LPTQ Kukar Standarkan Kompetensi Guru Mengaji, 273 Peserta Ikuti Tahap Awal

Sekda Kukar Sunggono saat menyampaikan sambutan. (nisa/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menggelar Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar bagi guru mengaji se-Kukar.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026), ini menjadi tahapan lanjutan untuk menilai kemampuan baca tulis Alquran para pengajar sebelum memperoleh pengakuan kompetensi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas guru mengaji yang selama ini telah mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Kata dia, sebelum mengikuti sertifikasi dan munaqosyah, para peserta terlebih dahulu menjalani pembinaan melalui kegiatan tahsin di kecamatan masing-masing.

“Ini ujian sebenarnya bagi guru-guru ngaji yang selama ini sudah mengabdikan dirinya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini sebenarnya sudah didahului dengan kegiatan tahsin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahsin dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan LPTQ kecamatan. Para guru mengaji dihimpun dan diberikan pembinaan, kemudian kemampuan baca tulis Alquran mereka dinilai sebagai bagian dari persiapan mengikuti tahapan berikutnya.

“Teman-teman dari LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara menghimpun semua guru ngaji di setiap kecamatan, dikumpulkan di satu tempat, kemudian dinilai kemampuan baca tulis Alqurannya,” jelasnya.

Pada tahapan sertifikasi dan munaqosyah kali ini, LPTQ Kukar bekerja sama dengan lembaga penyelenggara yang disebut Sunggono sebagai AIFM Yogyakarta dalam transkrip wawancara. Kegiatan dirancang untuk memberikan standar penilaian yang lebih terukur terhadap kemampuan para guru mengaji.

“Dengan adanya sertifikasi ini, harapannya guru ngaji yang dinyatakan berhak mendapatkan insentif dari pemerintah daerah benar-benar memenuhi kualifikasi yang terstandarisasi dan diakui,” katanya.

Menurut Sunggono, program tersebut juga berkaitan dengan komitmen pemerintah daerah melalui program Terima Kasih Guru Ngajiku. Melalui program itu, pemberian insentif diharapkan dapat menyasar guru mengaji yang memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penilaian.

“Harapannya, sebagaimana yang diinginkan Pak Bupati melalui program Terima Kasih Guru Ngajiku, mereka yang mendapatkan insentif memang guru-guru yang memenuhi kualifikasi,” ungkapnya.

Sunggono menyebutkan, kegiatan munaqosyah direncanakan menjangkau sekitar 500 guru mengaji. Tahapan yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu tersebut menjadi bagian dari proses penilaian sebelum pemerintah menentukan peserta yang memenuhi kriteria.

“Ini tahapan pertama. Dari kurang lebih 500 guru yang akan kita munaqosyah, mudah-mudahan sampai besok semuanya berjalan lancar,” tuturnya. (adv/ns/ko)

Bagikan :