Sungai Mahakam Surut, Seno Aji Siapkan Bantuan dan Dorong Jalan Darat ke Long Apari

SAMARINDA – Surutnya debit Sungai Mahakam akibat kemarau panjang membuat distribusi logistik menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mengalami hambatan.

Kondisi paling berat dirasakan masyarakat di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Jalur sungai yang selama ini menjadi akses penting masyarakat tidak dapat dilalui kapal pengangkut berukuran besar.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengirimkan 1.500 paket sembako ke Mahulu.

Bantuan tersebut berisi sejumlah bahan kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, dan minyak goreng.

Seno menjelaskan, bantuan dikumpulkan melalui solidaritas kader Partai Gerindra se-Kaltim. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak.

“Kami kumpulkan donasi dari seluruh kader, baik dari tingkat DPC, DPD, hingga anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi. Setelah terkumpul hingga ratusan juta rupiah, kami belikan sembako dan hari ini resmi diberangkatkan ke Mahulu,” ujar Seno usai melakukan pelepasan di Kantor Gerindra Kaltim, Samarinda, Jumat (28/6/2026).

Sebanyak 1.500 paket tersebut diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan di Long Pahangai dan Long Apari. Jumlah penerima bantuan tersebut merupakan bagian dari sekitar 2.000 KK yang berada di kawasan tersebut.

Distribusi bantuan harus dilakukan secara bertahap karena kondisi Sungai Mahakam yang mengalami penyusutan cukup ekstrem. Ketinggian air di kawasan hulu bahkan disebut hanya sedikit di atas lutut orang dewasa.

Akibatnya, kapal pengangkut logistik tidak dapat melanjutkan perjalanan seperti dalam kondisi normal.

Bantuan diperkirakan tiba di Ujoh Bilang dalam waktu dua hingga tiga hari. Dari pusat pemerintahan Kabupaten Mahulu itu, logistik akan dilanjutkan menggunakan kendaraan kecil menuju Long Paka atau Long Pahangai.

Selanjutnya, bantuan akan dipindahkan ke perahu motor kecil atau ketinting untuk menuju Long Apari. Perjalanan melalui jalur sungai menggunakan ketinting diperkirakan memerlukan waktu sekitar 2,5 jam.

Jalan Darat Disiapkan

Seno mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan alternatif jalur transportasi selain Sungai Mahakam.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Kaltim, Seno mengatakan Pemprov Kaltim telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk membuka akses jalan darat menuju kawasan hulu Mahakam.

Ekskavator, dozer, dan grader digunakan untuk membuka jalur mulai dari Long Bagun, Long Paka, hingga Long Pahangai.

“Alat berat ini difungsikan untuk membedah dan membuka akses jalan darat sejauh mungkin, mulai dari Long Bagun, Long Paka, hingga tembus ke Long Pahangai. Jika jalur darat ini terbuka, suplai kebutuhan warga tidak akan lumpuh total akibat sungai yang mengering,” tegasnya.

Menurut Seno, akses jalan darat tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok ketika Sungai Mahakam kembali mengalami penyusutan.

Untuk jangka panjang, Seno mengatakan Pemprov Kaltim bersama Gubernur Kaltim akan menyiapkan anggaran khusus pembangunan jalur darat permanen.

Jalur tersebut direncanakan menghubungkan Ujoh Bilang hingga Long Apari sehingga masyarakat di wilayah hulu memiliki alternatif akses transportasi yang lebih aman dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi debit Sungai Mahakam. (*)

Peduli Dampak Asap Karhutla, Istri Wagub Kaltim Siapkan Masker untuk Warga dan Relawan

SAMARINDA – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong berbagai pihak meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Salah satunya dilakukan Wahyu Hernaningsih Seno, istri Wakil Gubernur Kaltim, bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kaltim.

Mereka membagikan 500 masker gratis kepada masyarakat, terutama warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian karena berpotensi lebih banyak terpapar asap selama berada di jalan.

Wahyu mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat karhutla.

“Kami tergerak hatinya untuk mengurangi asap yang dirasakan oleh masyarakat, sehingga kami punya aksi berbagi masker secara gratis untuk seluruh masyarakat, terutama untuk pengendara roda dua,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Aksi tersebut, kata Wahyu, tidak berhenti pada pembagian masker. YJI Kaltim berencana kembali menyalurkan masker dan bantuan ke lokasi yang terdampak karhutla.

Pendingin dan Sanga-Sanga menjadi wilayah yang direncanakan masuk dalam sasaran kegiatan berikutnya. Para relawan yang berada di lapangan juga akan mendapatkan dukungan.

“InsyaAllah ini tahap pertama dan tahap kedua akan berlanjut untuk berbagi masker gratis di tempat lokasi kejadian seperti di Pendingin dan Sanga-Sanga,” jelasnya.

Menurut Wahyu, perhatian terhadap relawan juga diperlukan karena mereka berada di garis depan dalam upaya menangani kebakaran.

Dukungan yang disiapkan tidak hanya berupa bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral agar para relawan tetap semangat menjalankan tugas di tengah kondisi karhutla.

Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kesehatan akibat asap. Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, diminta menggunakan masker sebagai salah satu upaya perlindungan diri.

“Masyarakat Kaltim khususnya Samarinda dan sekitarnya untuk mencegah dan mengantisipasi bahaya asap dari kebakaran, untuk menjaga kesehatan yaitu dengan minimal memakai masker,” terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih serta menghindari kegiatan yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Wahyu berharap musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir segera berakhir. Turunnya hujan diharapkan dapat membantu menghilangkan asap sekaligus mengembalikan kualitas udara.

“Kurang lebih sudah hampir empat bulan tidak hujan. Mudah-mudahan setelah ini hujan turun deras dan menjadi barokah, sehingga asap itu lenyap dan bersih, sehat, dan jantung seluruh masyarakat Kaltim menjadi sehat kembali,” pungkasnya. (ko)