Gowes Halal Bihalal Warnai Kebersamaan Komunitas Sepeda di Kukar

Tenggarong – Momen kebersamaan dan semangat hidup sehat terasa hangat saat Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan Gowes Halal Bihalal, Minggu (13/4/25).

Acara tersebut menjadi wadah ajang silaturahmi di bulan Syawal 1446 Hijriah, sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat agar terus aktif berolahraga di tengah kesibukan.

Sekitar 350 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengambil titik start dari Pendopo Bupati Kukar dan finish di Waduk Panji Sukarame.

Berbagai komunitas sepeda hadir untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari komunitas sepeda ontel hingga goweser dari luar daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, dan Bontang.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang gowes santai saja, tetapi juga menjadi momen untuk mempertemukan seluruh komunitas sepeda yang ada di Kukar dan sekitarnya.

“Halal bihalal ini kita kemas lewat olahraga agar lebih semarak, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan kegiatan ini juga diikuti langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang ikut mengayuh sepeda bersama peserta.

“Pak Bupati berpesan, sesibuk apa pun aktivitas kita, olahraga tetap harus menjadi bagian dari gaya hidup. Kalau tubuh sehat, semua aktivitas bisa dijalankan maksimal,” jelas Aji Ali.

Di garis finish, peserta disambut dengan suguhan konsumsi, hiburan, dan doorprize yang menambah kemeriahan suasana.

Ali berharap kegiatan ini bisa menjadi pembuka berbagai agenda olahraga masyarakat sepanjang tahun 2025.

“Semoga semangat kebersamaan hari ini bisa memperkuat komitmen bersama untuk terus menghidupkan budaya olahraga di Kukar, terutama olahraga masyarakat seperti bersepeda,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bupati Kukar Serahkan Alsintan senilai 47,4 Miliar untuk Petani Milenial

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pertanian modern dengan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp 47,4 miliar kepada kelompok Brigade Pangan.

Bantuan tersebut menyasar petani milenial sebagai ujung tombak pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi di Kukar, sekaligus menjadi bagian dari program optimalisasi lahan (oplah) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Penyerahan alsintan dilakukan secara simbolis di Balai Benih Induk (BBI) Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu pada Sabtu (12/4/25).

Tutut hadir dalam acara tersebut Dandim 0906 Kukar dan perwakilan Dandim 0908 Bontang.

Alsintan yang diserahkan terdiri dari 12 unit traktor roda empat, 24 unit traktor roda dua, 10 unit rotavator, 12 unit drone penyemprot, 13 unit combine harvester, dan 24 unit power thresher.

Selain itu, turut disalurkan 33 unit mesin tanam padi, 78 unit pompa air irigasi, serta dukungan tambahan berupa pestisida, benih padi, dan penguatan infrastruktur pertanian lainnya.

“Program nasional ini dilengkapi perlengkapan alsintan, karena memang dikelola petani milenial, sudah dilakukan pembentukan kelompok Brigade Pangan-nya,” ujarnya.

Program operasi lahan ini menyasar lahan rawa di empat kecamatan, yaitu Marangkayu, Samboja, Anggana, dan Tenggarong. Dengan total luasan lahan mencapai 2.392 hektare yang tersebar di 14 desa dan kelurahan.

Sementara itu, Pemkab Kukar turut bersinergi dengan program nasional tersebut melalui penetapan lima kawasan pertanian.

Kelima kawasan pertanian tersebut nantinya akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani, embung, saluran irigasi, dan sumur bor.

Edi optimistis keberadaan Brigade Pangan yang terdiri dari petani muda dapat menjadi pendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian di Kukar.

Ia juga menegaskan program tersebut sejalan dengan pelaksanaan misi ke-3 Kukar Idaman, yakni memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Saya dan jajaran dengan para Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang ini harus sukses di Kukar. Gambaran teknis ada sedikit hambatan di permodalan. Namun ada antisipasi dengan Kredit Kukar Idaman,” tutup Edi. (adv/ak/ko)

Posyandu dan BPU Jadi Jawaban Kebutuhan Dasar Warga di Desa Loa Ulung Tenggarong Seberang

Tenggarong – Warga Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya di wilayah Pelamboyan II, kini memiliki dua fasilitas penting untuk menunjang kebutuhan dasar mereka.

