Wagub Kaltim Seno Aji Kunjungi Asrama Mahasiswi di Yogyakarta, Tekankan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Gratispol

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, berkesempatan mengunjungi asrama mahasiswi asal Kaltim yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Kunjungan tersebut berlangsung di Asrama Ruhui Rahayu dan dihadiri puluhan mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Wagub Seno Aji menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar para mahasiswa asal Benua Etam mampu menjadi generasi emas yang kelak berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas penting dalam pemerintahan Gubernur Rudy Mas’ud bersama dirinya.

Seno Aji menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Gratispol, yakni bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa Kaltim yang kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar daerah.

“Melalui Program Gratispol, kami memberikan bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak Kaltim yang kuliah, termasuk adik-adik yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mulai tahun 2026, bantuan biaya pendidikan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan diberikan bagi mahasiswa dari semester awal hingga akhir. Sementara untuk tahun ini, Pemprov Kaltim masih memprioritaskan mahasiswa baru serta pelajar SMA–SMK se-Kaltim.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Wagub Seno Aji hadir bersama sang istri, Hj. Wahyu Seno Aji. Para mahasiswa memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan pendidikan, sekaligus mendengarkan langsung penjelasan pemerintah daerah mengenai penguatan program peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim. (adv/hr/ko)

Regenerasi Agrikultur Berjalan, Petani Muda Kukar Muncul dengan Teknologi dan Pola Tani Modern

Tenggarong – Regenerasi dunia pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki fase yang lebih progresif.

Puluhan hingga ratusan petani muda mulai menempatkan diri sebagai pelaku utama pembangunan pangan dengan pendekatan yang jauh lebih moder.

Mengoperasikan drone sprayer, melakukan pemupukan terukur, hingga mengelola catatan produksi berbasis digital.

Mereka menjadi wajah baru agrikultur Kukar, bukan hanya menanam, tetapi menghitung, menganalisis, dan membangun usaha tani berbasis teknologi.

Transformasi ini menjadi salah satu fondasi penting dalam visi Kukar Idaman Terbaik, di mana pertanian tidak lagi bertumpu pada pola turun-temurun, melainkan diarahkan menuju kemandirian jangka panjang.

Pemerintah daerah menargetkan lahirnya 100.000 pelaku pertanian unggul hingga 2030, dengan pembinaan sistematis melalui Sekolah Lapangan, pengembangan SDM, hingga penguatan literasi usaha tani.

Pendekatan ini selaras dengan instruksi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin agar petani tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya saing.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terdapat sekitar 500 petani muda aktif yang mulai menunjukkan pola kerja baru dengan lebih teliti, terukur, dan akrab dengan teknologi.

Melalui 162 Sekolah Lapangan, para petani dipandu memahami analisis hara, presisi pemupukan, manajemen air, hingga penggunaan peralatan digital dalam monitoring lahan.

“Ini bukan tentang seberapa besar bantuan diberikan, tetapi bagaimana petani mampu berdiri di atas kaki sendiri. Target kami adalah memberikan bekal pengetahuan agar mereka bisa mengambil keputusan usaha secara mandiri,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Melalui proses pembinaan yang terus berjalan, para petani muda juga didorong membangun kesiapan menghadapi persaingan pasar.

Drone sprayer, e-recording hasil panen, sensor kelembaban, hingga sistem budidaya ramah lingkungan kini mulai diperkenalkan secara lebih luas.

Mereka tidak lagi terpaku pada pola lama, namun tumbuh sebagai generasi produktif yang percaya diri mengolah lahan hingga memasarkan hasil panen.

“Anak-anak muda ini membawa energi baru dengan berani mencoba, tidak takut gagal, dan punya orientasi usaha yang kuat. Mereka adalah penggerak percepatan transformasi pertanian kita,” lanjutnya.

Proses transformasi juga diperkuat lewat pemutakhiran data 48.000 kelompok tani melalui Simluhtan.

Pembaruan ini memastikan seluruh pendampingan dari 28.940 petani binaan, ribuan peternak, hingga nelayan menerima intervensi sesuai kondisi lapangan.

