Samarinda – Bukan hanya soal pendidikan. Masalah hidup masyarakat Samarinda, dari antrean panjang gas melon hingga harga kebutuhan pokok yang naik turun, kerap luput dari penanganan yang terstruktur. Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, punya usulan berbeda.
Ia menyambut baik pembentukan Satgas SPMB yang menangani penerimaan murid baru. Tapi baginya, pendekatan semacam itu seharusnya diperluas ke sektor-sektor strategis lain yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Kenapa hanya urusan SPMB yang kita bentuk satgas? Kelangkaan gas elpiji yang tiap hari dikeluhkan warga, kenapa tidak kita bentuk satgas juga?” tanyanya dengan nada kritis.
Menurut Adnan, pembentukan satuan tugas di tiap isu bisa menjadi solusi praktis untuk mengurai benang kusut persoalan lapangan. Terutama pada distribusi elpiji 3 kilogram yang kerap bermasalah.
Ia berharap ke depan, satgas yang dibentuk tidak sekadar hadir sebagai formalitas, melainkan aktif menelusuri rantai distribusi, mengawasi penyaluran, dan menindak oknum yang bermain di balik kelangkaan barang bersubsidi.
“Yang kami inginkan itu kerja nyata. Satgas yang hadir untuk melindungi masyarakat kecil, bukan hanya reaksi sesaat,” pungkasnya. (Adv)