Gedung Posyandu dan Balai Pertemuan Umum (BPU) yang baru selesai dibangun, hadir sebagai jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan dan ruang kegiatan masyarakat.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menyebut pembangunan kedua fasilitas ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat desa.

“Ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat kami. Kehadiran Posyandu dan BPU adalah impian warga yang kini terwujud,” ujarnya, Sabtu (12/4/25).

Ia menuturkan Posyandu Pelamboyan II sangat dibutuhkan oleh warga, terutama dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak. Sedangkan, keberadaan BPU diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang multifungsi.

Hermi juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang hadir langsung dalam peresmian.

Menurutnya, kehadiran kepala daerah menunjukkan dukungan nyata terhadap kemajuan desa.

Selain itu, ia mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat yang ikut mendorong terwujudnya pembangunan.

“Mulai dari RT, BPD, Karang Taruna, PKK, hingga lembaga adat. Sinergi inilah yang membuat pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Dengan hadirnya kedua fasilitas tersebut, Hermi berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ia juga berharap hubungan antara pemerintah desa dan kabupaten tetap terjaga demi pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami merasa sangat terbantu dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Kukar yang saling mendukung satu sama lain,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

DPMD Kukar Targetkan Bangun 15 Posyandu Baru pada 2025

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan posyandu di desa dan kelurahan.

Tahun 2025, DPMD Kukar menargetkan pembangunan 15 gedung posyandu baru yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Insya Allah pada tahun 2025 nanti, kami menargetkan pembangunan sekitar 15 gedung posyandu baru di beberapa kecamatan,” ujar Kepala DPMD Kukar, Arianto, Jumat (11/4/25).

Arianto menyebut, pembangunan fasilitas posyandu ini menjadi bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan dasar, terutama kesehatan keluarga.

Menurutnya, posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan.

Tiga posyandu baru di wilayah Hulu Kukar juga baru saja diresmikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, yaitu di Desa Kota Bangun I, Desa Loleng, dan Desa Kedang Murung.

“Ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Kukar memiliki total 816 posyandu, 799 di antaranya dibangun melalui dana pembangunan desa dan kelurahan, sementara sisanya merupakan kontribusi pihak swasta.

Dari keseluruhan posyandu, DPMD Kukar lebih berfokus mendampingi dan membina posyandu yang dikelola oleh pemerintah desa.

“Fokus kami adalah menangani 799 posyandu tersebut, karena sisanya sudah didukung oleh pihak swasta,” terang Arianto.

Sejak 2023 hingga 2024, DPMD Kukar telah membangun sekitar 40 posyandu baru di 20 kecamatan.

Pembangunan tidak hanya sebatas penyediaan gedung, tetapi juga disertai upaya peningkatan kapasitas kader dan penyediaan sarana-prasarana penunjang.

“Alhamdulillah, berkat pembinaan, penyediaan sarana-prasarana, serta peningkatan kualitas kader, hasil yang diraih sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa posyandu sangat strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ungkapnya.

Arianto juga mengapresiasi capaian Kota Ikatan Negara yang berhasil menempati posisi tertinggi dalam kegiatan pengukuran dan penimbangan serentak tingkat Kalimantan Timur pada Juni 2024 lalu.

Ia menyebut, capaian itu menjadi bukti bahwa penguatan kelembagaan posyandu berdampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, dengan terus bertambahnya jumlah posyandu yang layak dan peningkatan kualitas kader, pelayanan kesehatan di seluruh desa dan kelurahan di Kota Ikatan Negara akan semakin optimal dan merata,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Gangguan Listrik Sebabkan Planetarium Jagat Raya di Kukar Terpaksa Ditutup

Tenggarong – Planetarium Jagat Raya yang berada di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terpaksa ditutup selama masa libur panjang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Penutupan ini disebabkan oleh gangguan teknis akibat ketidakstabilan aliran listrik yang berdampak pada kerusakan sejumlah peralatan utama di dalam planetarium.