Kolaborasi lintas sektor turut memperlebar jangkauan pembinaan; mulai dari Dinas Perkebunan dengan 4.000 pekebun, Dinas Ketahanan Pangan dengan 4.000 petani, hingga DKP yang menaungi lebih dari 60.000 nelayan.

Tak hanya tanaman pangan, sektor peternakan pun bergerak seiring. Distanak menyiapkan bantuan bibit untuk lebih dari 3.000 peternak, dengan harapan populasi ternak terus tumbuh dan kemandirian ekonomi desa semakin kuat.

Dengan pola pikir baru, kemampuan teknis yang lebih ilmiah, dan akses pembinaan yang terus mengalir, masa depan pangan Kukar tidak lagi bertumpu pada kuantitas produksi saja.

Pemerintah daerah ingin hadirnya generasi petani muda melahirkan pertanian yang berkelanjutan, teknologis, terukur, dan mendunia.

“Petani tangguh bukan dilihat dari banyaknya alat, tetapi dari kemampuannya mengelola usaha pertanian secara mandiri. Mandiri itu yang menciptakan daya saing,” tutupnya. (adv/ak/ko)

DP3A Kukar Kembangkan Gema Tebus sebagai Program Penguatan Gizi Anak

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) tengah mempersiapkan penguatan program Gerakan Makan Telur Rebus (Gema Tebus) sebagai upaya peningkatan gizi anak di Kukar.

Program ini dirancang menjadi kebiasaan sehat dan berkelanjutan, dengan telur rebus sebagai sumber nutrisi sederhana namun kaya protein untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno mengatakan, Gema Tebus saat ini mulai diterapkan secara terbatas dalam lingkup kegiatan dinas dan beberapa agenda masyarakat, sembari pemerintah menyiapkan sistem pasokan telur agar gerakan dapat diperluas secara lebih massif.

“Untuk dilaksanakan luas di sekolah dan masyarakat, tentu kita perlu memastikan rantai pasok stabil. Tahap ini sedang kami siapkan,” jelasnya, Senin (1/12/2025).

Hero menuturkan, telur dipilih bukan tanpa alasan. Selain bernutrisi lengkap, telur merupakan bahan pangan yang mudah dijangkau masyarakat serta dapat dikonsumsi rutin tanpa memerlukan proses pengolahan rumit.

Hal ini membuat telur rebus menjadi opsi ideal sebagai ragam gizi harian bagi anak. “Telur itu sederhana, tetapi kaya manfaat bagi otak, tumbuh kembang, dan kekuatan fisik anak,” ujarnya.

Program Gema Tebus juga memiliki keterhubungan langsung dengan program pembangunan Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada pilar peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko stunting, peningkatan kecerdasan anak, sekaligus memperkuat fondasi generasi masa depan Kukar.

“Gema Tebus ini adalah langkah hulu dalam menciptakan SDM unggul. Jika nutrisi anak kuat sejak dini, maka kualitas generasi Kukar ke depan akan mengikuti,” tegasnya.

DP3A Kukar saat ini telah membangun komunikasi dengan penyedia komoditas telur serta OPD teknis untuk memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pangan berjalan lancar sebelum program diperluas dalam skala besar.

Hero menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin gerakan ini berjalan, tetapi juga bertahan sebagai kebiasaan gizi masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita ingin Gema Tebus tidak sekadar program, tapi menjadi budaya makan sehat di keluarga dan sekolah,” tuturnya.

Dengan mengedepankan nutrisi yang tepat bagi anak, DP3A Kukar berharap Gema Tebus mampu menjadi salah satu fondasi keberhasilan pembangunan manusia dalam kerangka Kukar Idaman Terbaik.

Hero optimistis, ketika pasokan telah stabil dan koordinasi lintas sektor matang, gerakan ini akan tumbuh lebih besar dan manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.

