Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka peluang pemanfaatan lahan bekas tambang yang nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mendukung program pemberdayaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan, rencana tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan lahan yang lebih luas bagi pengembangan program Simpul Berdaya di Lapas Tenggarong. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan produktif.
“Kemarin Pak Kalapas sudah telepon saya, minta lahan yang lebih luas. Nanti kita coba carikan, Pak Kalapas. Mudah-mudahan ada karena ada beberapa lahan-lahan eks tambang yang mau diserahkan ke pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, lahan bekas tambang tersebut berpotensi diusulkan sebagai lokasi kegiatan produktif apabila proses penyerahannya kepada pemerintah telah dilakukan dan pemanfaatannya memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Nanti ada beberapa lahan eks tambang yang akan diserahkan kembali kepada negara. Lahan tersebut bisa kita usulkan untuk menjadi lokasi kegiatan usaha produktif bagi warga binaan Lapas Tenggarong,” katanya.
Aulia menilai kebutuhan lahan menjadi hal penting dalam menunjang keberlanjutan program pemberdayaan. Terlebih, jumlah warga binaan di Lapas Tenggarong yang disebut mencapai sekitar 1.300 orang membutuhkan ruang yang memadai untuk melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan.
“Kita melihat, dengan lahan yang kecil seperti ini saja, pemberdayaan sudah bisa dilakukan. Tadi disampaikan bahwa ada sekitar 1.300 warga binaan di Lapas Tenggarong. Tentunya, mereka membutuhkan area atau lahan yang cukup luas untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Kukar juga akan berupaya mendukung program tersebut melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Namun, pelaksanaan dan pemanfaatan lahan tetap perlu memperhatikan aspek regulasi agar kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
“Selanjutnya juga kami melalui organisasi perangkat daerah terkait itu insyaallah akan selalu siap untuk mendukung program-program yang ada di Lapas Tenggarong,” tutup Aulia. (adv/ns/ko)




