Seno Aji Tak Hadiri Rakor Wamen LH, Lagi Tempuh 22 Jam Perjalanan ke Ujung Mahakam

Samarinda— Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menjelaskan alasan dirinya tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH). Saat agenda tersebut berlangsung, Seno tengah berada di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Seno mengatakan kunjungannya ke Mahulu berkaitan dengan penyaluran bantuan sekaligus upaya pengendalian karhutla di wilayah paling hulu Sungai Mahakam. Perjalanan menuju kawasan tersebut tidak singkat karena kondisi geografis dan akses yang terbatas.

Bahkan, untuk mencapai Long Apari yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, perjalanan membutuhkan waktu hingga 22 jam. Kondisi itu menjadi salah satu alasan dirinya tidak dapat mengikuti rakor bersama Wamen LH.

“Kita sempat dipertanyakan oleh Pak Wamen ketidakhadiran Pak Wagub kemarin pada saat rapat koordinasi. Kebetulan saya dari Mahakam Ulu. Itu perjalanan 22 jam ke Long Apari,” kata Seno Aji saat ditemui, Rabu (16/9/2026).

Menurut Seno, agenda di Mahulu tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemerintahan biasa. Pemerintah Provinsi Kaltim perlu memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan disalurkan kepada masyarakat sekaligus dilakukan langkah pengendalian karhutla. Keterbatasan akses membuat proses membawa peralatan penanganan kebakaran harus dilakukan dengan cara yang tidak biasa.

“Tidak ada jalan, kita harus membawa pompa naik ketinting. Jadi saya rasa itu lebih penting bagi kami, menyelamatkan anak-anak bangsa di ujung Mahakam sana yang berbatasan dengan Malaysia,” ujarnya.

Seno menegaskan keberadaannya di Mahulu bukan berarti penanganan karhutla di wilayah lain Kaltim diabaikan. Menurutnya, pemerintah harus menyesuaikan langkah penanganan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, terutama daerah yang sulit dijangkau.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mendampingi Wamen LH dalam rapat koordinasi tersebut. Seno mengatakan komunikasi dengan pemerintah pusat tetap akan dilakukan untuk membahas penanganan karhutla di Kaltim.

“Jadi mungkin kami juga mohon maaf tidak bisa mendampingi Pak Wamen. Kita akan ke Jakarta nanti kalau memang beliau berkenan,” katanya. (ko)