Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan Wisata Gua, Pokdarwis Benua Raya Harapkan Sertifikasi Pemandu

Jaga keamanan dan kenyamanan, wisatawan difasilitasi perlengkapan pelindung sebelum menjelajahi gua di Desa Sanggulan. (Dok. Pokdarwis Benua Raya)

Kutai Kartanegara – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya berharap para pemandu wisata gua di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dapat memperoleh sertifikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan wisatawan.

Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan peningkatan kompetensi pemandu menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan wisata gua.

Menurutnya, kemampuan pemandu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada pengunjung, tetapi juga penting untuk mendukung keselamatan selama kegiatan susur gua.

“Ke depan, pemandu juga perlu mendapatkan sertifikasi agar pelayanan dan aspek keselamatan dalam kegiatan wisata semakin baik,” ujar Sopian.

Ia berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengelola dan pemandu dapat semakin siap dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut.

Selama ini, Pokdarwis Benua Raya telah mendapatkan dukungan berupa pelatihan dari Dinas Pariwisata Kukar. Sopian menilai dukungan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola potensi wisata gua di Desa Sanggulan.

“Dari Dinas Pariwisata Kukar, kami mendapatkan dukungan berupa pelatihan,” katanya.

Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola perlu terus dilakukan agar pengembangan wisata gua dapat berjalan lebih baik. Terlebih, kegiatan susur gua memerlukan kesiapan pemandu dalam memberikan arahan kepada pengunjung serta memperhatikan kondisi di lapangan.

Selain peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan wisata gua juga diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat desa.

Pemasukan kelompok, terutama dari paket susur gua, dapat dimanfaatkan untuk menambah kas dan memenuhi kebutuhan perlengkapan wisata.

Sopian menyebut pendapatan Pokdarwis Benua Raya dari wisata gua pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena kelompok belum melakukan rekapitulasi secara pasti.

“Untuk tahun ini, jumlah pendapatannya belum kami rekap secara pasti. Namun, perkiraan sementara sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendapatan kelompok turut dipengaruhi jumlah kunjungan dan kondisi cuaca. Ketika memasuki musim kemarau, kunjungan maupun kegiatan susur gua dapat mengalami penurunan sehingga pemasukan kelompok belum stabil.

Di sisi lain, Sopian menyebut kelompoknya belum menerima bantuan pembangunan maupun pengadaan peralatan wisata. Meski demikian, ia berharap dukungan terhadap pengembangan destinasi dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pelatihan dan pendampingan bagi pengelola.

Melalui peningkatan kompetensi dan peluang sertifikasi pemandu, pihak Pokdarwis Benua Raya berharap wisata gua di Desa Sanggulan dapat berkembang dengan pelayanan yang semakin baik, serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. (adv/nr/ko)

Bagikan :