Upaya Perlindungan Anak Resmi Masuk Agenda Prioritas Program Kukar Idaman Terbaik

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak kini menjadi salah satu prioritas nyata dalam pelaksanaan Program Kukar Idaman Terbaik.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memperluas langkah kerja dengan memperkuat kelembagaan, pembinaan, serta ruang pengembangan karakter bagi anak sebagai fondasi perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayatno mengatakan, penguatan perlindungan anak merupakan mandat daerah yang terus dijalankan secara konsisten, termasuk memastikan lingkungan tumbuh kembang anak tetap aman dan terlindungi.

“Kami memastikan anak-anak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan terbebas dari tindak kekerasan maupun hal-hal yang dapat merugikan tumbuh kembang mereka,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

2025 ini, kata dia, Pemkab Kukar mulai membangun struktur perlindungan anak secara lebih sistematis melalui pembentukan Forum Anak dan Gugus Tugas Perlindungan Anak di berbagai wilayah.

Hero menegaskan, aspek regulasi telah disiapkan lengkap melalui Perda, keputusan bupati, hingga instruksi pelaksanaan sebagai dasar hukum program.

“Setelah lembaga terbentuk, fokus kami berikutnya adalah peningkatan kompetensi anak-anak yang terlibat. Kami sudah mulai melakukan pembinaan dan pelatihan,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, DP3A juga sedang mempersiapkan Jambore Anak tingkat kabupaten yang akan menjadi ruang edukasi, interaksi, dan pembentukan karakter.

Kegiatan ini nantinya akan menghadirkan anak-anak dari seluruh kecamatan di Kukar untuk belajar tentang perlindungan diri, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.

Hero juga menegaskan, perlindungan anak merupakan bagian dari layanan dasar pemerintah daerah yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan dukungan lingkungan sosial yang ramah anak.

Upaya ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak berhenti pada fisik dan infrastruktur saja, tetapi juga pada penguatan generasi penerus daerah.

“Kami ingin anak-anak belajar bagaimana bersuara, berpendapat, dan tampil percaya diri sesuai kapasitasnya sebagai anak. Ini bagian dari upaya membentuk generasi yang terlindungi sekaligus berdaya,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bagikan :