Squash Samarinda Bertahan di Tengah Ketidakpastian, Aris Mulyanata: Pembinaan Tetap Jalan

Anggota DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata. (ist)

Samarinda – Di tengah minimnya sorotan publik dan ketidakpastian statusnya dalam ajang resmi, cabang olahraga squash di Samarinda tetap hidup.

Para atlet muda terus berlatih, peluh mereka bercucuran di satu-satunya lapangan squash yang tersedia di GOR Kadrie Oening setiap akhir pekan.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, mengungkapkan komitmennya terhadap pembinaan squash, meski hingga kini belum ada kepastian apakah olahraga ini akan dipertandingkan dalam Porprov Kalimantan Timur 2026.

“Insya Allah squash akan coba dipertandingkan. Tapi kita masih menunggu keputusan dari KONI Provinsi Kaltim,” ujarnya.

Meski bukan cabor populer, squash menurut Aris memiliki potensi besar, terutama dalam membentuk karakter dan memberikan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.

“Banyak anak-anak kita yang butuh tempat dan kegiatan produktif. Squash bisa jadi wadah yang tepat. Sayang kalau tidak dimaksimalkan,” lanjutnya.

Aris juga menekankan pentingnya tahapan seleksi dan pemusatan latihan jika squash akhirnya masuk dalam Porprov. Namun ia mewanti-wanti soal kemungkinan terkendala anggaran.

“Kita siap seleksi dan TC, tapi tetap harus realistis. Semua tergantung juga pada kebijakan anggaran daerah,” pungkasnya. (adv/hr/ko)

Bagikan :