Planetarium Jagat Raya merupakan destinasi wisata edukatif andalan di Kukar yang menyajikan pengalaman belajar astronomi secara visual dan interaktif melalui teknologi proyeksi langit dan tata surya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, menjelaskan kerusakan peralatan disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil.

“Memang sebelumnya sudah dilakukan beberapa perbaikan, namun saat diuji coba kembali, tim teknisi kami mendapati kerusakan pada beberapa alat. Informasinya, arus listrik yang masuk ke Planetarium tidak stabil, naik turun, dan sayangnya ini terjadi mendekati masa liburan,” terang Arianto, Jumat (11/4/25).

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena gangguan tersebut terjadi saat momen kunjungan wisata sedang tinggi.

“Ini memang sangat kami sesalkan, karena seharusnya pengunjung bisa menikmati tampilan-tampilan menarik dari Planetarium selama libur panjang,” ujarnya.

Arianto juga menambahkan bahwa Planetarium Jagat Raya selama ini menjadi sarana belajar luar kelas yang efektif, terutama bagi siswa-siswa sekolah dasar dan menengah.

“Biasanya para guru sudah melakukan reservasi jauh-jauh hari untuk kunjungan belajar, terutama dalam pelajaran IPA. Anak-anak sangat antusias karena bisa belajar secara langsung mengenai tata surya dan ilmu astronomi,” katanya.

Dispa Kukar sendiri telah mengirimkan surat resmi kepada PLN untuk meminta penanganan khusus terkait kestabilan pasokan listrik ke kawasan Planetarium.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerusakan ulang pada peralatan setelah diperbaiki. “Kami ingin memastikan bahwa ketika alat-alat diperbaiki, tidak akan rusak lagi karena listrik yang tidak stabil. Koordinasi terus kami lakukan, dan kami berharap PLN bisa segera menangani ini,” tegas Arianto.

Ia menyampaikan, peralatan yang rusak akan langsung diperbaiki begitu aliran listrik dinyatakan stabil, agar Planetarium bisa kembali melayani pengunjung.

“Kami tahu banyak yang menantikan kunjungan ke sana, jadi kami upayakan secepatnya bisa kembali beroperasi secara normal,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Kesbangpol Kukar Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada PSU Pilkada 2025

Tenggarong – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya kembali pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada yang akan dilaksanakan pada 19 April 2025.

Imbauan ini disampaikan setelah hasil survei dari Survei Barometer Indonesia (SBI) menunjukkan potensi golput di Kukar yang bisa mencapai 20 persen.

Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Destianti mengatakan, potensi angka golput yang tinggi harus segera diatasi untuk menjaga kualitas demokrasi di Kukar berjalan dengan baik.

“Tingkat golput tinggi seperti ini berpotensi merugikan kualitas demokrasi di Kukar kalau tak ditangani dengan cepat, salah satunya lewat imbauan ini,” ucapnya, Kamis (10/4/25).

Rinda juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam PSU ini, yang menurutnya merupakan momen penting bagi perbaikan demokrasi di Kukar.

“PSU ini momen penting yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memperbaiki proses demokrasi di Kukar,” lanjutnya.

Ia memastikan pelaksanaan PSU akan mengikuti prosedur yang sama dengan sebelumnya, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menggunakan data sebelumnya dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tetap berada di lokasi yang sama.

“Tak berubah, masyarakat cuma perlu datang ke TPS untuk mencoblos. Kami juga ingin informasi ini dapat mengurangi keraguan dan mendorong partisipasi pemilih,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mensosialisasi, Kesbangpol Kukar juga melakukan berbagai saluran informasi, mulai dari menggunakan media sosial hingga kunjungan langsung kepada masyarakat dan koordinasi dengan tokoh lokal.

“Jangan biarkan suara Anda hilang. Mari kita jaga demokrasi di Kukar dengan hadir di TPS pada 19 April nanti,” pungkasnya. (adv/ak/ko)