Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Hadiri Pesta Laut Samboja, Dorong Penguatan Ekonomi Pesisir

Suasana vanue pembukaan Festival Pesta Laut di Kecamatan Samboja. (nur/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Agus Dharmawan, menghadiri pembukaan Festival Pesta Laut di Kecamatan Samboja.

Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian budaya masyarakat pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan, seni budaya, dan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Awang Agus Dharmawan mengapresiasi keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, panitia, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku seni budaya, dunia usaha, serta seluruh warga yang bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, panitia, para tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku seni dan budaya, dunia usaha, serta seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya saat sambutan festival pesta laut di Samboja, Jumat (16/10/2026).

Ia mengatakan, semangat kebersamaan yang terbangun melalui Pesta Laut merupakan kekuatan masyarakat pesisir dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik yang mendorong penguatan ekonomi masyarakat, pemajuan kebudayaan, dan pelestarian lingkungan.

“Semangat kebersamaan inilah yang sejak dahulu menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan masyarakat pesisir,” katanya.

Awang menjelaskan, Pesta Laut memiliki keterkaitan dengan sejumlah program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, termasuk penguatan sektor nelayan, pengembangan seni dan budaya, stimulus komunitas kreatif, Kredit Kukar Idaman Terbaik, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kegiatan budaya juga perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM.

“Ke depan, saya ingin Pesta Laut semakin mampu menjadi etalase unggulan hasil laut Samboja Kuala. Ikan segar, hasil olahan perikanan, kuliner khas pesisir, dan produk UMKM harus memperoleh ruang promosi yang layak,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan festival tidak cukup dinilai dari kemeriahan acara maupun jumlah pengunjung, tetapi juga dari dampak berkelanjutan terhadap pendapatan masyarakat, kelestarian tradisi, dan perkembangan usaha warga.

“Ukuran keberhasilan kegiatan bukan semata-mata jumlah pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan juga peningkatan pendapatan masyarakat, terjaganya tradisi, dan tumbuhnya manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setelah acara berakhir,” tutupnya. (adv/nr/ko)

Bagikan :