“Jika kesadaran gizi tumbuh, masa depan anak-anak kita pun tumbuh lebih cerah,” tutupnya. (adv/ak/ko)

DP3A Kukar Dorong Desa Ramah Perempuan dan Anak sebagai Ruang Aman Tumbuh Kembang Generasi Muda

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Anak sebagai bagian dari implementasi Program Kukar Idaman Terbaik, yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Kukar dalam agenda peningkatan kualitas SDM dan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Program ini diarahkan agar desa menjadi ruang hidup yang aman sekaligus ramah bagi perempuan dan anak, sehingga tumbuh kembang generasi muda berjalan dengan lebih sehat, nyaman, dan terfasilitasi.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno menyampaikan, desa dipilih sebagai pondasi karena menjadi pusat interaksi sosial terbesar.

Ketika desa memiliki fasilitas ramah anak, layanan responsif gender, dan ruang aman untuk berekspresi, maka kualitas pembinaan generasi masa depan akan tumbuh dari akar paling bawah.

“Desa adalah ruang sosial utama. Kalau desa aman, maka anak-anak kita tumbuh dengan karakter yang kuat dan terlindungi,” jelasnya, Senin (1/12/2025).

Saat ini, beberapa desa mulai ditetapkan sebagai percontohan, seperti Desa Sumber Sari, Loa Ulung, dan Marangkayu.

Selain itu, DP3A turut mendorong optimalisasi ruang publik seperti rest area untuk dijadikan tempat bermain, membaca, hingga kegiatan belajar kreatif anak.

Hero menegaskan, upaya ini tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi menghadirkan sistem sosial yang menempatkan perempuan dan anak sebagai subjek pembangunan.

“Kita tidak hanya beri label, tapi membangun ruang hidup yang benar-benar berpihak kepada mereka,” ujarnya.

Program ini selaras dan mendukung pilar besar Kukar Idaman Terbaik, terutama pada aspek peningkatan pendidikan, layanan perlindungan anak, dan penguatan kesejahteraan keluarga.

DP3A meyakini, keberhasilan implementasi desa ramah perempuan dan anak akan mempercepat terwujudnya Kukar sebagai Kawasan Layak Anak secara menyeluruh.

“Ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk menciptakan generasi unggul Kukar ke depan,” tuturnya.

Hero mengungkapkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program berjalan kuat dan merata.

Perangkat desa, OPD teknis, hingga masyarakat perlu bergerak bersama
untuk menjaga keberlanjutan program.

“Investasi terbesar daerah adalah anak yang tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh kesempatan. Inilah spirit Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.

Dengan penguatan desa sebagai ruang aman, DP3A Kukar optimistis tonggak pembangunan SDM bisa lebih cepat tercapai.

“Jika desa sudah ramah perempuan dan anak, masa depan Kukar ikut terkawal,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Pengembangan UMKM Jadi Strategi DP3A Kukar Perkuat Peran Perempuan

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, menetapkan pengembangan UMKM sebagai salah satu strategi utama dalam memperkuat peran perempuan di daerah.

Langkah ini berkaitan langsung dengan Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada pilar kemandirian ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga, di mana perempuan menjadi motor penting dalam penggerak ekonomi rumah tangga.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan bukan pelengkap, melainkan bagian inti dari pembangunan sosial.

Hero menjelaskan, peningkatan kapasitas perempuan melalui UMKM dianggap efektif untuk memperluas ruang kontribusi dalam pembangunan.

Menurutnya, jika perempuan diberikan akses produksi, pemasaran, serta pelatihan literasi usaha, maka kekuatan ekonomi keluarga akan menguat, yang secara langsung mendorong indikator keberhasilan Dedikasi Kukar Idaman Terbaik pada bidang ekonomi produktif masyarakat.

“UMKM perempuan akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika kita bangun dari fondasi yang benar: kapasitas, akses, dan keberlanjutan,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Program ini juga menyentuh aspek pembinaan keterampilan dan penyediaan ruang usaha, termasuk kerja sama lintas OPD untuk memfasilitasi pemasaran, permodalan, hingga pelatihan literasi digital.

Hero menyebut, sinergi dengan perangkat desa dan mitra komunitas diperlukan agar perempuan tidak hanya membuka usaha, tetapi juga mampu mengembangkan produk yang berdaya saing.

“Kita ingin perempuan bukan sekadar ikut bergerak, tetapi memimpin ruang ekonomi yang mereka jalankan,” tegasnya.

