Rakyat Kubar Dilanda Banjir Besar Pemprov Kaltim Gerak Cepat Tangani Dampak

Kondisi terkini banjir yang merendam Kabupaten Kutai Barat

Samarinda – Rakyat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali menghadapi cobaan berat setelah banjir besar merendam lima kecamatan dalam sepekan terakhir.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat menanggapi situasi ini dengan menurunkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta mengoordinasikan evakuasi bersama pemerintah daerah setempat.

Bencana banjir kali ini berdampak pada Kecamatan Muara Lawa, Damai, Tering, Long Iram, dan Melak.

Air dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter merendam permukiman, membuat aktivitas warga lumpuh dan memicu kekhawatiran akan keselamatan mereka.

“Melihat intensitas hujan tinggi di wilayah hulu Sungai Mahakam dalam dua hari terakhir, kami mengimbau masyarakat di bantaran sungai untuk segera mengungsi secara mandiri demi keselamatan,” ujar Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Jumat (18/4/2025).

Pemprov Kaltim juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Bupati Kubar untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan tepat sasaran.

Tim BPBD diterjunkan guna menangani situasi darurat, mulai dari penanganan langsung di lapangan hingga langkah-langkah penanggulangan pascabanjir.

“Kami telah menginstruksikan BPBD untuk bergerak cepat ke lokasi terdampak dan membantu masyarakat di Kubar,” tegas Seno.

Dari laporan yang diterima, fluktuasi tinggi muka air di kawasan hulu Sungai Mahakam sempat menurun namun kembali naik pada Jumat pagi, sehingga status siaga darurat banjir diperpanjang hingga dua bulan ke depan, mulai 14 April 2025.

“Meski kita berharap bencana seperti ini tidak terulang, Pemprov Kaltim tetap berkomitmen untuk menangani dampak banjir secara maksimal dan membantu warga terdampak,” tandasnya. (Ak)

Bagikan :