Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan kembali meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung di Kukar pada Desember mendatang.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan optimistis daerahnya mampu kembali bersaing setelah sebelumnya gagal mempertahankan gelar tersebut.
Dia menyebut Kukar memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dalam ajang MTQ tingkat provinsi. Daerah ini sebelumnya berhasil menjadi juara umum selama enam kali berturut-turut, meski pada penyelenggaraan terakhir gelar tersebut diraih Kabupaten Kutai Timur.
“Kita juga ingin mempertahankan prestasi di bidang keagamaan. Sebelumnya, Kukar berhasil menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur selama enam kali berturut-turut,” ujarnya.
Ia mengakui, pada pelaksanaan terakhir Kukar belum berhasil mempertahankan posisi teratas. Namun, hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan dan mempersiapkan diri menghadapi penyelenggaraan berikutnya.
“Namun, pada pelaksanaan terakhir, kita belum berhasil mempertahankan prestasi tersebut karena gelar juara diraih Kutai Timur,” kata Aulia.
Menurutnya, upaya meningkatkan prestasi keagamaan juga perlu berjalan beriringan dengan pembinaan karakter melalui program pemerintah daerah, termasuk Gerakan Etam Mengaji. Program yang telah berjalan cukup lama itu dinilai memiliki nilai penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kukar.
“Gerakan Etam Mengaji merupakan gerakan yang sangat baik dan telah berjalan cukup lama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini harus kita kawal keberlangsungannya,” jelasnya.
Aulia menuturkan, Gerakan Etam Mengaji juga menjadi salah satu sarana menjaga karakter aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah daerah ingin agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya tercermin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mendukung pembentukan watak dan perilaku aparatur.
“Ini menjadi salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberlanjutan program keagamaan merupakan tanggung jawab pemerintah saat ini untuk meneruskan hal-hal positif yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Karena itu, program yang dinilai baik perlu dijaga dan dilanjutkan.
“Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai penerus kepemimpinan untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Aulia pun mengajak seluruh pihak menjadikan pelaksanaan MTQ mendatang sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus mengembalikan prestasi Kukar di tingkat provinsi.
“Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Desember mendatang, kita siap kembali menjadi juara umum,” tutupnya. (adv/ns/ko)




