DKP Kukar Dorong SPBUN Hadir di Kampung Nelayan Merah Putih

Kutai Kartanegara – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penyediaan fasilitas pengisian bahan bakar bagi nelayan sebagai bagian dari pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan ketersediaan BBM masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Menurutnya, akses terhadap BBM bersubsidi dapat membantu menekan biaya operasional sehingga selisih biaya tersebut dapat digunakan nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan maupun mengembangkan usaha.

“Yang menjadi kendala nelayan adalah ketersediaan BBM. Kita berharap dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih, di kawasan yang menjadi hub utama nantinya bisa dibangun SPBUN,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan SPBUN di kawasan kampung nelayan diharapkan dapat memberikan akses BBM yang lebih mudah dan sesuai ketentuan bagi nelayan.

Muslik menilai dukungan terhadap kebutuhan operasional menjadi bagian penting dari upaya mendorong nelayan agar lebih maju.

Selain BBM, kampung nelayan juga diarahkan untuk menyediakan berbagai sarana penunjang kegiatan penangkapan, pendaratan dan pengolahan hasil perikanan.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini intinya mendorong agar nelayan lebih maju lagi, tentu dengan harapan hasil tangkapannya semakin meningkat,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Delapan Titik Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan di Kukar

Kutai Kartanegara – Sebanyak delapan titik Kampung Nelayan Merah Putih disiapkan di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendukung aktivitas dan pengembangan usaha nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengatakan sebelumnya pemerintah daerah mengusulkan 11 lokasi. Setelah melalui proses penetapan, delapan titik mendapat persetujuan.

Lokasi tersebut tersebar di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa; serta Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.

Titik lainnya berada di Pela dan Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun; Semayang, Kecamatan Kenohan; serta Desa Janturu, Kecamatan Muara Muntai.

Muslik mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk menciptakan kawasan yang dapat menunjang aktivitas nelayan secara lebih terintegrasi.

“Harapannya mereka mudah melakukan aktivitas, baik penangkapan, pendaratan, pengolahan, termasuk penyiapan perbekalan-perbekalan untuk nelayan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjadi pendorong agar usaha nelayan di Kukar semakin berkembang dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Intinya, Kampung Nelayan Merah Putih ini mendorong agar nelayan lebih maju lagi, sehingga hasil tangkapan dan usaha mereka bisa semakin berkembang,” tutupnya. (adv/ns/ko)

Milad ke-60 KAHMI, Bupati Kukar Dorong Alumni HMI Terus Mengabdi

Kutai Kartanegata – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen KAHMI Kukar untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri Family Gathering dalam rangka Milad KAHMI ke-60 di Creative Park Tenggarong, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dirangkai dengan jalan santai, zumba, donor darah dan pembagian doorprize. Peserta berasal dari kalangan alumni HMI maupun masyarakat umum.

Aulia yang juga Presidium KAHMI Kukar mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

“KAHMI ingin terus memberikan manfaat bagi masyarakat. KAHMI Kukar berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut Aulia, HMI memiliki peran penting sebagai ruang kaderisasi dan pembentukan SDM. Setelah menyelesaikan proses kaderisasi, para alumni dapat melanjutkan pengabdian melalui KAHMI.

“Di HMI kita menyiapkan kawah candradimuka bagi penerus bangsa. Setelah selesai ber-HMI, para alumni kemudian mengabdikan diri melalui KAHMI,” tutupnya. (adv/ns/ko)