Melalui penguatan UMKM perempuan, DP3A menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi yang stabil dan merata hingga tingkat kecamatan dan desa.

Hero menilai, keberhasilan program ini akan menjadi pembuktian bahwa perempuan memiliki peran nyata dalam keberlanjutan Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, terlebih karena kesejahteraan keluarga dan peningkatan pendapatan rumah tangga merupakan indikator utama yang diukur pemerintah daerah.

“Jika perempuan kuat secara ekonomi, maka kesejahteraan keluarga ikut naik dan di situlah roh program Dedikasi Idaman benar-benar hidup,” ungkapnya.

Program pemberdayaan ini direncanakan berjalan berkelanjutan, memperluas sektor UMKM perempuan pada bidang kuliner, kerajinan, hingga layanan jasa.

Ia optimis, ketika kapasitas perempuan meningkat, maka ruang partisipasi dalam pembangunan juga terbuka semakin lebar.

Ia menegaskan, Kukar menginginkan perempuan hadir sebagai subjek pembangunan, bukan hanya penerima manfaat.

“Kami ingin perempuan berdiri sejajar dan memegang ruang strategis dalam pembangunan Kukar ke depan,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Momentum Hari Ibu ke-97 Jadi Langkah Pemkab Kukar Memperluas Peran dan Pemberdayaan Perempuan

Tenggarong – Momentum Hari Ibu ke-97 menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam memperluas peran serta memperkuat pemberdayaan perempuan, sebagai upaya memastikan perempuan memiliki ruang kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan daerah.

Peringatan hari ibu di Kukar sendiri berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong pada Senin (1/12/2025).

Mewakili Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, menyampaikan bahwa Hari Ibu bukan hanya seremoni tahunan, tetapi refleksi panjang perjuangan perempuan sejak Kongres Perempuan Indonesia 1928.

“Hari Ibu adalah pengingat bahwa perempuan memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, momentum ini harus menjadi dorongan bagi perempuan Kukar untuk terus berdaya dan berani tampil di ruang publik.

Dafip menegaskan, perempuan tidak hanya berperan dalam urusan rumah tangga, tetapi juga mampu dan layak mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

“Perempuan adalah pilar keluarga, pilar masyarakat hingga pilar negara. Kemampuan mereka dalam memikul tanggung jawab besar ini tidak diragukan lagi,” tegasnya.

Ia menyebut, dukungan kebijakan pemerintah diperlukan agar akses perempuan pada pendidikan, usaha, dan ruang kepemimpinan semakin luas.

Pada bagian inilah Dafip menyinggung penerapan visi pembangunan daerah dalam kerangka Kukar Idaman Terbaik.

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk perempuan.

“Kukar Idaman Terbaik memberikan banyak ruang, mulai dari akses pembiayaan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga peluang perempuan terlibat dalam musyawarah pembangunan di tingkat RT,” tuturnya.

Ia mencontohkan beberapa program pemberdayaan perempuan di dalam program tersebut, seperti Kredit Kukar Idaman Terbaik bagi pelaku UMKM, Program RT Ku Terbaik sebagai pintu partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan lingkungan, serta Program Petani/Peternak/Nelayan Tangguh yang mendukung perempuan bergabung dalam Kelompok Wanita Tani dan sektor pangan produktif.

“Program-program ini kami harap menjadi tangga bagi perempuan untuk naik kelas, berdaya secara ekonomi, dan berdiri sejajar dalam ruang kebijakan,” harapnya.

Dafip juga menyoroti peningkatan jumlah perempuan yang kini memasuki ruang politik dan kepemimpinan.

Sebanyak 11 perempuan tercatat sebagai anggota DPRD Kukar, menjadi jumlah tertinggi dalam sejarah.

“Ini bukti bahwa perempuan mampu memimpin, mengambil keputusan, dan bersuara untuk kepentingan masyarakat luas,” ucapnya.

Dafip mengajak seluruh perempuan Kukar untuk memanfaatkan kesempatan pembangunan yang kini terbuka lebar.

“Kesempatan itu sudah tersedia, tinggal bagaimana perempuan berani melangkah dan mengambil peran yang lebih besar,” pungkasnya. (adv/ak/ko)