Kelebihan lain dari kolam renang ini adalah tidak adanya antrean panjang saat hari libur nasional, membuat pengunjung merasa nyaman.

Sur Yani, pengunjung lainnya, juga menyampaikan hal yang serupa, “Pas banget buat liburan keluarga,” tutupnya. (ADV)

Brigjen TNI Dendi Suryadi Sebut Restu Orang Tua Jadi Alasan Terjun ke Politik

Tenggarong – Brigjen TNI Dendi Suryadi menyebutkan restu orang tua menjadi salah satu alasan dirinya mencalonkan diri menjadi bakal calon Bupati Kukar pada Pilkada November 2024 mendatang.

Pria yang telah menggeluti dunia militer selama 31 tahun ini, akhirnya memantapkan tekadnya untuk terjun ke dunia politik.

Diketahui Dendi, merupakan seorang lulusan akademi militer pada 1993 di Magelang, Jawa Timur. Ia kemudian meniti karirnya sebagai Komandan Peleton dan Komandan Kompi di Batalyon 512/DIY.

Selain itu, Dendi juga sempat menjadi Dandim 0906/Kutai Kartanegara, Komandan Rindam II/Sriwijaya. Dirinya juga sempat menduduki jabatan Kepala Staf KOREM 043/Garuda Hitam.

Karir panjang Dendi melesat cepat. Sebagai putra asli Kutai Kartanegara, Dendi menjadi satu-satunya putra asli Kutai yang menyabet bintang 1 di dunia militer.

Selain restu orang tua, ia memiliki juga memiliki untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat Kukar. Hal itu menjadi alasan kuat dirinya untuk terjun ke dunia politik.

“Sebelumnya saya meminta restu dari orang tua dulu, setelah mendapat restu. Saya ingin berkarir di dunia politik dan ingin bermanfaat untuk orang banyak,” ucapnya dikutip dari Kaltim Today, Rabu (12/6/2024).

Ia menjelaskan, Kaltim merupakan daerah yang memiliki nilai potensi tinggi. Seperti, batu bara, sawit, minyak, gas, dan lain-lain.

“Potensi itu kurang berarti, jika tidak ada sosok pemimpin yang baik untuk masyarakat,” jelas Dendi.

Dendi yakin dirinya dapat memenangkan kontestasi Pilkada Kukar pada November 2024 mendatang.

“Saya akan mulai dari diri saya sendiri. Karena yang paling penting melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu, hingga menghasilkan. Sesuatu yang besar,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada survei yang dilakukan kepada 900 masyarakat Kukar terkait persepsi masyarakat jelang pemilihan Bupati Kukar 2024 yang dilaksanakan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Dendi mendapatkan hasil survei tertinggi, sebesar 28,2 persen. Diikuti oleh Edi Damansyah 17,1 persen, Rendi Solihin 15,6 persen, Abdul Rasid 3,6 persen, Awang Yacoub 2,6 persen, Seno Aji 1,9 persen, Alif Turiadi 1,7 persen M Andi Faisal 1,6 persen, Muhammad Syahrun 1,4 persen, Ali Hamdi 1,1 persen, dan 24,2 persen masyarakat belum menentukan pilihan. (*)

Destinasi Wisata Danau Tanjung Sarai di Desa Kedang Murung Yang Menakjubkan

KUTAI KARTANEGARA – Terletak di Kecamatan Kota Bangun, Desa Kedang Murung menawarkan pesona alam yang memikat melalui objek wisata Danau Tanjung Sarai. Dikelilingi oleh perairan yang jernih, desa ini menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan yang ingin merasakan keindahan alam yang asri.

Setiap tahun, Danau Tanjung Sarai menarik pengunjung dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati suasana tenang dan udara segar jauh dari hiruk-pikuk kota. Salah satu kegiatan favorit di sini adalah naik perahu tradisional yang dikenal sebagai gubang, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan.

Dengan luas sekitar 3,6 hektar, Danau Tanjung Sarai menyuguhkan pemandangan yang memukau dan kesempatan untuk menjelajahi danau menggunakan perahu. Zainul Effendi, Sekretaris Desa Kedang Murung, mengungkapkan bahwa peningkatan fasilitas wisata sedang direncanakan mengingat jumlah pengunjung yang terus bertambah.

