Setiap Usai Tarawih, Anak Anak Ramaikan Masjid Al Mizan dengan Jurnal Harian Ramadhan

Tenggarong – Suasana malam Ramadan usai melaksanakan salat tarawih di Masjid Al Mizan yang berada di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selalu memiliki cerita yang berulang setiap tahunnya.

Selain saf salat tarawih yang dipenuhi jamaah, terlihat pula anak-anak sekolah membawa buku kecil di tangan mereka, buku itu adalah jurnal harian Ramadan yang menjadi tugas dari sekolah selama Ramadan.

Usai salat tarawih, anak-anak tersebut biasanya berkumpul, sebagian mengisi kolom yang belum lengkap, sebagian lain mengantre untuk meminta tanda tangan imam atau pengurus masjid sebagai bukti kehadiran.

Pemandangan ini sudah menjadi fenomena tahunan yang tak terpisahkan dari Ramadan di Masjid Al Mizan Loa Kulu.

Ketua Pengurus Masjid Al Mizan, Edy Pius, mengatakan setiap Ramadan pihaknya selalu menerima siswa yang datang membawa jurnal ibadah.

Menurutnya, kehadiran anak-anak justru memberi warna tersendiri bagi suasana masjid.“Setiap Ramadan memang ada anak-anak yang datang membawa jurnal harian. Setelah Tarawih mereka minta tanda tangan, dan itu sudah jadi kebiasaan di sini,” ujarnya saat diwawancarai adakaltim.com, Selasa (24/2/2026) malam.

Ia menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif karena secara tidak langsung mendorong anak-anak lebih rajin untuk datang beribadah ke masjid.

Meski awalnya berkaitan dengan tugas sekolah, namun kebiasaan itu dinilai dapat membentuk kedisiplinan dan kedekatan anak dengan lingkungan ibadah.

“Kami melihat ini sebagai hal yang baik,anak-anak jadi terbiasa hadir di masjid. Harapannya bukan hanya karena tugas, tapi tumbuh kesadaran untuk beribadah,” kata dia.

Meski demikian, Edy mengingatkan agar esensi Ramadan tetap menjadi yang utama. Ia berharap jurnal harian tersebut tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan benar-benar menjadi sarana pembiasaan nilai-nilai keagamaan.

“Yang paling penting itu makna ibadahnya. Tanda tangan hanya bagian kecil, tapi pembiasaan dan keikhlasan itu yang harus tumbuh dalam diri anak-anak,” tutupnya. (ak/ko)