Dispar Kukar Prioritaskan Promosi Event, Berikut Jadwal Agenda hingga Akhir Tahun 2026

Kutai Kartanegara – Beragam agenda budaya, tradisi, olahraga hingga kuliner masih akan berlangsung di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hingga penghujung 2026.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menjadikan kalender event sebagai salah satu sarana untuk memperluas informasi sekaligus mempromosikan rangkaian kegiatan tersebut kepada masyarakat dan wisatawan.

Melalui kalender event, agenda yang berlangsung di berbagai kecamatan dan desa dihimpun menjadi informasi yang lebih mudah diakses. Publik dapat mengetahui kegiatan yang akan digelar sekaligus memiliki referensi untuk menentukan kunjungan selama berada di Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan, setiap kegiatan yang telah masuk dalam pendataan terus dipublikasikan melalui berbagai kanal.

Promosi dilakukan melalui media pnline mau pun media sosial resmi pariwisata Kukar, termasuk Instagram @visitingkutaikartanegara.

“Kalender event kami manfaatkan untuk menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat dan wisatawan. Agenda yang sudah terdata akan kami promosikan melalui kanal pariwisata yang tersedia,” kata Agus, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, keberadaan kalender event penting untuk membantu memperkenalkan potensi kegiatan di berbagai wilayah Kukar. Tidak hanya agenda berskala besar, kegiatan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan juga menjadi bagian dari informasi yang dipromosikan.

Dengan begitu, masyarakat dari dalam maupun luar daerah dapat mengetahui lebih banyak pilihan kegiatan ketika berkunjung ke Kukar. Rangkaian agenda yang beragam juga memperlihatkan aktivitas pariwisata dan budaya yang tersebar di sejumlah kawasan.

“Saat ini yang kami dorong bukan hanya event yang berada di satu kawasan, tetapi juga berbagai kegiatan di kecamatan dan desa. Dengan begitu, informasi mengenai agenda daerah bisa lebih luas diketahui,” ujarnya.

Memasuki akhir 2026, sejumlah kegiatan masih tercatat dalam kalender event Kukar. Berikut agenda yang dapat menjadi referensi masyarakat dan wisatawan:

SEPTEMBER

* 11 September – Mappanre Kampung Desa Tanjung Limau
* 13 September – Festival Kota Raja
* 13 September – Tenggarong Kutai Carnival (TKC)
* 15 September – Hari Jadi Desa Prangat Selatan
* 15 September – Hari Jadi Desa Tanjung Harapan
* 18 September – Jalan Santai Desa Perjiwa
* 20 September – Festival Budaya Erau

OKTOBER

* 12 Oktober – Bersih Desa Perjiwa
* 15 Oktober – Hari Jadi Desa Sebulu Ulu
* 15 Oktober – Hari Jadi Desa Selorong
* 22 Oktober – Mecaq Undat Adat Suku Dayak Kenyah
* 24 Oktober – Festival Danau Semayang
* 26 Oktober – Kirab Gunungan Desa Kerta Buana
* 30 Oktober – MTQ Tingkat Kecamatan

NOVEMBER

* 1 November – Turnamen Sepak Bola & Volly Tingkat Kecamatan
* 1 November – Festival Budaya Sri Muntai
* 5 November – Kukarland
* 8 November – Turnamen Volly Embalut Cup 3
* 12 November – Kampong Kuliner Tradisional 7 Kelurahan Baru
* 16 November – Event Sepak Bola HUT Sumpah Pemuda
* 20 November – Tabligh Akbar Desa Embalut
* 27 November – Festival Sungai Santan Desa Santan Tengah
* 29 November – Hari Jadi Desa Lekaq Kidau
* November – Festival Sedekah Bumi Maluhu

DESEMBER

* Desember – Haul Akbar Tunggang Parangan Kutai Lama
* 10 Desember – Turnamen Volly Loa Pari Cup Desa Loa Pari
* 20 Desember – Hari Jadi Kelurahan Bukit Biru

Terakhir Agus melanjutkan bahwa, kalender event tidak berhenti pada pendataan agenda 2026. Dispar Kukar juga akan kembali menghimpun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya untuk menjadi bagian dari kalender event 2027.

“Setelah rangkaian agenda tahun ini berjalan, kami akan kembali mengumpulkan informasi event yang direncanakan tahun depan. Data tersebut menjadi bahan untuk menyusun kalender event 2027,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Beri Ruang APJI Isi Stan di Expo Erau 2026 Tawarkan Produk Lokal

Kutai Kartanegara – Keramaian Expo Erau 2026 dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membuka ruang promosi bagi pelaku usaha kuliner lokal.

Sejumlah produk dari anggota Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dipajang di stan Dispar Kukar selama kegiatan berlangsung.

Beragam produk makanan, minuman hingga produk UMKM lainnya dapat dilihat langsung oleh pengunjung Expo yang digelar di halaman Stadion Rondong Demang.

Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil usaha lokal di tengah rangkaian Festival Erau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan keterlibatan APJI memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk membawa produknya lebih dekat kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan.

“Kami memberikan ruang di stan Dispar untuk teman-teman APJI agar produk mereka bisa ikut dikenal oleh pengunjung selama Erau berlangsung,” ujar Agus, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, pameran dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM memperkenalkan produk secara langsung. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai produk, tetapi juga dapat melihat beragam pilihan makanan dan minuman yang ditawarkan.

Produk APJI yang ditampilkan di stan Dispar Kukar menjadi salah satu bagian dari materi yang dibawa dalam Expo Erau tahun ini.

“Di stan kami ada berbagai produk yang dibawa APJI, mulai dari pakaian, tas, aksesoris, makanan khas produk lokal, sampai produk UMKM lainnya. Semuanya kami tampilkan supaya pengunjung bisa melihat langsung pilihan yang tersedia,” jelasnya.

Rangkaian Expo Erau selanjutnya direncanakan kembali digelar di East Park. Dispar Kukar berharap pelaksanaan expo tersebut dapat menarik lebih banyak pengunjung dibandingkan kegiatan yang berlangsung saat ini. Namun, partisipasi sejumlah OPD masih dipengaruhi kondisi anggaran masing-masing.

Beberapa perangkat daerah tetap ikut meramaikan Expo, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Dispar Kukar.

Kehadiran lintas OPD tersebut diharapkan membuat rangkaian Expo tetap memiliki beragam sajian program maupun produk yang dapat dikenalkan kepada masyarakat.

“Untuk Expo berikutnya di East Park tentu kami berharap suasananya bisa semakin ramai. Memang keikutsertaan OPD menyesuaikan kemampuan anggaran masing-masing, sehingga tidak semuanya dapat berpartisipasi,” tandas Agus. (adv/nr/ko)