“Kami berencana menambah fasilitas, khususnya perahu kembar. Saat ini, kami hanya memiliki tiga unit perahu, sementara permintaan dari wisatawan sangat tinggi,” ucap Zainul, Kamis (13/6/2024).

Menariknya, biaya masuk ke kawasan wisata Tanjung Sarai sangat terjangkau, yaitu Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat. Selain menikmati pemandangan danau, wisatawan juga dapat berkeliling ke pulau-pulau sekitar Tanjung Sarai dengan menggunakan perahu yang kapasitasnya dibatasi hingga 10 orang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan.

“Batasan ini diberlakukan demi keselamatan para wisatawan, memastikan mereka dapat menikmati keindahan danau tanpa khawatir,” pungkas Zainul.

Desa Kedang  Murung dengan Danau Tanjung Sarai-nya menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari pelarian sejenak dari kesibukan kota dan ingin menikmati keindahan alam yang tenang. (ADV)

Wisata Malam Hari di Kota Tenggarong: Menikmati Gemerlap Cahaya Lampu dan Kuliner di Taman Kota Raja

KUTAI KARTANEGARA – Taman Kota Raja yang berada di Jalan FL Tobing Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong merupakan satu diantara ikon Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang selalu menjadi incaran para wisatawan lokal dan luar Kukar.

kawasan Taman ini menjadi daya tarik karena mirip taman yang ada di negara Singapura selalu dipenuhi ribuan masyarakat setiap hari, baik mereka yang merupakan warga Tenggarong maupun dari luar Kutai Kartanegara.

Taman Kota Raja lebih indah dikunjungi jika malam hari, sudah terlihat malam lalu atau hari kedua Lebaran. karena gemerlap lampu jembatan Kartanegara dan lampu hias taman menyala warna warni semakin menambah indahnya Kota Raja.

“Kebetulan ada pekerjaan di Tenggarong sekalian mampir kesini (Taman Kota Raja) malam hari, mau melihat lampu tamannya sekaligus istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Samarinda,” ujar Alexa pengunjung, Kamis (13/6/2024).

Dirinya bersama tiga orang temannya melakukan perjalanan ke Kecamatan Tenggarong untuk bekerja sekaligus liburan mengunjungi beberapa tempat wisata juga mau melihat Taman Kota Raja serta Museum Kayu Tuah Himba.

“Iya tadi kami juga berwisata ke Museum kayu, banyak sekali informasi tentang sejarah dan kekayaan alam Kukar, ada pula buaya sangata yang diawetkan, dulunya pernah viral juga dipamerkan disana,” ungkap Alexa.

Selain menampilkan keindahan lampu-lampu Taman Kota Raja serta Jembatan Kukar, di Kawasan tersebut yang berada di Jalan Wolter Mongonsidi, Timbau,  juga menyediakan berbagai macam kuliner yang bisa dinikmati pengunjung.

Ada juga delman yang memang menyediakan sarana untuk berkeliling di sekitar kawasan Taman Kota Raja.

“Mudah-mudahan nanti bisa kembali lagi kesini, soalnya banyak sekali tempat- tempat menarik di Tenggarong,” tambahnya. (ADV)

Tingkatkan Daya Tarik wisata dan Ekonomi Lokal: Desa Semayang Membangun Resort Baru

KUTAI KARTANEGARA– Desa Semayang, yang terletak di tepi Danau Semayang, kini menjadi sorotan berkat pembangunan resor wisata baru yang didukung oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. Resor ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dan mendorong perekonomian lokal.

Ketua Pokdarwis Desa Semayang, Maria, mengatakan bahwa pembangunan resor di desa yang dikelilingi air tersebut merupakan proyek provinsi Kaltim sebagai dukungan pengembangan pariwisata di wilayahnya.

“Dari program gubernur untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah hulu Kukar,” ujar Maria Kamis (13/6/2024).

Menurut Maria, dengan adanya resor ini, wisatawan tidak perlu mencari penginapan jauh-jauh karena mereka bisa bermalam di atas danau terbesar di Kaltim tersebut.

