Samarinda – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, memberikan tanggapan terkait polemik yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial menyusul kritik yang dilontarkan influencer sekaligus politikus muda Partai NasDem, Abdul Giaz, mengenai kondisi jalan rusak di Kota Tepian.
Menurut Arie, pernyataan yang disampaikan Abdul Giaz tidak sepatutnya dianggap sebagai kritik langsung terhadap Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk masukan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur.
“Sebenarnya Pak Andi Harun dan Abdul Giaz itu berteman saja. Hanya saja, kemarin Pak Andi Harun langsung menanggapi, padahal menurut saya tidak perlu. Abdul itu bukan mengkritik secara personal, tapi lebih kepada memberikan masukan terkait hasil pekerjaan dinas,” kata Arie Wibowo, Senin (26/5/2025).
Arie menambahkan bahwa yang disoroti Abdul Giaz adalah kualitas pekerjaan dari perangkat daerah, bukan kepemimpinan Wali Kota yang selama ini dinilainya cukup baik.
“Dia lebih menegur OPD yang bertanggung jawab atas infrastruktur jalan di Samarinda, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Yang dipermasalahkan itu hasil pekerjaan di lapangan, bukan kinerja Pak Wali secara keseluruhan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arie mengapresiasi peran konten kreator seperti Abdul Giaz yang dianggap mampu menyuarakan aspirasi masyarakat melalui media sosial. Ia bahkan mendorong lebih banyak anak muda untuk turut aktif memberikan masukan kepada pemerintah.
“Kita perlu lebih banyak orang seperti Abdul Giaz yang mau berbicara dan memberi masukan kepada pemerintah. Tapi kalau bisa, jangan hanya protes saja, sebaiknya juga memberikan solusi,” ujarnya.
Terkait kondisi jalan yang menjadi sorotan, DPRD Kota Samarinda berencana memanggil dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek infrastruktur tahun anggaran 2024.
“Kami ingin tahu pekerjaan apa saja yang sudah selesai, mana yang masih dalam tahap pengerjaan, dan mana yang hasilnya belum memuaskan. Kami akan memberikan masukan kepada dinas terkait agar ke depannya lebih baik,” tutup politikus muda Partai Golkar itu. (adv)