Kutai Kartanegara – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) optimistis mampu mengejar target penerimaan pajak daerah tahun 2026. Hingga saat ini, realisasi penerimaan pajak disebut telah mencapai sekitar 80 persen dari target Rp270 miliar yang ditetapkan setelah perubahan anggaran.
Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Bapenda Kukar, M Tauhid, mengatakan capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan penerimaan pajak hingga akhir tahun. Meski demikian, upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak tetap diperlukan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
“Alhamdulillah, kalau untuk pajak saja kita sudah mendekati target. Realisasinya sekarang sudah sekitar 80 persen,” ujar Tauhid.
Ia menjelaskan, salah satu sektor yang menjadi andalan penerimaan pajak daerah adalah pajak atas tenaga listrik yang bersumber dari PLN. Selain itu, pajak dari sektor makanan dan minuman, termasuk jasa katering perusahaan, juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
“Kalau pajak yang menjadi andalan kita itu pajak penerangan jalan, yang bersumber dari PLN. Kemudian dari sektor makan dan minum, termasuk katering-katering perusahaan,” jelasnya.
Menurut Tauhid, potensi penerimaan dari sektor-sektor tersebut perlu terus dijaga melalui pengawasan dan peningkatan kesadaran wajib pajak. Bapenda juga mengingatkan kewajiban perpajakan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD).
“Makanya, dalam setiap rapat bersama OPD, kita selalu mengingatkan tentang kewajiban pajak,” katanya.
Tauhid menegaskan, pihaknya tetap optimistis terhadap pencapaian target penerimaan pajak tahun ini. Optimisme tersebut disertai upaya untuk memaksimalkan potensi penerimaan yang tersedia dari berbagai sektor usaha maupun sumber pajak daerah lainnya.
“Kalau ditanya optimistis atau tidak untuk mencapai target, Bapenda itu selalu optimistis,” tegasnya.
Adapun target penerimaan pajak daerah Kukar setelah perubahan anggaran ditetapkan sebesar Rp270 miliar. Dengan realisasi yang diperkirakan sudah berada di kisaran 80 persen, masih terdapat penerimaan yang perlu dikejar hingga penghujung tahun anggaran.
“Kalau untuk target pajak kita, setelah perubahan kemarin sebesar Rp270 miliar. Sekarang realisasinya sekitar 80 persen,” pungkasnya. (adv/ns/ko)




