Tak Hanya Gua, Pokdarwis Benua Raya Siapkan Pengembangan Repling, Panjat Tebing, dan Air Terjun

Ilustrasi potensi kawasan alam Desa Sanggulan yang direncanakan untuk pengembangan wisata panjat tebing. (ist)

Kutai Kartanegara – Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki potensi wisata alam yang ingin dikembangkan lebih luas oleh Pokdarwis Benua Raya.

Selain wisata gua yang telah dikelola, kelompok tersebut mulai merencanakan pengembangan kegiatan repling, panjat tebing, dan wisata air terjun sebagai alternatif aktivitas bagi pencinta petualangan.

Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan pengembangan sejumlah potensi tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan kegiatan wisata di desanya. Namun, setiap rencana masih memerlukan persiapan sebelum dapat ditawarkan kepada pengunjung.

“Ada beberapa potensi yang ingin kami kembangkan, seperti kegiatan repling, panjat tebing, dan air terjun,” ujar Sopian.

Menurutnya, kegiatan repling dan panjat tebing menjadi salah satu rencana yang ingin dijajaki karena dapat melengkapi daya tarik wisata gua. Pengembangan aktivitas tersebut juga berpeluang menarik wisatawan yang menyukai tantangan dan kegiatan luar ruang.

“Kami sudah mulai mengarah ke pengembangan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Sopian menegaskan bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dijalankan. Pengelola masih perlu mempertimbangkan kesiapan lokasi, kebutuhan perlengkapan, pendampingan, serta aspek keselamatan sebelum kegiatan dibuka bagi wisatawan.

Selain kegiatan petualangan, Desa Sanggulan juga memiliki potensi air terjun yang lokasinya relatif dekat. Keberadaan objek alam tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik tambahan jika dikembangkan sesuai kondisi lingkungan.

“Untuk air terjun, lokasinya juga berada di wilayah Desa Sanggulan dan cukup dekat,” katanya.

Namun, kondisi musim kemarau menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana pengembangan wisata air terjun. Pokdarwis belum ingin memaksakan kegiatan ketika kondisi alam belum mendukung.

“Sekarang sedang musim kemarau sehingga belum memungkinkan untuk memaksakan pengembangan wisata air terjun,” ungkap Sopian.

Rencana pengembangan tersebut memperlihatkan upaya Pokdarwis Benua Raya dalam menjajaki variasi daya tarik wisata berbasis alam. Jika dipersiapkan secara bertahap, wisata gua, repling, panjat tebing, dan air terjun berpotensi membentuk pilihan kegiatan yang lebih beragam bagi pengunjung.

Untuk saat ini, repling, panjat tebing, dan air terjun masih berada pada tahap rencana. Informasi mengenai pelaksanaan dan pembukaan kegiatan perlu menunggu kesiapan pihak Pokdarwis serta kondisi lapangan. (adv/nr/ko)

Bagikan :