“Wisatawan yang datang bisa menikmati aktivitas berkeliling danau serta menikmati pemandangan matahari terbenam di sini,” sambungnya.

Maria menyebutkan bahwa biaya masuk ke tempat wisata ini adalah Rp50 ribu per orang. Desa Semayang berharap dapat terus mengembangkan resor ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan warga.

“Kami berharap dengan adanya resor ini mampu mendongkrak jumlah pengunjung ke Desa Semayang,” tambah Maria.

Maria menyampaikan wisata yang sudah berjalan di desa ini diantaranya wisata perahu berkeliling danau, wisata  menikmati sunset.

Dari dua yang sudah berjalan tadi, dikenakan tarif sewa untuk sekali masuk dan hitung jumlah per orangnya.

“Untuk perorang biasa kita tarif  50 ribu sekali jalan, itu sementara dulu nanti kalau semua sudah ready kita bikin harga paket seperti biaya resort,  makan namun karena masih proses ya yang ada saja dulu” pungkasnya.

Karena belum ada anggaran dari Desa maupun Dinas Pariwisata, Pokdarwis berinisiatif dari pendapatan resort akan dialokasikan ke biaya operasional, biaya perawatan dan lainnya.

“Sebab saat ini belum ada anggaran khusus untuk operasional baik dari Desa maupun dari Dinas pariwisata,” tutupnya. (ADV)

Keseruan Berlibur di Pantai Malabar: Pilihan Anak Sekolah di Masa Liburan

KUTAI KARTANEGARA – Mengisi liburan sekolah dengan aktivitas seru dan edukatif tentu menjadi dambaan setiap anak. Pantai Malabar di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara( Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi pilihan yang tepat untuk itu.

Dengan panorama alam yang indah dan fasilitas memadai, pantai ini menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan.Dari kota Samarinda lokasi pantai ini berjarak 61 kilometer bisa ditempuh perjalanan darat selama satu jam perjalanan, dan jika dari Tenggarong bisa ditempuh jarak 88 kilometer atau 2 jam perjalanan.

Pantai Malabar terkenal dengan kebersihannya. Anak-anak dapat bermain pasir, berenang, atau sekadar berlari-lari di pantai yang bebas dari sampah. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk mencintai dan menjaga kebersihan alam.

“Disini pantainya landai ya, aman dan cocok buat anak-anak,” ujar Andri, Kamis (13/6/2024).

Dia mengajak anak dan istrinya memilih liburan ke Pantai Malabar, karena tingkat keamanan dan fasilitas yang mendukung kenyamanan keluarga.Tersedia musholla, toilet, dan warung makanan yang menawarkan berbagai kuliner lezat. Gazebo-gazebo di sekitar pantai menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut.

“Fasilitasnya lumayan lengkap, apalagi air jernih dan pantainya juga bersih gak ada sampah berserakan disini, jadi ini recommended banget buat yang berkeluarga Mas,” tambahnya.

Liburan di Pantai Malabar juga bisa diisi dengan aktivitas yang mendidik. Misalnya, orang tua dapat mengajak anak-anak untuk mengamati pasang surut air laut dari atas jembatan. Kegiatan ini dapat menjadi sarana belajar tentang fenomena alam. Selain itu, kedalaman air yang aman membuat anak-anak bisa berenang dengan bebas dan menyenangkan.

Selain itu, Pantai Malabar adalah destinasi yang ramah di kantong. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp. 5.000 per orang. Biaya parkir juga murah, Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp. 5.000 untuk motor. Penginapan di sekitar pantai menawarkan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000 per malam, sehingga keluarga dapat memilih sesuai dengan budget.

Dengan semua kelebihan ini, Pantai Malabar di Muara Badak adalah destinasi sempurna untuk liburan anak sekolah. Anak-anak dapat menikmati keindahan alam, bermain dengan bebas, dan belajar hal-hal baru sambil tetap merasakan kenyamanan dari fasilitas yang ada. Jadi, rencanakan liburan sekolah yang seru di Pantai Malabar dan ciptakan momen indah bersama keluarga. (ADV)